Mengenal Anemia Defisiensi Besi Pada Bayi

evan-edit

Zat besi pada bayi sangat dibutuhkan untuk mencegah anemia dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Setelah empat hari Evan dirawat di rumah sakit akibat panas tinggi yang dibarengi tapak tangan dan kaki yang pucat, dokter pun menyimpulkan bahwa ia mengalami anemia defisiensi besi. Yaitu kekurangan zat besi (Fe) yang mengakibatkan penurunan kadar hemoglobin (HB) sehingga membuat daya tahan tubuhnya rentan diserang berbagai penyakit, salah satunya demam.

Zat besi merupakan unsur penting dalam tubuh yang berfungsi untuk membentuk sel darah merah atau hemoglobin yang kemudian mengikat oksigen dan mengangkutnya dari paru-paru ke seluruh organ tubuh, selain itu zat besi juga bertugas mengikat karbondioksida dari sel-sel tubuh untuk dibawa kembali ke paru-paru.

Jika kebutuhan zat besi seseorang tak mencukupi maka otomatis sel darah merahnya ikut berkurang sehingga tubuh tidak mendapat asupan oksigen yang cukup, akibatnya timbullah gejala anemia. Memang ada beragam jenis anemia salah satunya anemia defisiensi besi atau anemia zat besi yang kini dialami Evan.

Penyebab Anemia Defisiensi Besi

Penyebabnya pun beragam, dan kemungkinan asupan makanannya yang kurang mengandung zat besi. Sejak lahir hingga berumur sembilan bulan Evan diberikan ASI eksklusif dan sejak umur enam bulan ia sudah dikenalkan dengan makanan pendamping ASI, namun kini Evan tak lagi diberi ASI dan sebagai gantinya ia mengkonsumsi susu formula sebagai asupan tumbuh kembangnya.

Bisa juga akibat pertumbuhan bayi yang tak wajar, normalnya kenaikan berat badan bayi rata-rata 1kg setiap bulan namun ada juga bayi yang pertumbuhannya cepat sekali misalnya dalam tiga bulan berat badannya sudah naik delapan kilogram. Tapi Untuk hal ini Evan sebelumnya mengalamai berat badan yang normal namun kini cenderung kurang untuk bayi seusianya.

Adanya penyakit infeksi seperti penyakit saluran nafas atau gangguan pencernaan bisa menyebabkan bayi mudah terserang anemia defisiensi besi karena kuman atau bakteri pada bayi yang menderita penyakit infeksi akan menggunakan zat besi dalam tubuh bayi tersebut untuk tumbuh dan berkembang biak. Namun hasil pemeriksaan laboratorium mengatakan Evan tak terjangkit penyakit infeksi apapun.

Kemungkinan besar Evan mengalami anemia defisiensi besi akibat pola makan yang kurang tepat dan peralihan dari ASI ke susu formula yang menyebabkan alergi sehingga ia sempat mengalami diare. Ya, sebelum dokter mengatakan Evan kekurangan zat besi, awalnya ia terkena diare yang membuat kadar HB-nya rendah. Hanya selang seminggu sejak pulih dari diare, Evan tiba-tiba demam tinggi dan sejak itulah dokter mengatakan ia mengalami kekurangan zat besi.

Cara Mengatasi Kekurangan Zat Besi

Kini Evan berusia sebelas bulan (22/11/2016 nanti genap setahun) untuk bayi seusianya kebutuhan zat besi menjadi sangat tinggi seiring dengan pertumbuhan jaringan yang cepat, dan itu tak bisa dipenuhi oleh susu formula ataupun ASI.

Seperti yang di katakan Prof. Dr. Solichin Pudjiadi, DSAK., dalam bukunya Ilmu Gizi Klinis Pada Anak. Yakni ASI maupun susu sapi tidak mengandung cukup zat besi untuk memenuhi kebutuhan bayi yang berada diusia tumbuh kembang, namun bayi yang mendapat ASI tak cepat kekurangan zat besi karena 48 persen kadar besi dalam ASI bisa diserap bayi.

Sedangkan untuk bayi yang tak mendapat ASI (dengan kata lain sufor dan sebagainya) hanya akan mendapat 5-10 persen zat besi dari bahan makanan lainnya karena lebih sulit untuk dicerna, jumlah ini tidak mencukupi kebutuhan zat besi dalam tubuh bayi yang tengah berkembang pesat.

Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan zat besinya yakni dengan memberikan makanan yang kaya akan zat besi, seperti ikan laut dalam (tuna), daging warna merah yang rendah lemak, hati ayam, dan memilih susu formula atau bubur instan yang mengandung kadar zat besi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan zat besi pada bayi yang berada pada masa pertumbuhan.

Evan mengalami anemia defisiensi ringan yang mengakibatkan tapak tangan dan kakinya pucat sehingga dilakukan pemberian suplemen atau obat penambah kadar zat besi yang diberikan selama 3 bulan hingga kadar hemoglobinnya kembali normal. Namun untuk anemia defisiensi berat seperti kadar HB yang turun drastis sampai menimbulkan gangguan jantung maka harus dilakukan transfusi darah.

*****

Sejatinya anemia defisiensi besi termasuk penyakit ringan dan mudah disembuhkan, namun bila tak dideteksi sejak dini dan tak dikoreksi bisa berdampak besar bagi tumbuh kembang anak. Anemia bisa dideteksi sejak bayi lahir karena pada hari pertama atau ketiga setelah kelahiran biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hemoglobin, bilirubin, dan golongan darah bayi sehingga bila ada kelainan bisa segera dilakukan pengobatan dan antisipasi.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE