Menebak-nebak Calon Pelatih Inter

Setelah memecat Stefano Pioli kini Inter harus mencari pengganti pria berusia 51 itu untuk memimpin Mauro Icardi dan kawan-kawan guna mengarungi kompetisi musim depan, nama-nama pelatih top pun bermunculan namun semua masih sebatas rumor. Meski demikian tentu tak ada salahnya menebak-nebak siapa yang layak duduk di kursi panas pelatih tim berjulur Ular Besar tersebut.

Antonio Conte

Manajer Chelsea asal Italia yang baru semusim menangani Eden Hazard cs memang terbukti piawai meracik tim yang sedang dilanda krisi. Musim lalu Chelsea finish di peringkat 10 yang membuat Jose Mourinho dipecat sebelum masa kontraknya usai, Guus Hiddink yang ditunjuk sebagai caretaker pun tak bisa berbuat banyak hingga akhirnya The Blues harus absen berlaga di Eropa.

Setelah Conte datang, Chelsea mengalami peningkatan pesat. Permainan menyerang ala Conte berhasil membawa tim milik Roman Abramovich itu meraih titel juara Premier League bahkan sebelum musim berakhir. Hal serupa terjadi saat pria berusia 47 tahun itu menukangi Juventus, sebelumnya Si Nyonya Tua mengakhiri musim 2010/2011 di peringkat tujuh. Namun di musim perdananya, Conte berhasil membawa Juventus meraih scudetto.

Membawa mantan pemain timnas Italia itu kembali ke kampung halamannya tentu bukan pekerjaan mudah, meski sebelumnya beredar kabar kalau pria kelahiran Lecce itu selalu rindu keluarga dan tanah kelahirannya. Hal itu bukan berarti dia berkeinginan mudik dalam waktu dekat. Inter pun sadar jika peluang untuk mempekerjakan Conte cukup berat meski telah mengiming-iminginya gaji selangit.

Kabarnya Inter siap mengganji Conte senilai 70 juta euro dengan masa kontrak lima tahun, plus dana transfer yang tak terbatas guna membawa La Beneamata kembali ke habitatnya sebagai tim papan atas yang mampu bersaing di jalur juara. Menurut saya, Conte memang pelatih hebat dan ia juga telah berkomitmen untuk bertahan di Chelsea, lebih baik uang sebesar itu digunakan untuk membeli pemain yang memang dibutuhkan Inter untuk bersaing di musim depan.

Diego Simeone

Pria asal Argentina tersebut bukan orang asing bagi Inter, Simeone pernah berseragam Biru Hitam selama dua musim dan dengan jersey kebesaran Inter itu dia sukses mempersembahkan Piala UEFA tahun 1998. Kini pria berusia 47 tahun sedang menikmati masa-masa indah bersama Atletico Madrid yang sudah ia pimpin sejak 2012 lalu, dengan tangan dinginnya Simeone berhasil mengangkat derajat Atletico menjadi salah satu tim kuat di tanah Spanyol.

Hanya di era Simeone Atletico Madrid mampu merusak dominasi Real Madrid dan Barcelona dengan menjuarai La Liga musim 2013/2014, serta sukses membawa Los Rojiblancos meraih titel juara Liga Europa dan Piala Super UEFA serta Copa del Rey. Dengan prestasi yang sementereng itu wajar jika Inter sangat tergila-gila dengan mantan pemain timnas Argentina itu.

Terlebih lagi skuat yang dimiliki Atletico tak semegah Real Madrid dan Barcelona namun dengan racikan taktik dan strateginya, Simeone konsisten membawa Antoine Griezmann dkk bertahan di papan atas La Liga.

Meski Inter sudah mengutarakan ketertarikan namun sang pelatih belum memberi tanggapan, kabarnya Simeone bakal pergi dari Atletico setelah masa kontraknya habis yang sebelumnya berakhir Juni 2020 kini dipangkas menjadi Juni 2018. Itu berarti Inter berpeluang menggaet Simeone setelah musim depan berakhir.

Menurut saya, dari pada mengorbankan kestabilan tim dengan hanya mencari pelatih untuk satu musim saja (musim 2017/2018) sebaiknya Inter mencari alternatif pelatih lain yang bisa dikontrak dalam waktu lama. Berkaca pada musim ini Inter makin amburadul di bawah asuhan tiga pelatih yang berbeda, maka dari itu Inter harus memilih pelatih untuk jangka panjang agar kekompakan dan kerja sama tim tetap terjaga.

Luciano Spalletti

Pelatih AS Roma ini kabarnya masuk radar calon pelatih Inter untuk musim depan, dibanding dua kandidat sebelumnya. Peluang Inter mendapuk pria berusia 58 tahun ini lebih besar mengingat statement-nya yang mengatakan bahwa ia akan meninggalkan klub ibu kota Italia itu jika tak meraih trofi satu pun. Nah kebetulan, musim ini belum ada piala yang masuk ke lemari Roma jadi besar kemungkinan akhir musim ini Spalletti akan mundur sebagai pelatih tim berjuluk Serigala Roma.

Bicara soal prestasi, pelatih berkepala plontos ini cukup sukses dengan beragam titel juara. Musim ini menjadi musim keduanya melatih AS Roma. Sebelumnya dalam kurun waktu empat musim tepatnya musim 2005/2006 hingga musim 2008/2009 Spalletti sukses mempersembahkan dua gelar Coppa Italia dan satu gelar Piala Super Italia. Dan musim ini Roma menjadi satu-satunya tim yang bersaing dengan Juventus untuk merebut scudetto.

Menurut saya, Luciano Spalletti cukup ideal menggantikan posisi Stefano Pioli dan duduk di kursi pelatih Inter. Pengalamannya di beberapa klub Italy membuatnya tak perlu beradaptasi dengan gaya permainan ala tim-tim negeri Pizza itu, meski harus diakui pengalamannya melatih tim besar hanya terbatas pada tim sekelas AS Roma dan Zenit St Petersburg. Pemain butuh pelatih yang mampu mengendalikan ego pemain-pamain khususnya yang berlabel bintang, hal itu perlu agar keutuhan dan kekompakan tim bisa terjalin dengan baik.

*****

Sebenarnya masih ada nama Mauricio Pochettino pelatih yang sukses membawa Tottenham Hotspur berada di peringkat dua Liga Premier Inggris dan pelatih PSG, Unai Emery yang ikut meramaikan bursa calon palatih Inter musim depan. Namun peluang keduanya tak sebesar Antonio Conte, Diego Simeone, dan Luciano Spalletti yang memang paling recommended mengingat nama besar, prestasi, dan pengalamannya menukangi tim-tim besar. Jadi siapa calon pelatih Inter musim depan? Kita tunggu saja.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE