Mazzarri Raja Seri

Walter Mazzarri

Inter Milan menjadi satu-satunya tim yang meraih hasil seri paling banyak dibanding dengan tim-tim lain yang berlaga di Serie A, dari 32 laga yang telah dilakoni skuat Nerazzurri musim ini tercatat 14 kali mereka ditahan imbang oleh lawan-lawannya. Allenatore Walter Mazzarri sampai dijuluki oleh suporter Inter sebagai pelatih spesialis seri dan menyebutnya Walter Mazseri, hanya mengoleksi 12 kemenangan serta 6 kekalahan dalam 32 laga merupakan torehan kurang memuaskan Inter musim ini sehingga mereka terseok-seok di peringkat enam besar klasemen dan harus berjuang ekstra keras untuk meraih jatah tiket bermain di Eropa musim depan.

Didapuk menggantikan Andrea Stramaccioni di akhir musim 2012/2013, Walter Mazzarri seketika melambungkan rasa optimis para pemain dan suporter untuk segera mengakhiri puasa gelar La Beneamata sejak tiga tahun lalu ketika membawa Inter tak terkalahkan dienam laga awal musim 2013/2014. Bayang-bayang kegagalan musim lalu perlahan mulai sirna oleh racikan tangan dingin pelatih yang kini genap berusia 52 tahun. Mengandalkan formasi 3-5-2 yang dulu ia terapkan ketika menangani Napoli dalam kurun waktu empat tahun (2009 – 2013) yang berujung gelar Coppa Italia musim 2011/2012 dan runner up musim 2012/2013 adalah prestasi terbaik Mazzarri kala itu.

Suporter harus bersabar menunggu sihir Mazzarri

Namun polesan taktik tersebut belum menghasilkan “emas” buat Inter, terbukti saat liga tinggal menyisakan enam pertandingan, Rodrigo Palacio dan kawan-kawan kerap tampil inkonsisten. Mazzarri berdalih jika pemainnya kerap kehilangan fokus ketika tim sedang unggul dan saat memasuki menit-menit akhir pertandingan, tentu ini menjadi pekerjaan rumah yang berat buat sang juru taktik berkebangsaan Italy yang sukses melejitkan Edinson Cavani dan Marek Hamsik saat menukangi Napoli. Inter di tangan Mazzarri sejatinya memiliki pemain-pemain berkualitas dan mumpuni, di bursa transfer Januari lalu Inter sukses mendatangkan beberapa pemain anyar.

Danilo D’Ambrosio dan Hernanes adalah pemain anyar yang didaratkan presiden Erick Thohir guna meningkatkan performa skuat Biru Hitam. Penampilan kedua pemain tersebut cukup sentral mengangkat mental bertanding anak didik Walter Mazzarri, D’Ambrosio yang beperan sebagai full back yang punya daya jelajah tinggi di sektor kanan, sedangkan Hernanes yang didatangkan menjelang akhir bursa transfer pemain merupakan solusi lini tengah Inter yang kerap tampil kurang maksimal. Namun lagi-lagi faktor kurangnya konsentrasi pemain saat pertandingan memasuki menit-menit akhir dan kerap gagal mempertahankan keunggulan menjadi dalih sang allenatore.

Aksi gigit botol Mazzarri kala Inter ditahan imbang Udinese

Seperti yang dikutip Soccerway, “karena kami Inter dan harus selalu berusaha menang, bisa saja kami unggul dan kemudian rasa takut menyergap, karena adanya para pemain yang masih amat muda. Mereka merasakan tekanan usai hasil-hasil teranyar,” kata Mazzarri. Liga Serie A tinggal menyisakan enam laga, target Inter bermain di Eropa musim depan bisa saja gagal jika Cambiasso cs tak segera memperbaiki performa di lapangan. Walter Mazzarri harus segera memberi solusi taktik dan strategi yang sesuai disetiap pertandingan sisa, agar Inter tak lagi meraup hasil imbang atau bahkan kalah jika tak ingin rumor pemecatan dirinya menjadi kenyataan.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE