Marhaban Ya Ramadhan, Sahabat

9-en-5b7d31689c2dbadb16f65e5b52d486ed.ip_114.79.19.5

Foto nyolong di http://riez06.blogspot.com/

Sahabat adalah orang terdekat yang mampu menenangkan kala amarah melanda, orang yang paling mengerti dengan suasana batin yang kadang menggelisahkan diri, dan orang yang paling mengerti dengan sifat serta perilaku yang kadang tak berkenan di hati.

Tiba-tiba teringat sahabat yang kini sudah tak lagi dekat. Ada yang hilang saat kegilaannya tak lagi mengusik raga, kata-katanya yang ceplas-ceplos membuat suasana tegang menjadi renggang, pikiran yang sedang mumet menjadi lebih rileks, dan yang paling seru saat kami mendadak menjadi komentator profesional ketika menyaksikan pertandingan tim kesayangan (Forza Inter).

Semua keunikan dan keceriaan itu sekarang hilang, kami seolah hidup di dua dunia ia berkeliaran di alam ghaib sedangkan saya eksis di dunia manusia, hehehe, piss. Kami seperti orang asing yang tak pernah saling kenal sehingga tak ada lagi tegur sapa, kejahilan, dan guyonan yang hadir setiap hari meski semua itu hanya bisa terjadi via BBM, Facebook, Twitter, dan kawan-kawan.

Menjamurnya media sosial tempat di mana orang-orang setiap saat berbagi kabar, berita, dan cerita. Saya malah bertanya-tanya bagaimana kabarnya sekarang. Bukannya tak ingin mencari tahu, cuma tak ingin dianggap kepo apalagi dibilangin doyan goyang Jigo atau dicap sebagai pengusik ketenangan hatinya. Juga tak ingin dianggap sebagai aktor pembuat masalah yang menyebabkan persahabatan kami terhenti di pinggir jalan.

Sudahlah, setiap manusia tentu punya cerita kelam yang tak ingin diungkit dan diingat, cukup dijadikan pelajaran agar ke depannya bisa lebih baik lagi. Saya senang pernah menjadi sahabatnya, pernah melalui hari-hari penuh kegilaan bersamanya bahkan saya merasa gilanya sudah akut, pernah menjadi korban ledekannya namun saya tetap merasa nyaman dan tak pernah layangkan protes sama kak Seto, Loh? Tidak sampai dianiaya kok.

Saya kadang mengintip kicauannya di Twitter, nyelonong di akun Facebook-nya, dan mengunjungi laman blog-nya meski yang nampak hanya puisi kiriman sahabatnya dua tahun yang lalu, saya ingin tahu kabarnya tanpa perlu ia tahu jika saya ingin tahu keadaannya. Semoga ia baik-baik saja dan tetap menjadi cewek ceria yang tidak sombong dan rajin bantuin ortu seperti waktu pertama saya mengenalnya.

Saya selalu mendoakan yang terbaik untuknya semoga apa yang ia cita-citakan dapat segera terwujud, semoga kesehatan senantiasa hadir dalam raganya, dan semoga kita tetap menjalin persahabatan meski tak lagi bertegur ledekan dan guyonan.

Bulan Ramadhan akan segera tiba, bulan suci penuh rahmat, magfirah dan ampunan. Saya memohon maaf atas segala khilaf yang pernah terjadi, untuk ucapan yang kadang menyakitkan hati, dan untuk sikap yang tak berkenan di hati semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan melimpahkan kasih sayang-Nya untuk kita semua. Selamat menyambut bulan Ramadhan buat Ariesta dan Destria, (sungkem).

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE