Mama dan Kiamat 2012

Beberapa tahun yang lalu saya teringat ketika mama bilang, “ajakin mama nonton film 2012, ya?” WHAT!! Sontak saja saya heran bin kaget, mama yang biasanya minta diantar ke pasar, ke tempat arisan, ke supermarket, kok kali ini tiba-tiba minta diantar nonton bioskop. Buat orang lain sih mungkin sudah biasa ngajak mamanya ke bioskop atau Studio 21 menikmati tontonan film bersama anak dan keluarga, tapi kalau buat mamaku ini merupakan pengalaman pertamanya setelah jaman muda dulu akrab dengan layar tancap yang diputar di tanah lapang yang luas. Selain penasaran dengan suasana bioskop jaman sekarang, film 2012 yang pada saat itu sedang booming membuat semangat mama untuk nonton di bioskop makin menggebu-gebu.

Sebagai anak yang berbakti tentu saja saya mengiyakan, meski dengan hati tersungut-sungut rasanya campur aduk ngebayangin untuk kali pertama bareng mama di bioskop. Lain cerita kalau anak remaja perempuan nonton di Studio 21 bareng mamanya itu suatu hal yang biasa, apalagi saat pemutaran film animasi atau film drama keluarga pasti yang nonton kebanyakan anak-anak, remaja beserta orangtuanya. Tapi kalau anak laki-laki kuliahan semester akhir pergi ke bioskop bareng mamanya? kayaknya suatu hal yang langka. Namun itu tak menyurutkan niat saya untuk memenuhi keinginan mama pergi ke bioskop, lagian gak tiap hari mama minta diajak nonton.

Di akhir pekan, saya dan mama pergi ke salah satu bioskop yang ada di pusat perbelanjaan yang sangat ramai, selain karena bertepatan dengan hari libur, saat itu memang lagi heboh film tentang kiamat 2012. Saya lalu masuk dalam antrian tiket yang cukup mengular, sedangkan mama duduk manis bersama beberapa cewek ABG dan anak kecil yang berlarian (dikiranya ini playgrup kalee). Saat film diputar, mama tampak serius dan menghayati alur cerita film yang katanya dunia akan mengalami kiamat pada tahun 2012, meski hanya film fiksi namun tak sedikit orang yang mempercayai ramalan suku Maya tersebut. Setelah film selesai, saya dan mama bergegas pulang. Sambil mencuri-curi pandang ke beberapa orang yang sepertinya memperhatikan saya dan mama, pasti mereka berfikir kalau saya adalah anak mami (padahal memang…hehe).

*Happy mother’s Day, i always love you, mom.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE