Lebih Dekat Dengan 5G

image www.comphibi.com

Kita pasti sudah tidak asing dengan istilah 2G, 3G, dan 4G. istilah tersebut merupakan terjemahan dari teknologi jaringan internet dengan kecepatan tertentu. Lalu bagaimana dengan 5G?

Sama dengan istilah di atas 5G merupakan teknologi lanjutan dari 4G yang tentu saja membawa banyak perubahan, tak hanya di sektor kecepatan aksesnya yang berkali-kali lipat dibanding pendahulunya. Teknolgi 5G juga mampu digunakan untuk semua perangkat mobile dan terkoneksi dengan peralatan rumah tangga.

Istilah fifth generation atau generasi kelima ini rencananya akan resmi dirilis tahun 2020 secara global untuk sistem operasi seluler, khusus di Indonesia mungkin bisa lebih lama lagi mengingat penetrasi 4G saja masih belum merata di setiap daerah. Masih ada beberapa daerah bahkan kota yang populasinya cukup padat tapi masih ter-cover oleh jaringan 3G bahkan 2G, keadaan geografis Indonesia menjadi salah satu faktor belum meratanya jaringan 4G yang kini memasuki tahun ketiga sejak pertama kali beroperasi Desember 2014.

Namun hal tersebut tak menghalangi operator-operator seluler tanah air untuk mencoba keandalan teknologi 5G, beberapa bahkan sudah meremajakan perangkat baik hardware maupun software agar bisa berjalan di jaringan yang mampu menembus kecepatan hingga 800 gbps.

Dalam perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona, produsen perangkat telekomunikasi dan jaringan, ZTE sudah menunjukkan produk seri terbaru yang mendukung konektivitas 5G. Pihak ZTE memprediksi bahwa produk andalanya tersebut sudah bisa digunakan dalam jaringan 5G secara komersil pada kuartal pertama tahun 2019, tentu menjadi keuntungan bagi operator yang saat ini sudah berancang-ancang menyambut 5G baik dari segi perangkat maupun kualitas SDM.

Sebagai pembanding, jaringan 4G mampu menyediakan layanan berkualitas tinggi dan kecepatan akses data hingga 100 mbps. Aliran data yang ditransfer pun lebih stabil sehingga pertukaran informasi bisa jadi lebih cepat, jika estimasi kecepatan transfer data di jaringan 4G minimal 100 mbps saat digunakan dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi dan 1 gbps ketika posisi pengguna diam. Sedangkan teknologi 4,5G menawarkan peningkatan kecepatan internet upload maupun download hingga 20 persen dibanding 4G.

 

Sistem Kerja 5G dan Kelebihannya

Pada teknologi 5G, aliran data yang dikirim melalui gelombang radio akan terbagi lagi menjadi frekuensi-frekuensi yang berbeda. Setiap frekuensi kemudian disiapkan untuk tipe komunikasi yang berbeda, seperti aeronautical dan sinyal navigasi maritim, siaran televisi, dan mobile data. Penggunaan frekuensi-frekuensi ini diregulasikan oleh International Telecommunication Union (ITU), ITU telah merestrukturasi bagian-bagian gelombang radio secara komprehensif untuk mentransmisikan data sambil mengembangkan teknologi komunikasi yang sudah ada. Termasuk 4G dan 3G.

Untuk saat ini teknologi 5G belum dapat dipastikan seperti apa keunggulan dan kekurangannya karena hal itu masih berupa konsep, namun konsep-konsep yang dibuat tersebut terdapat beberapa yang dijadikan sebagai tujuan utama dari teknologi 5G. Seperti kecepatan data yang naik signifikan dari 4G, transfer data antar ponsel mencapai satu mil detik, dapat terkoneksi dengan ponsel serta perangkat mobile lainnya, dan juga pada peralatan rumah tangga.

Teknologi 5G diperkirakan memiliki kecepatan sekitar 800 gbps atau seratus kali lebih cepat dari teknologi sebelumnya, dengan kecepatan seperti itu memungkinkan pengguna untuk mengunduh sekitar 33 film kualitas HD (high definition) hanya dalam beberapa detik saja. Selain itu teknologi 5G mampu menyediakan koneksi lebih besar, kapasitas 1000 kali lebih besar, throughput 10 kali lebih cepat dan latency yang lebih rendah.

image cdns.klimg.com

Kabarnya Korea Selatan kini sedang mengembangkan teknologi 5G yang diprediksi punya kecepatan maksimum hingga 100 kali lebih cepat dibanding teknologi 4G, atau lebih tepatnya 10Gbps. Rencananya jaringan 5G di negeri ginseng tersebut mulai diterapkan pada tahun 2017 namun baru dapat dikomersilkan pada tahun 2020.

Bagaimana dengan Indonesia?

Menurut Kristiono yang juga Ketua Umum Mastel (Masyarakat Telematika Indonesia), tahun 2020 merupakan jangka waktu yang ideal bagi Indonesia untuk menerapkan teknologi 5G. Sebab saat itu, masyarakat, pelaku industri dan juga pemerintah diberi jangka waktu selama lima tahun untuk mempelajari teknologi 5G, bisnis model, menata regulasi, serta melakukan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat teknologi 5G.

Jika menghitung mundur hingga tahun sekarang seharusnya sudah ada pengenalan dini dari pemerintah tentang teknologi 5G bagi masyarakat dan pelaku industri, tapi nyatanya baik pemerintah maupun operator seluler tanah air masih berkutat pada penataan frekuensi untuk jaringan 4G serta perluasan jaringan yang saat ini masih didominasi oleh kota-kota besar.

Menurut saya, Indonesia tak perlu tergesa-gesa untuk move on dari 4G ke 5G, toh saat ini teknologi 4G sudah cukup mumpuni baik dari segi kecepatan dan kestabilan ketika digunakan berinternet. Namun ya itu tadi jangkauan aksesnya yang masih terbatas membuat pemanfaatan teknologi 4G belum maksimal, untuk kebutuhan media sosial, browsing, atau chatting mungkin 3G saja sudah lebih dari cukup. Tapi untuk transfer file berukuran besar, streaming video, atau ragam aktivitas lain yang membutuhkan akses data super cepat sepertinya 4G masih bisa diandalkan.

Referensi : Tabloid PULSA edisi 357 th XIII/2017/8-21 Maret

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE