Lebaran Dan Geliat Pusat Perbelanjaan

Hari minggu kemarin, saya bersama keluarga mengisi liburan ke Panakukang Mall. Cuaca panas dan masih dalam suasana puasa menjadikan mall sebagai tujuan liburan yang ideal, selain tempatnya yang adem, tersedianya toko dan supermarket yang menjajakan berbagai macam barang kebutuhan lebaran menjadi pertimbangan saya memilih Panakukang Mall.

Selain untuk mengisi liburan, saya dan keluarga juga berencana melihat-lihat pakaian buat lebaran nanti, mumpung lebaran masih dua minggu lagi karena sudah menjadi tradisi pusat perbelanjaan dan toko-toko pakaian akan berubah menjadi lautan manusia ketika mendekati lebaran, bisa seminggu atau beberapa hari menjelang lebaran.

Selepas Dhuhur saya dan keluarga (mama, kakak, ipar dan ponakan) bersiap meluncur ke Panakukang Mall. Cuaca yang panas tak membuat puasa saya goyah, meski di pinggir jalan banyak menjumpai iklan-iklan makanan atau billboard manu paket hemat restoran cepat saji. “Tahan, tahan, buka puasa tinggal lima jam lagi,” batinku.

Tiba di Panakukang Mall, saya sudah disambut antrian di pintu masuk kendaraan menuju area parkir. Kendaraan sudah berjejer panjang hingga mengakibatkan macet, padahal itu belum memasuki area parkir Mall. Mobil jalan merayap, bergantian mengambil karcis parkir.

Setelah menembus macet di pintu gerbang Mall, kini tantangan lainnya saya harus mencari tempat parkir. Lantai dasar sudah sesak oleh kendaraan, jadi saya naik ke lantai dua. Syukurlah setelah mutar-mutar akhirnya dapat tempat parkir jadi tidak perlu ke lantai tiga dan empat nanti makin jauh jalanya.

Di dalam Mall tepatnya di Ramayana Departement Store orang-orang sudah berdesakan mencari pakaian diskon, di supermarket Carrrefour ibu-ibu juga saling beradu cepat berebut kebutuhan rumah tangga yang lagi promo. Ternyata perkiraan saya meleset, kini dua minggu sebelum lebaran pusat perbelanjaan dan supermarket sudah diserbu orang-orang yang ingin merayakan lebaran.

Mau tidak mau saya harus ikut arus lautan manusia, memilah-milah baju jadi tak nyaman karena banyaknya orang yang lalu lalang, ketika mau bayar di kasir saya harus ngatri panjang belum lagi hawa panas melanda, mungkin karena pendingin udaranya tak mampu menampung banyaknya orang di tempat itu.

Tak terasa hampir tiba waktu berbuka puasa, kaki pegal karena kelamaan berdiri, badan lemas karena tenaga terkuras, syukurlah barang yang dicari sudah dapat semua. Makin lama Mall ini makin ramai, tempat-tempat makan sudah disesaki orang-orang yang ingin berbuka puasa padahal masih ada satu jam lagi adzan Magrib. Saya dan keluarga akhirnya mencari tempat buka puasa di luar Mall setelah itu langsung kembali pulang ke rumah.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE