Lazio Vs Inter, Laga Bernuansa Persahabatan Dan Solidaritas

Setelah rehat libur Natal dan tahun baru, liga Serie A pekan ke 18 kembali bergulir. Lazio akan menjamu Inter di stadion Olimpico, Inter membutuhkan kemenangan demi menjaga kans bersaing di papan atas. Sedangkan Lazio sebagai tuan rumah tentu tak ingin mengecewakan para pendukung setia mereka, namun kondisi berbeda dialami kedua tim pada laga pamungkas akhir tahun. Inter menutup laga di tahun 2013 dengan kemenangan 1-0 atas rival sekota AC Milan, sedangkan Lazio bertekuk lutut di kandang Verona dengan skor 4-1. Namun dalam lima pertemuan terakhir kedua tim di Serie A, Biancocelesti patut jemawa karena mampu menciptakan hattrick kemenangan dan sisanya diraih oleh Inter.

Laga Lazio kontra Inter ibarat pertandingan persahabatan beraroma kekeluargaan. Laziali dan Interisti memang terkenal sangat akur dan saling mendukung, tak pernah timbul konflik atau insiden antar seporter yang melibatkan pendukung kedua tim. Kesamaan aliran politik dan basis pendukung membuat kedua suporter ini selalu rukun dan damai, bahkan dalam laga yang krusial pun Laziale dan Interisti bisa saling merangkul. Seperti pada giornata 34 musim 2001/2002 di stadion Olimpico pada laga Lazio vs Inter, saat itu Inter di ambang juara karena cukup dengan mengalahkan Lazio maka Nerazzurri akan meraih scudetto mengungguli Juventus.

Demi solidaritas, Laziale yang dimotori Irriducibili Lazio mendukung Inter habis-habisan dan meminta Lazio kalah agar melapangkan jalan Inter merengkuh scudetto. Namun sayang, Inter gagal meraih juara Serie A karena takluk 2-4 dari si Elang. Scudetto pun jatuh ke tangan Juventus yang juga merupakan rival Lazio. Akibat kejadian itu, Irriducibili Lazio mendemo manajemen Lazio dan meminta allenatore Lazio, Alberto Zaccheroni dipecat. Akhirnya Zaccheroni mengundurkan diri dan menjadi musuh para tifosi Lazio, aneh memang jika seorang pelatih dibenci oleh suporternya sendiri ketika membawa timnya memenangi sebuah laga. Tapi itulah Gamellagio (persaudaraan) dan solidaritas kedua suporter lebih dari sekadar hasil di lapangan.

Curva Nord

Leg pertama Lazio vs Inter di musim 2013/2014 juga menjadi momentum kebangkitan bagi Il Biscione yang baru merasakan sekali kemenangan dalam lima laga terakhir, raihan tiga poin tentu menjadi kado awal tahun yang indah bagi Interisti sekaligus menjaga persaingan di papan atas klasemen. Nerazzurri masih tetap mengandalkan ketajaman Rodrigo Palacio yang sudah mengemas 10 gol, lini tengah Inter juga akan kembali diperkuat playmaker Ricky Alvarez setelah menjalani hukuman kartu. Di kubu Lazio, Miroslav Klose siap menggempur lini pertahanan Inter disokong oleh Candreva sebagai motor serangan tim Biru Langit. Patut dinanti duel hangat Lazio vs Inter, laga bernuansa kekeluargaan dan beraroma persahabatan.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE