Ku Bunuh Kau


Kejam…! Mungkin kata itu yang pertama kali ada dibenak para pembaca sekalian. Sadis, bengal, tak manusiawi, atau istilah apalah yang menggambarkan judul ini. Namun saya tak barmaksud membunuh atau menyakiti siapapun, karena kalimat itu hanya sebagai ilustrasi dalam menyampaikan inspirasi saya terhadap kehidupan ini. Tuhan menciptakan segala sesuatunya secara berpasang-pasangan, tentu ada maksud dari semua itu. Dalam kehidupan, kita selalu diperhadapkan dengan sesuatu yang berpasangan, dan kita diharuskan memilih yang terbaik buat kita. Tentu merupakan pilihan yang sulit namun bukan berarti tidak bisa dilakukan sepanjang kita berani mengambil resikonya.

Salah satu yang ada dikehidupan ini adalah sifat baik dan buruk. Tuhan tak menciptakan semua yang ada di bumi ini baik, namun tak semuanya buruk adalah hal yang harus di jauhi. Sifat manusia contohnya, saya sadar tak selamanya sifat baik selalu ada dalam diri. Seketika suatu saat niat jahat itu ada. Saya akan berusaha membunuhnya dengan berfikir positif, agar tak menyesal saat semuanya telah terjadi. Dan seperti dalam kisah-kisah film, tokoh yang baik akan selalu menang. Sesekali sifat buruk terlintas jangan sampai menyebar ke organ tubuh, karena akan berakibat fatal.

Begitupun dalam hal cinta, karena cinta memiliki hati yang rentan akan rasa sakit dan kecewa, kapan suatu saat hati merasa tersakiti, tentu sifat buruk akan selalu menyertai. Banyak suara sumbang yang bertanya “Kenapa cowok itu paling sering selingkuh?” Mungkin jawaban sederhananya karena cewek lebih banyak dari cowok. Tapi bila dianalogikan cowok cenderung bertindak secara emosional, apa yang ada dihadapannya sekarang itu yang akan dia lakukan, urusan apa yang terjadi nanti itu masalah di belakang. Cewek lebih rasional dalam bertindak atau bersikap terhadap suatu masalah, dia cederung lembut dan memakai naluri kewanitaannya dan memang itulah kodrat wanita. Tapi jangan salah kapan suatu saat dia merasa sakit dan kecewa, mungkin judul ini cocok sebagai gambarannya, “ku bunuh kau”.

Manusia punya dua sisi mata uang, tak selamanya baik dan tak selamanya buruk. Fenomena yang terjadi sekarang ini lebih kepada tuntutan kehidupan, masalah sosial, serta kesenjangan sosial yang begitu jelas. Tak ada sekat yang memisahkan antara preman dan koruptor, atau antara perampok dan maling. Perkembangan zaman membuka tabir yang sebenarnya bahwa kehidupan itu kejam. Hanya yang kuat yang bisa bertahan untuk hidup, dan yang lemah akan semakin terzalim.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE