Kota Wisata Batu Yang Bikin Rindu

View Gunung Arjuna di kota wisata Batu

Kota Batu terkenal dengan keanekaragaman tempat wisatanya yang menawan, jadi tak heran jika kawasan dingin yang terletak di Kabupaten Malang ini selalu jadi tujuan favorit wisatawan lokal dan mancanegara.

Ini jadi kunjungan pertama saya ke kota Batu, meski beberapa kali pelesiran ke kota Malang namun tak pernah sempat meluangkan waktu untuk melihat-lihat kawasan yang terkenal dengan beragam tempat wisatanya itu. Bersama keluarga, saya pun menyempatkan diri mengunjungi kota yang juga disebut sebagai Swiss Kecil di pulau jawa karena potensi keindahan alamnya yang luar biasa.

Batu Night Spectacular

Saya berangkat dari kota Malang selepas magrib dan rencana menginap semalam di Batu sebelum esoknya berkeliling ke beberapa tempat wisata. Pukul 22.00 WIB atau setelah menempuh perjalanan satu setengah jam, saya pun tiba di kota Batu. Kebetulan tempat menginap saya berdekatan dengan Batu Night Spectacular (BNS) yang memang sangat tersohor sebagai wahana wisata malam di kota Batu.

Berlokasi di Desa Oro-oro Ombo, BNS menawarkan beragam wahana permainan yang bisa dinikmati bersama keluarga seperti slalom tes, sepeda udara tinggi, galeri hantu, lampion garden, dan masih banyak lagi. Selain itu bagi pengunjung yang suka tantangan dan menguji andrenalin terdapat wahana drag race, mouse coaster, dan lain sebagainya.

Tapi sayang, karena saya tiba sudah pukul sepuluh malam dan BNS sendiri tutup pukul sebelas malam jadi saya tak bisa mencoba semua wahana yang ada di sana, saya hanya berkeliling dan berfoto-foto di area seluas 3000 meter persegi tersebut. BNS akan buka keesokan harinya mulai pukul 15.00 waktu setempat.

Setelah berkeliling sebentar, saya pun kembali ke penginapan yang punya fasilitas lumayan dengan harga yang terjangkau. Batuque Town Villa yang berlokasi di jalan Oro-oro Ombo Raya hanya berjarak sekitar 100 meter dari BNS menjadikan penginapan ini cukup strategis di kota Batu. Kamar yang cukup luas, pemandangan kala pagi menyajikan gunung Arjuna dan sebagian view kota Malang terlihat jelas dari atas penginapan.

Dengan membayar 199 ribu untuk kamar yang single bed atau 249 ribu untuk yang double bed, serta fasilitas air panas meski air yang keluar dari shower kurang deras namun untuk sekadar beristirahat semalam atau dua malam rasanya sudah cukup lumayan.

Jatim Park 2

Beberapa tahun yang lalu Jatim Park 1 jadi tempat rekreasi favorit bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke kota wisata Batu, tak hanya menawarkan aneka ragam sarana hiburan namun juga edukasi bagi pengunjung khususnya anak-anak usia sekolah. Melihat antusia pengunjung yang terus meningkat, kini kota Batu punya Jatim Park 2 yang tentu saja memiliki wahana dan hiburan yang tak kalah menarik dibanding Jatim Park 1.

Kalau di Jatim Park 1 dikhususkan untuk sarana permainan dan edukasi seperti, kolam renang, rolling coaster park, museum tubuh, klub bunga, 3D Ghost, dan lain-lain. Maka di Jatim Park 2 diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin menikmati sarana rekreasi yang bertemakan hewan dan alam.

Jatim Park 2 berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 18 hektar yang terbagi dalam tiga rute perjalanan yang bisa dipilih sesuai ketangguhan fisik pengunjung, ya untuk mengitari semua rute atau zona yang ada di Jatim Park 2 membutuhkan energi yang berlipat dan butuh waktu yang cukup lama. Untuk harga tiket disesuaikan dengan rute atau area yang akan dikunjungi.

Saya dan keluarga penasaran dengan Batu Secret Zoo, Museum Satwa, dan Eco Green Park. Tiket ketiga rute tersebut seharga 150.000 rupiah per orang, namun khusus hari senin hingga kamis mendapat diskon 30%. Jadi saya hanya  membayar 105.000 rupiah.

Rute pertama, saya masuk ke Batu Secret Zoo. Area yang dipenuhi bermacam-macam jenis hewan dan berasal dari berbagai negara itu memiliki luas 14 hektar sekaligus dijadikan pusat konservasi, setelah melewati pintu masuk pengunjung akan disambut oleh beragam jenis monyet dan beberapa hewan reptil. Selain itu terdapat aquarium raksasa yang berisi beragam jenis ikan, hewan laut, juga hewan buas macam harimau, singa, jaguar, cheetah, dan buaya.

Pengunjung harus berjalan sesuai jalur yang ditentukan, jangan khawatir tersesat karena pihak pengelola sudah membagi areanya secara tematik dan dibuat satu jalur, serta petunjuk arah yang terpasang di setiap area yang dilewati. Jadi pengunjung dapat menikmati seluruh zona tanpa terlewatkan satu pun. Selain berisi banyak satwa, di Batu Secret Zoo juga dilengkapi fasilitas permainan diantaranya Fantasy Land dan Adventure Land.

Koleksi satwa Batu Secret Zoo

Bagi pengunjung yang sudah tidak kuat berjalan, tersedia e-bike yang merupakanan sepeda listrik yang bisa disewa agar kaki tak pegal ketika mengelilingi Batu Secreat Zoo. Harga sewa e-bike per tiga jam 100.000 rupiah, jadi kalau lewat dari tiga jam maka pengunjung akan dikenakan biaya tambahan. Sepeda tersebut cukup membantu orang tua yang tak kuat lagi berjalan hingga rute berakhir, mengingat masih ada dua rute lagi yang harus diselesaikan.

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore dan masih ada rute Museum satwa dan Eco Green Park yang belum dijelajah. Mengingat waktu yang sudah mepet, dan hari itu juga saya harus kembali ke Surabaya maka terpaksa rute Museum satwa yang berisi hewan yang diawetkan berserta fosil-fisol di skip dulu. Saya langsung menuju Eco Green Park yang katanya lebih menarik dibanding Museum Satwa.

Benar saja, kawasan seluas hampir empat hektar itu suasananya nyaman, asri, dan sejuk. Cocok dijadikan tujuan wisata bersama keluarga. Eco Green Park memiliki 10 zona di antaranya ada Animal Farm, Zona World Parrots atau beragam jenis burung dari penjuru dunia, Music Plaza, bermacam-macam jenis serangga, Jungle Adventure, dan yang paling unik terdapat Rumah Terbalik yang di dalamnya berisi perabotan rumah yang diletakkan terbalik.

Eco Green Park

Selain itu terdapat miniatur Candi Prambanan dan Zona Rahwana Hanoman. Oh ya, di kawasan Eco Green Park juga tersedia e-bike buat pengunjung yang sudah kelelahan berjalan. Menghabiskan waktu seharian sepertinya belum cukup untuk menjelajahi seluruh wahana yang ada di Jatim Park 2, belum lagi Museum Angkut yang katanya punya daya tarik yang tak kalah memikat dibanding museum-museum lainnya. Di sana terdapat sejarah transportasi mulai dari zaman dulu hingga sekarang. Sayang, saya tak sempat melihatnya.

Kota Batu Terus Berbenah

Pemerintah kota Batu optimis jika kota yang 2001 lalu resmi berpisah dari Kabupaten Malang itu punya potensi yang ideal untuk dijadikan sebagai kota tujuan wisata. Selain udara yang dingin dan sejuk, kota yang dipimpin oleh Walikota Eddy Rumpoko terus berbenah agar titel Kota Wisata Batu makin melekat di benak masyarakat.

Salah satu langkah konkret pemkot Batu mewujudkan hal itu yakni pembangunan Jatim Park 3 yang kini sedang berjalan, mengingat tahun 2016 lalu tercatat empat juta wisatawan berkunjung ke kota Apel tersebut. Untuk mengakomodir kebutuhan wisatawan yang terus meningkat maka pembangunan destinasi wisata harus ditambah agar target 4,2 juta wisatawan terpenuhi di tahun 2017 ini, baik lokal maupun mancanegara.

Tak hanya bertumpu di sektor wisata, kota yang berada di bawah kaki Gunung Panderman dan Gunung Arjuna ini memiliki potensi agraria atau agrowisata yang tumbuh subur. Aliran sungai Brantas yang membelah kota seluas 200 km2 mampu menyuplai kebutuhan air masyarakat sekitar, jadi tak heran jika Kota Batu kini menjelma sebagai salah satu kota tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Suatu saat saya harus kembali ke sini bersama keluarga.

Sampai jumpa lagi di kota Batu

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to triadicl Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE