Kiat Sukses Lima Penulis di Buku My Life As Writer

Kata orang bijak, “Pengalaman adalah guru yang paling berharga” karena dari pengalaman kita dapat belajar tentang hal-hal baru dan sebagai bahan pertimbangan dari hal-hal yang telah lalu agar ke depannya menjadi lebih baik lagi. Seperti curahan hati lima penulis sukses yang bercerita tentang perjalana karier mereka dalam buku “My Life As Writer” yang ditulis oleh Haqi Achmad dan Ribka Anastasia Setiawan. Buku ini merangkum kisah lima penulis tanah air secara blak-blakan mulai dari awal mereka meniti karier, prestasi apa saja yang mereka raih serta karya-karya apa saja yang telah mereka lahirkan sehingga nama mereka dikenal sebagai penulis yang eksis dan produktif. Mereka juga akan berbagi tips dan pengalaman mengenai seluk-beluk dunia penulisan, jadi bagi kamu yang hobi menulis atau punya passion di dunia tulis menulis buku ini wajib kamu miliki.

Siapa saja kelima penulis tersebut? pada Bab II buku ini, pembaca akan disapa oleh Alanda Kariza: Penulis Multitalenta. Cewek mungil berkulit putih bersih dengan rambut sebahu ternyata punya ide-ide luar biasa yang dapat menginspirasi kaum muda Indonesia. Pelopor organisasi Indonesia Youth Conferece ini memang memulai karier menulis dan berorganisasi sejak usia muda, buku pertamanya Mint Chocolate Chip terbit saat ia berumur 14 tahun kemudian kumpulan cerpen Vice Versa, The Journey 2 dan yang terbaru DreamCatcher. Alanda juga pernah menjadi spoken person seperti kampanye “Berani Mengubah” yang digagas oleh Coca-Cola Indonesia, menjadi public speaker dibeberapa acara seperti Provocative Proactive di Metro TV, Pecha Kucha Jakarta dan masih banyak lagi prestasi yang ditorehkan cewek yang kini berusia 23 tahun.

Foto: http://luckty.wordpress.com

Sejak kecil, Alanda paling suka dengan pelajaran bahasa Indonesia. Karena kecintaannya pada pelajaran Bahasa Indonesia sehingga ia mengenal jenis-jenis cretive writing lain seperti puisi, prosa, novel dan cerita pendek. Semasa sekolah ia juga aktif dalam kegiatan majalah sekolah, klub jurnalistik, mading dan semua kegiatan yang membuat ia dekat dengan dunia tulis-menulis dilakukannya. Di akhir bab, Alanda berbagi tips buat penulis yang ingin meningkatkan kualitas tulisan. Pertama, banyak membaca “semakin banyak buku yang kamu baca. Semakin banyak kamu tahu mana buku yang bagus, mana yang nggak,” pungkasnya. Menulis menurut Alanda bukan soal bakat, tetapi soal cara seseorang mengekspresikan perasaan dengan nyaman mungkin bagi sebagian orang adalah menulis.

Bab 3 halaman 42, giliran Clara NG: Penulis Produktif yang telah melahirkan banyak buku dan diganjar tiga penghargaan Adikarya Ikapi lewat cerita anak yang ditulisnya. Perempuan lulusan Ohio State University, Colombus, Ohio, USA. Jurusan Interpersonal Communication and Organization dan Linguistik ini mengawali karier penulisannya di tahun 2002 dengan menerbitkan Tujuh Musim Setahun, tahun 2004 lewat penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU), Clara menerbitkan seri Indiana yang diawali dengan buku berjudul Blues. Setahun kemudian ia menerbitkan tiga buku, tahun 2006 ia kembali menulis dua novel hingga 2012 ada enam novel yang Clara tulis. Berawal dari kegemarannya membaca sejak kecil mendorong Clara untuk menulis. Menurutnya proses membaca dan menulis merupakan proses alamiah.

Foto: http://luckty.wordpress.com

“Menulis adalah salah satu sarana yang tepat untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan sesuatu,” kata perempuan yang dalam silsilah keluarganya, belum ada yang menjadi penulis. Clara ingin membuktikan bahwa menulis dapat dijadikan profesi sama ketika ia terbiasa mendengar cita-cita orang ingin menjadi dokter, insinyur atau pilot. Perempuan berkacamata ini pun menyimpulkan, pada dasarnya manusia itu makhluk sosial kita selalu ingin berbagi. Kita bukan seperti kucing yang bisa tinggal sendirian, kita makhluk sosial dengan hierarki yang jelas. Tak lupa Clara berpesan pada penulis pemula agar semangat untuk menulis, kamu harus punya MOTIF untuk memulai menulis. Temukan motif, kenapa kamu menulis? Misalnya kamu punya target ingin menerbitkan tulisan, kamu ingin karyamu dibaca banyak orang atau kamu ingin melihat karyamu menjadi karya laris? Temukan tujuanmu.

Bab selanjutnya ada Dewi Lestari: Penulis Serbabisa. Sebelum dikenal sebagi penulis, Dewi Lestari lebih dikenal publik sebagai seorang penyanyi yang tergabung dalam grup vokal Rida Sita Dewi yang sempat populer di dunia musik tanah air. Perempuan asal Bandung 38 tahun silam ini namanya meroket setelah menerbitkan novel pertamanya Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh. Karya Dewi pun berlanjut di tahun 2002 dengan menerbitkan Supernova: Akar dan tahun 2005 ia melanjutkan seri Supernova dengan judul Petir. Anak keempat dari lima bersaudara yang memulai menulis sejak kelas 5 SD ini selalu berkhayal jika suatu hari di luar sana akan ada satu buku yang bertuliskan namanya, dari khayalan itu ia membeli satu buku kosong dan ia perlakukan sebagai buku pertamanya. Semua yang Dewi khayalkan ia tulis di buku itu dengan tangan.

Foto: http://luckty.wordpress.com

Berbeda dengan kebanyakan anak pada umumnya. Dewi kecil tak suka Pelajaran Bahasa Indonesia, tugas mengarang selama sekolah justru memberinya batasan. Ia lebih suka berkreasi dari sesuatu yang tak ada menjadi ada, menulis sesuai dengan idenya sendiri menjadikan perempuan yang akrab disapa Dee ini lebih nyaman dan tak membuatnya frustasi. Arti menulis untuk seorang Dewi Lestari “Menulis adalah caraku beraktualisasi diri. Menulis adalah medium yang aku pilih untuk berekspresi. Ketika aku punya ide, ketika aku punya cerita, aku ingin membagi cerita itu ke orang lain, dan medium yang aku pakai adalah menulis.” Dewi pun berbagi kiat jika ada yang ingin menjadi penulis, pertama, kamu harus berani gagal. Untuk menjadi penulis akan banyak penolakan yang harus dihadapi. Kedua, berani berhasil, ketiga menjadi pengamat yang baik dan yang terakhir kamu harus jujur dengan diri sendiri.

Masih ada kisah pengalaman hidup dari Farida Susanty: Penulis yang senang berbagi dan Viliant Budi Yogi: Penulis lucu yang sensitif di buku My Life As Writer yang bisa dijadikan inspirasi oleh penulis pemula untuk membangkitkan semangat menulis. Mereka adalah penulis-penulis sukses yang telah banyak melahirkan karya-karya fenomenal dan mereka juga membuktikan jika menulis bukanlah profesi biasa. Menurut Dewi Lestari, penulis adalah profesi yang sangat langgeng dibandingkan industri hiburan atau dunia olahraga, selama fisik dan otak masih mampu bekerja seseorang dapat terus menulis. Bahkan kata Umar Kayam “Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Buku ini memberi dorongan semangat agar penulis pemula atau siapa saja yang punya passion menulis mengikuti jejak sukses mereka atau bahkan melebihi kesuksesan mereka sebagai seorang penulis.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE