Keriuhan Lomba Blog Advan Di Mata Blogger

996668_10154029857778684_4187215117408087721_n

Image by Advan Community

Lomba blog yang diadakan vendor smartphone Advan menuia polemik, saya tahunya kabar itu sejak subuh hari di lini masa Twitter dan sepertinya mulai riuh di kalangan blogger sejak malam atau setelah pengumuman nama-nama pemenang terpampang di Fanpage Facebook resmi Advan, Advan Community.

Banyak yang mempertanyakan keputusan Advan dalam menentukan para pemenang lomba, mulai dari syarat lomba yang tiba-tiba berubah tanpa sepengetahuan peserta, penilaian juri yang tidak transparan, dan beragam kejanggalan-kejanggalan lain yang membentuk opini di kalangan peserta lomba ataupun para blogger bahwa kompetisi blog tersebut adalah settingan.

Sebelumnya saya sempat melihat informasi tentang lomba blog tersebut bulan lalu yang bertema review smartphone terbaru Advan, hadiah yang ditawarkan pun sangat menggiurkan 10 juta rupiah untuk juara pertama, 5 juta rupiah untuk juara kedua, dan 3 juta rupiah untuk juara ketiga. Nominal yang cukup wah untuk ukuran lomba blog jika dibandingkan dengan harga smartphone yang di-review seharga kurang dari dua juta rupiah.

Tapi entah kenapa saat itu saya tak tertarik ikut lomba blog tersebut, hingga akhirnya saya membaca postingan blog milik Andy Hardiyanti yang ditujukan kepada Advan penyelenggara blog review competition yang berisi kekecewaan atas ‘abu-abunya’ lomba blog tersebut. Tulisannya bisa dibaca di sini.

Mungkin jika hadiahnya tak sebesar itu siapapun yang menjadi pemenang tentu tak menjadi masalah, namun peserta lomba blog lain yang menganggap tulisannya jauh lebih berkualitas dan pantas untuk menang jika dibandingkan dengan tulisan para pemenang tentu mereka akan protes dan mencari tahu apakah tulisannya memang layak menang atau sebaliknya.

13245237_10154189114443684_145356783832975070_n

Para pemenang yang menjadi polemik

Saya pun penasaran sedahsyat apa tulisan ketiga pemenang tersebut sehingga mampu menjinakkan hati para juri dan dipilih sebagai pemenang, dan menurut saya jika melihat dari kacamata seorang blogger siapapun yang melihat blog dan membaca tulisan ketiga pemenang tersebut pasti akan diselimuti tanda tanya. Apakah sesederhana itu kriteria postingan blog yang berhadiah belasan juta rupiah?

Tampilan blog yang ala kadarnya tanpa kolom komentar, tanpa akun media sosial dan informasi kontak si pemilik blog pun nihil, jumlah postingan hanya satu itupun tulisan yang diikutkan lomba. Dan hebatnya postingan blog pertama dari ketiga pemenang itu langsung dinobatkan sebagai juara.

Jadi tak heran jika beragam komentar sebagai bentuk kekecewaan bermunculan terkait lomba blog yang diadakan Advan yang juga dikenal sebagai brand lokal smartphone tanah air, mulai dari lomba blog fiktif, para pemenang yang disinyalir sebagai orang Advan itu sendiri, hingga mencoreng kredibilitas brand lokal yang sudah cukup dikenal luas oleh pengguna smartphone.

Advan sebagai penyelenggara lomba seakan tak peduli terhadap kekecewaan peserta yang tampak dari beragam pertanyaan di akun Facebook milik Advan seputar kejanggalan yang tak ditanggapi serius oleh pihak brand yang kini menjalin kerja sama dengan tim asal Spanyol, Barcelona itu. Advan sepertinya tak ingin hiruk-pikuk kompetisi blog berlanjut lebih lama dan berkembang liar dengan memberi jawaban diplomatis namun terkesan apatis.

FireShot Screen Capture advan-tile 01

Beragam komentar bernada kecewa di fanpage Advan

*****

Sebagai seorang blogger yang juga sering mengikuti lomba blog pasti akan merasakan hal yang sama jika mengalami kejadian seperti itu, hasil karya yang dibuat dengan usaha keras dan tak jarang mengorbankan waktu, tenaga, bahkan materi hanya untuk mengikuti lomba yang tak jelas juntrungannya merupakan sebuah keculasan. Brand besar seperti Advan dianggap tak profesional dalam menyelenggarakan kompetisi blog yang notabene diikuti oleh blogger-blogger profesional.

Kini peran blogger dalam perkembangan teknologi informasi ataupun bisnis tak lagi dipandang sebelah mata, sudah banyak perusahaan atau brand-brand besar yang menggandeng blogger sebagai mitra untuk sarana sosialisasi dan promosi yang efektif. Blogger pun mampu menjadi corong suara dan sumber kritik atas hal-hal yang dianggap menyimpang seperti lomba blog Advan yang kini menjadi kontroversi.

Sebaiknya pihak Advan mengklarifikasi jika memang terjadi kekeliruan dalam penentuan pemenang atau memberi jawaban-jawaban yang jelas atas segala pertanyaan peserta seputar lomba blog tersebut agar tak ada lagi dusta di antara kita. Salam Blogger.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to iezul Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE