Kenangan KKN

Membuka kembali foto-foto waktu jaman kuliah enam tahun yang lalu, teringat kenangan indah ketika saya masih menyandang status sebagai mahasiswa. Masa-masa kuliah adalah saat dimana goresan impian dan harapan terukir jelas dalam hati untuk diwujudkan menjadi kebanggaan yang bernama kesuksesan. Tak mudah memang, namun menyerah sebelum berperang sama seperti membiarkan cita-cita hanya sekadar mimpi tanpa pernah menjadi nyata. Saya masih ingat wajah-wajah teman seperjuanganku saat duduk di bangku kuliah, mereka yang berasal dari berbagai daerah, suku, ras dan budaya memiliki kemauan kuat untuk sukses. Kami berjuang bersama demi meraih gelar prestisius SARJANA.

Kenangan paling berkesan saat kuliah ketika saya mengikuti program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang merupakan mata kuliah wajib sebelum naik kejenjang berikutnya, menyusun skripsi. Sejatinya KKN adalah bagaimana ilmu yang telah kita peroleh selama kuliah dapat diaplikasikan di lingkungan masyarakat, mendalami kultur budaya dan adat istiadat tiap daerah sehingga menambah wawasan kita tentang keanekaragaman budaya bangsa.
Lokasi kegiatan KKN saya waktu itu terletak di daerah kebupaten Jeneponto, provinsi Sulawesi Selatan kira-kira berjarak 200-an km dari kota Makassar. Diikuti oleh sekitar 50-an mahasiswa dan terdiri dari beberapa fakultas dan kegiatan dilaksanakan selama dua bulan.

Kenapa kegiatan KKN kali ini sangat berkesan buat saya, karena saat itu saya terpilih sebagai Korcam (koordinator kecamatan). Jabatan yang cukup ‘Wah’ untuk ukuran mahasiswa seperti saya yang punya sepak terjang dalam bidang akademis maupun dalam kegiatan kampus lainnya sangat biasa-biasa saja. Korcam adalah pemimpin yang bertanggung jawab pada kegiatan KKN agar terlaksana dengan aman, lancar dan sukses. Tentu bukan hal yang mudah mengatur beragam karakter mahasiswa dari berbagai latar pendidikan, bahkan ada beberapa mahasiswa senior yang secara usia lebih pantas untuk mengemban jabatan Korcam. Namun hasil voting tidak bisa diganggu gugat, saya harus menerima amanat itu dengan ikhlas.

Banyak ilmu yang saya dapat ketika mengikuti KKN, selain belajar menjadi pemimpin dalam lingkup yang kecil, saya pun mulai tak canggung untuk bertegur sapa dengan para pejabat-pejabat daerah untuk mendiskusikan beragam program kerja yang akan saya dan teman-teman lakukan di daerah tersebut. Tentu saja dengan bimbingan dosen yang bertindak sebagai penanggungjawab selama kegiatan KKN berlangsung. Sebagai Korcam, saya mendapat fasilitas yang ‘lebih’ dibanding Kordes (Koordinator desa), Kordes adalah orang yang bertanggung jawab di area kelurahan/desa karena kabupaten yang kami jadikan lokasi KKN memiliki 11 Kelurahan dan 2 Desa. Saya dapat uang transport dan tinggal di tengah kota. Saya bersama enam orang teman numpang di rumah pak lurah, cukup ramai dan mudah diakses dengan kendaraan umum.

Kebersamaan yang terjalin selama KKN menjadi cerita tersendiri buat saya dan teman-teman. Mungkin karena kami berasal dari berbagai fakultas dan tak saling kenal, namun semuanya berubah menjadi akrab setelah beberapa minggu kami berada di sana dan melakukan berbagai kegiatan program kerja seperti membuat tapal batas kelurahan, mengadakan penyuluhan kesehatan, mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh pejabat daerah setempat, kami bahu-membahu sebagai tim agar kegiatan terlaksana dengan baik. Bahkan saking akrabnya tak jarang diantara mahasiswa hadir benih-benih cinta dan ada istilah cinta lintas fakultas, atau mahasiswa yang jatuh hati dengan gadis atau lelaki yang ada di daerah tersebut. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan.


Mahasiswa juga manusia, butuh hiburan dan liburan untuk menyegarkan pikiran dari rutinitas KKN yang padat. Saya bersama teman-teman pun menjajal beberapa tempat wisata yang ada di daerah tersebut, mendaki gunung, menyusuri pantai dan masih banyak lagi tempat yang indah. Tak terasa sudah dua bulan berlalu meski tak semua program kerja terlaksana dengan baik namun secara keseluruhan kegiatan KKN berjalan dengan sukses. Ini tercermin dari sambutan warga yang antusian pada acara perpisahan yang dirangkaikan dengan laporan pertanggungjawaban selama kami berada di daerah tersebut. Esoknya kami kembali ke kampus dengan segudang cerita dan pengalaman yang menjadikan kami lebih semangat untuk meraih mimpi dan cita-cita.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE