Kejutan Piala Dunia 2018

Piala Dunia kali ini memang penuh dengan kejutan mulai dari terbenamnya juara bertahan Jerman di dasar grup hingga kompaknya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pulang lebih cepat di pehelatan terbesar sepakbola empat tahunan ini.

Pendukung Jerman, Argentina, Portugal, dan Spanyol tentu tak menyangka jika tim kebanggaan mereka pulang lebih cepat di ajang sekelas Piala Dunia. Ini menjadi bukti jika persaingan antara negara-negara yang dikenal sebagai kiblat sepakbola serta negara-negara yang dianggap sebagai tim penggembira pada setiap gelaran Piala Dunia tiba kini tak lagi mudah diprediksi.

Jerman Oh Jerman

Saya pun cukup terkejut saat tahu tim Panser Jerman tersisih lebih awal, bahkan menjadi penghuni dasar klasemen grup F yang dihuni Swedia, Meksiko, dan Korea Selatan dengan torehan tiga poin. Di laga perdana menghadapi Meksiko, tim asuhan Joachim Low memang tampil kurang meyakinkan, meski menguasai jalannya pertandingan namun Meksiko mampu tampil efektik dan mencetak satu-satunya gol di laga tersebut.

Meski mampu bangkit di pertandingan kedua melawan Swedia, bahkan Mezut Ozil dkk tampil gemilang dengan melakukan comeback 2-1 setelah tertinggal lebih dulu memunculkan asa Jerman untuk lolos ke babak selanjutnya. Namun sayang penampilan impresif Jerman tak berlanjut di laga terakhir saat berhadapan dengan Korea Selatan di Kazan Arena.

Entah karena terlalu bernafsu menang atau menganggap remeh lawan berujung petaka ketika dua tim beda peringkat FIFA yang cukup jauh itu (Jerman peringkat satu) dimenangkan Korea Selatan yang berada di peringkat 57 dunia dengan skor 2-0. Kekalahan tersebut membuat Jerman tersisih di ajang Piala Dunia serta menambah daftar kutukan juara bertahan yang gagal lolos dari fase grup.

Di dua edisi Piala Dunia sebelumnya ada Italy yang juara tahun 2006 dan Spanyol juara tahun 2010 yang sama-sama bertitel juara bertahan namun terhenti di fase grup pada gelaran Piala Dunia empat tahun berselang. Jerman yang juara tahun 2014 lalu pun mengikuti jejak Italy dan Spanyol, gagal lolos ke babak 16 besar pada Piala Dunia 2018.

Kompaknya Messi dan Ronaldo

Persaingan mega bintang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo tak hanya terjadi di antar klub, di level timnas pun keduanya kerap disandingkan untuk menentukan siapa pesepakbola terbaik di jagat raya ini.

Sejak awal bergulirnya Piala Dunia 2018 bahkan di dua edisi Piala Dunia sebelumnya nama Messi bersama Argentina dan Ronaldo bersama Portugal memang selalu menjadi perhatian para penikmat dan pencinta sepakbola, apalagi kalau bukan sepak terjang keduanya yang bergelimang sukses bersama klub masing-masing namun selalu melempem saat bermain untuk timnas.

Kredit khusus diberikan untuk Cristiano Ronaldo setelah membawa Portugal juara Eropa tahun 2016 setelah di final mengalahkan tuan rumah Perancis dengan skor tipis 1-0. Tentu itu menjadi pencapaian terbaik pemain 33 tahun tersebut jika dibandingkan Lionel Messi yang hingga kini belum mempersembahkan gelar bergengsi untuk timnas Argentina. Prestasi terbaik La Pulga selama memperkuat timnas Argentina sejak tahun 2005 hanya medali emas Olimpiade 2008.

Tersingkirnya Argentina buat saya bukanlah hal yang mengejutkan. Sebelum gelaran Piala Dunia 2018 beragam kontroversi mewarnai perjalanan Albiceleste bersama pelatihnya Jorge Sampaoli. Mulai dari tak menyertakan Mauro Icardi pencetak gol terbanyak Serie-A dengan 29 gol, tak punya komposisi pemain serta formasi yang jelas menjadikan permainan Argentina tak berkembang.

Hal tersebut tampak sejak awal Piala Dunia tahun ini. Di laga pertama, Argentina hanya bermain imbang 1-1 melawan Islandia lalu dibantai 3-0 oleh Kroasia, meski menang tipis saat berhadapan dengan Nigeria menjadikan Argentina sebagai runner-up grup D dan harus berhadapan dengan Perancis yang berstatus juara grup C. Hasilnya, Argentina keok 4-3.

Untuk Portugal, perjalanan Ronaldo cs di fase grup cukup meyakinkan. Mampu menahan imbang Spanyol 3-3 lalu menang tipis atas Maroko dan seri saat berhadapan dengan Iran sudah cukup bagi Selecao untuk lolos ke babak 16 besar menemani Spanyol yang berstatus sebagai juara grup.

Namun di babak 16 besar Portugal harus berhadapan dengan Uruguay yang sedang on fire, belum tersentuh kekalahan sejak laga perdana Piala Dunia dan gawangnya masih perawan menjadi modal berharga Luiz Suarez dkk. Hasilnya, Portugal kalah 2-1 dan harus pulang lebih awal.

Prediksi

Sajak babak 16 besar saya sudah prediksi Argentina dan Portugal akan pulang lebih awal mengingat lawan yang mereka hadapi sejauh ini tampil impresif dan layak disebut calon juara Piala Dunia 2018. Saat tulisan ini diterbitkan masih tersisa dua laga di babak 16 besar yang belum bertanding, yakni Swedia kontra Swiss dan Kolombia melawan Inggris.

Swedia dan Inggris tentu lebih layak lolos ke babak perempatfinal, namun sekali lagi Piala Dunia kali ini akan kulit ditebak. Namun saya lebih memilih Swedia dan Kolombia yang lolos ke babak selanjutnya. Alasannya, Swedia mampu juara grup F yang juga dihuni oleh Jerman, Meksiko, dan Korsel. Sedangkan Kolombia yang juga juara grup H punya kualitas pemain dan kekompakan tim  yang rata di semua lini.

Untuk tim yang lolos ke babak semifinal, saya menjagokan Perancis, Brasil, Kroasia, dan Kolombia sebagai kontestan semifinalis Piala Dunia 2018. Lalu yang layak masuk final saya mendukung Brasil kontra Kroasia dan Brasil yang keluar sebagai pemenang. Kalau prediksi anda?

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE