Kapurung Kuliner Unik, Segar, Dan Mengenyangkan

Makanan yang satu ini memang tak sepopuler coto Makassar, konro, atau sop saudara yang mudah ditemukan hampir di setiap jalan-jalan kota Anging Mammiri. Namun untuk rasa, kapurung menawarkan sensasi yang berbeda.

Awalnya kapurung merupakan makanan tradisional dari kabupaten Luwu termasuk di dalamnya warga yang berasal dari kota Palopo, Luwu Timur, dan Luwu Utara daerah yang berjarak kurang lebih 370 KM dari kota Makassar. Seiring waktu, makanan berbahan dasar sagu ini mulai merambah berbagai daerah di Sulawesi Selatan, khususnya kota Makassar yang kini semakin banyak ditemukan rumah makan yang menyajikan kapurung sebagai menu andalan.

Selain kapurung terdapat beberapa makanan khas Tana Luwu yang menggunakan sagu sebagai bahan utama, seperti dange dan bagea. Sagu dalam bahasa Tae’ (bahasa yang digunakan di Palopo) disebut juga tabaro mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional di kota tersebut, dijual dalam wadah yang terbuat dari anyaman daun sagu berbentuk tabung dengan ukuran besar dan kecil. Namun ada juga pedagang yang menjualnya secara literan jika ingin membelinya dalam jumlah sedikit.

Rumah Makan Citarasa Palopo merupakan salah satu tempat kuliner yang menyajikan beragam makanan khas dari kabupaten Luwu, seperti lawa makanan yang terbuat dari bunga pisang atau pakis serta ikan yang dimasak dengan asam, ongol-ongol, lanya’, dange, bagea, dan tentu saja kapurung yang menjadi menu favorit. Letak rumah makan tersebut berada di balik bangunan dan berdampingan dengan rumah sakit ibu dan anak, cukup mudah menemukan rumah makan tersebut.

Memesan satu porsi kapurung butuh waktu sekitar 15 menit, cukup lama memang mengingat cara pembuatan dan campuran bahannya harus benar-benar diperhatikan untuk mendapat cita rasa seperti di tempat asalnya, menunggu pun jadi tak terasa karena rumah makan tersebut sudah dilengkapi AC. Setelah pesanan kapurung datang, jangan lupa mengabadikan gambarnya menggunakan ASUS Zenfone 3 Max ZC553KL yang kameranya memiliki teknologi PixelMaster.

Dengan teknologi tersebut tersedia beragam mode pengambilan gambar, seperti Manual mode, HDR Pro, Low Light, Night, Beautification, Panorama, Time Lapse, Selfie, effect, QR code. Dan yang paling saya suka adalah Super Resolution Mode, yang bisa meningkatkan kualitas foto hingga resolusi 64 MP. Namun untuk mendapatkan hasil foto yang lebih natural, saya lebih sering menggunakan mode auto pada Zenfone 3 Max. Seperti foto di bawah ini yang hasilnya pun cukup memuaskan.

Kapurung

Pugalu (sebutan lain dari kapurung) kaya akan gizi dan mengenyangkan karena selain terbuat dari sagu yang mengandung karbohidrat juga dicampur dengan ikan, daging ayam, daging merah yang kaya akan protein, udang, serta beragam sayur-sayuran. Seperti kacang panjang, jagung manis, jantung pisang, kangkung, bayam, dan sayur hijau lainnya.

Yang unik dari kapurung karena menggunakan asam patikula yang dicampur pada proses pembuatan kuahnya untuk memberikan rasa asam dan segar saat disantap. Selain itu bisa juga ditambah perasan jeruk nipis dan sambal untuk melengkapi cita rasa kecut dan pedasnya, sangat cocok dijadikan teman santap siang atau pun dinikmati saat cuaca dingin.

 

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel

 

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to Tanjungbungo.com Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE