Kampoengku

Rasa rindu itu seketika membayangi perasaan yang sedang galau. Rindu dengan suasana pedesaan yang kental, rindu dengan hawa segar yang belum terjamah oleh keburaman kota, rindu dengan keramahan penduduk sekitar yang selalu mengumbar senyum. Sungguh perasaan rindu yang sulit untuk dilepas atau untuk sekedar diobati. Masih terngiang jelas hamparan padi yang hijau bagai permadani yang indah, deru suara kereta api yang menyambar secepat angin dan menerbangkan rumput serta alang-alang. Suasana yang tidak tiap saat bisa dinikmati dan diresapi keberadaannya. Desa itu masih asri dengan sejuta keindahan yang alami, suasana yang sunyi dan tenang tanpa deru suara kendaraan dan polusi yang merajalela.

Raga ini tak pernah bosan dengan keadaan itu, bahkan selalu merindukan kehadiran suasana itu. Desa yang melukiskan indahnya ciptaan Tuhan yang belum terjamah oleh tangan jahat manusia, yang hanya bisa merusak dan merugikan makhluk Tuhan yang lain. Berharap ketika aku kembali ke desa ini sepuluh tahun lagi, tak ada yang berubah. Keindahan, kealamian, keramahan, dan keeksotikannya tetap terjaga, karena alam akan menyayangi kita bila kita turut melestarikan anugerah Tuhan yang indah ini.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE