Juventus Vs Inter, La Beneamata Berburu Kemenangan Perdana

Januari 2014 menjadi bulan yang berat untuk Inter Milan. Dari empat laga di Serie A skuat asuhan Walter Mazzarri hanya meraih dua poin hasil dari dua kali imbang dan dua kali kalah. Inter kini berada di posisi lima klasemen sementara Serie A dengan 33 poin, berjarak 11 poin dari Napoli yang nangkring di posisi tiga batas akhir tiket Liga Champions. Empat laga tanpa sekalipun memetik kemenangan tentu menjadi pekerjaan rumah yang tak ringan buat Walter Mazzarri, Nerazzurri seakan belum bisa lepas dari krisis. Performa gemilang Palacio dan kawan-kawan diawal musim perlahan redup dan Inter mulai terpental dari jalur perebutan scudetto musim ini.

Presiden Erick Thohir sadar dengan periode sulit yang dialami Inter sehingga cukup rasional jika sang presiden hanya menargetkan La Beneamata finish di posisi empat atau cukup puas berlaga di liga Europa, liga kasta kedua di bawah liga Champions. Namun melihat performa Il Biscione di paruh kedua musim ini yang belum pernah meraih tiga angka, tentu pemain harus kerja ekstra keras agar bisa merealisasikan target empat besar di akhir musim. Inter butuh pemain baru untuk mendongkrak performa tim yang kini sedang anjlok. Presiden Thohir yang digadang-gadang membawa angin segar dengan kucuran dana melimpah ternyata masih adem-adem saja di bursa transfer.

Presiden Thohir sangat berhati-hati dalam menentukan kebijakan transfer pemain mengingat kondisi keuangan Inter sejak diambil alih dari Massimo Moratti belumlah stabil. Inter lebih memilih opsi meminjam atau menukar pemain incaran ketimbang membeli pemain dengan dana tunai. Namun polemik terjadi ketika Inter ingin menukar Fredy Guarin dengan striker Juventus, Mirko Vucinic. Pendukung garis keras Inter (ultras) menentang pertukaran pemain tersebut dengan alasan Guarin yang menjadi pilar tim dengan performa yang sedang menanjak ditukar dengan striker berusia 30 tahun yang kerap cedera dan lebih sering duduk di bangku cadangan.

http://www.genesisbet.com

Suporter Ultras Inter sampai harus memberi pernyataan resmi untuk sang Presiden agar membatalkan rencana pertukaran kedua pemain, dan negosiasi yang tinggal selangkah lagi menemui kata sepakat akhirnya digagalkan oleh presiden Thohir. Permasalahan tak berhenti sampai di situ, kubu Juventus melayangkan protes keras dan menganggap Inter tak profesional. Guarin pun dikabarkan kecewa dengan pembatalan sepihak manajemen Inter dan tetap bersikukuh untuk pindah ke klub lain. La Beneamata kini berada pada periode sulit, performa tim yang tak kunjung membaik berujung pada mental pemain yang kendur dan tentu akan berdampak pada penampilan tim di lapangan.

Pekan ke 22 liga Italia, Inter akan bertandang ke Juventus Stadium menantang sang pemuncak klasemen sementara Serie A. Tuan rumah yang sedang on fire dan belum terkalahkan dalam 13 laga (12 kemenangan, 1 imbang) akan menjamu tim yang dalam empat laga di Serie A dan satu laga di Coppa Italia tanpa sekalipun memetik kemenangan, tentu ini akan menjadi ujian berat bagi Walter Mazzarri. Dipertemuan pertama Inter mampu menahan imbang Juventus 1-1 bahkan Inter sempat unggul lebih dulu berkat gol Mauro Icardi sebelum disamakan oleh Arturo Vidal. Inter masih akan bertumpu pada Rodrigo Palacio dan Diego Milito untuk membongkar pertahanan Bianconeri dan disokong oleh gelandang serang Ricky Alvarez yang berduet dengan Saphir Taider untuk mengatur tempo permainan.

Pemain anyar Inter, Danilo D’Ambrosio yang didatangkan dari Torino dan berposisi sebagai full back kemungkinan besar masuk dalam skuat yang akan dibawa oleh pelatih Walter Mazzarri ke markas Juventus. Laga Juventus kontra Inter Milan yang dikenal dengan Derby d’Italia akan menyajikan duel klasik sarat gengsi dan emosi, Nyonya Tua akan berusaha meraih tiga angka agar menjauh dari kejaran AS Roma. Sedangkan si Ular Raksasa coba memutus rentetan hasil buruk selama Januari 2014 dengan meraih kemenangan dan menjaga persaingan di posisi lima besar klasemen sementara Serie A. Kita lihat saja, apakah Inter mampu meraih kemenangan perdana dan bangkit dari keterpurukan atau sebaliknya, Juventus yang kian kokoh dan nyaman berada di puncak klasemen jika berhasil mengamankan tiga poin di rumah sendiri.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE