Juventus vs Inter, Duel Panas Tim Papan Atas

Derby d’Italia kembali digelar pada pekan ke-16 Serie A, Juve akan menjamu pemuncak klasemen Internazionale di Allianz Stadium. Mampukah Le Zebre meredam keganasan si Ular Besar atau malah Si Zebra yang akan jadi korban selanjutnya.

Musim ini Inter tampil impresif dan ganas, menyandang status sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga pekan 15 Serie A membuat rival-rival harus waspada jika berhadapan dengan Mauro Icardi dkk. Nerazzurri yang pekan lalu melumat Chievo Verona 5-0 seolah memberi warning bagi tim-tim pesaing bahwa kini Inter memasuki era baru bersama allenatore Luciano Spalletti. Maklum saja, sudah beberapa musim ini Performa Inter selalu angin-anginan, bahkan dalam dua musim terakhir La Beneamata dipimpin tiga pelatih yang berbeda.

Musim ini di bawah racikan tangan dingin Luciano Spalletti, Inter seolah menemukan jati diri dan kembali ke habitatnya sebagai tim besar yang punya mental juara. Permainan menyerang dengan penyelesaian akhir yang menawan membuat Inter menjadi tim dengan daya serang yang mematikan, tak hanya itu lini belakang pun sangat kokoh dengan kolaborasi pemain sarat pengalaman dan pemain muda penuh talenta membuat gawang Inter menjadi salah satu tim yang sulit dibobol lawan.

Pemain Kunci Inter Musim Ini

Apiknya permainan Inter musim ini tak lepas dari performa beberapa pemain yang tampil impresif dan menyita perhatian, hal tersebut membuat kerja Luciano Spalletti semakin mudah dalam menentukan taktik di setiap laga. Yang pertama tentu saja sang kapten Mauro Icardi. Musim ini jadi musim kelimanya berseragam Biru Hitam, dalam kurun waktu tersebut sang bomber telah mengoleksi 94 gol dan membuatnya masuk dalam daftar 10 besar pencetak gol terbanyak Nerazzurri.

Penampilan gemilang suami dari model Wanda Nara tersebut membuat banyak tim-tim besar jatuh hati, Real Madrid dan Barcelona menjadi tim yang santer diberitakan siap memboyong pemain berusia 24 tahun itu musim dingin nanti. Namun sejauh ini Icardi masih menyatakan kesetiaannya berseragam Inter bahkan untuk jangka waktu yang lama.

Pemain selanjutnya yang mejadi kunci sukses Inter musim ini adalah Ivan Perisic. Tak heran jika musim lalu MU mati-matian mengejar pemain asal Kroasia ini, dan keputusan Perisic untuk bertahan dan tampil brilian seolah menjadi jawaban atas harga pemain tersebut yang pantas dibayar mahal. Musim lalu MU hanya menawar Perisic tak lebih dari 40 juta pound namun Inter tetap bertahan di angka 50 juta pound bagi klub yang ingin meminang pemain berusia 28 tahun tersebut.

Syukurlah MU enggan menaikkan tawaran sehingga Inter punya alasan untuk tidak menjual Perisic, coba banyangkan jika MU menyanggupi harga 50 juta pound dan Perisic bermain gemilang seperti sekarang ini betapa menyesalnya Inter.

Keputusan Perisic untuk bertahan juga tak lepas dari peran Luciano Spalletti yang mengatakan akan memoles Perisic menjadi pemain kelas dunia, buktinya pun terlihat musim ini. Hattrick-nya ke gawang Chievo menambah koleksi golnya jadi tujuh serta enam assists dan menjadikan mantan pemain Vfl Wolfsburg itu sebagai gelandang tersubur Inter hingga pekan ke-15.

Milan Skriniar jadi pemain kunci Inter selanjutnya yang awalnya dianggap sebagai pembelian kurang meyakinkan musim panas lalu. Nerazzurri harus menebus pemain asal Slovakia tersebut dengan banderol 23 juta euro, bukan harga yang murah untuk pemain berusia 22 tahun dan belum pernah membela tim besar. Kehadirannya semula akan dijadikan pelapis duet Jeison Murillo dan Joao Miranda, namun hengkangnya Murillo seolah jadi jimat keberuntungan Skriniar. Dipercaya sebagai tandem Joao Miranda, Milan Skriniar menjelma sebagai salah satu bek muda masa depan milik Inter.

Lihat saja statistiknya dari 15 pertandingan yang sudah dilakoni, duet Skriniar Miranda jadi tembok kokoh di lini belakang Inter yang baru kebobolan 10 kali. Selain itu, memiliki badan kekar dan tinggi 187 cm membuatnya sangat tangguh saat duel darat dan udara. Kemampuannya mencetak gol pun lumayan, yang terbaru ia turut menyumbang gol saat Inter pesta 5 gol ke gawang Chievo. Kini ia mengoleksi 3 gol dalam 15 penampilan.

Juventus Ujian Inter Sesungguhnya

Pekan ini Mauro Icardi dkk akan bertandang ke Allianz Stadium markas Juve pada giornata 16 Serie A. Tentu bukan laga yang mudah mengingat Juventus punya bekal positif setelah mengalahkan Napoli 0-1 dan menghentkan laju tak terkalahkan Partenopei. Permainan Juve awal musim ini memang tak secemerlang musim lalu, namun perlahan Bianconeri menemukan ritme permainannya dan tampil konsisten dengan raihan dua kemenangan beruntun sejak dikalahkan Sampdoria 3-2 pada giornata 13.

Namun Inter juga punya bekal yang tak kalah mentereng kala bertandang ke markas Juventus. Berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara, datang sebagai tim yang belum tersentuh kekalahan, dan punya catatan oke saat berhadapan dengan tim-tim besar membuat Inter cukup percaya diri kala melakoni laga yang disebut juga derby d’italia. Tak seperti musim sebelumnya, musim ini Inter selalu bisa meraih poin saat bertemu dengan tim-tim besar.

Dimulai saat menjungkalkan AS Roma 3-1 di pekan kedua Serie A lalu menggebuk Milan 3-2 dan menahan imbang Napoli 0-0. Laga kontra Juventus sejatinya menjadi ujian sesungguhnya bagi pasukan Luciano Spalletti, bukan saja karena Bianconeri sebagai peraih enam scudetto beruntun sejak 2011 silam namun juga sebagai pembuktian bahwa performa cemerlang Inter musim ini bukanlah sebuah kebetulan.

Di laga ini juga dua striker terbaik asal Argentina akan unjuk kemampuan, Mauro Icardi jelas lebih diunggulkan berkat torehan 16 gol dalam 15 penampilan. Sedangkan Gonzalo Higuain sempat kesulitan menemukan bentuk permainan di awal musim namun perlahan sudah konsisten mencetak gol, 9 gol jadi bukti jika Higuain masih punya taji dan selalu menjadi andalan lini depan Juventus.

*****

Patut dinantikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang di laga yang bertajuk derby d’italia kali ini, kedua tim punya performa yang sama-sama apik dan juga punya komposisi pemain dengan kondisi terbaik. Namun ada hal yang lebih menarik dari sekadar laga dua tim besar yang bergelimang gelar dan meraih tiga angka, yakni harga diri dan gengsi. Inter dan Juve sudah berada di jalan yang benar sebagai pesaing dalam perebutan scudetto, pencapaian masa lalu pun seolah jadi pemantik api ketika skandal calciopoli menodai liga tertinggi negeri Pizza tersebut. Juve pun jadi aktor yang tersakiti sehingga harus terdegradasi.

Di setiap laga Juve kontra Inter, kisah kelam masa lalu itu selalu jadi bahan olok-olok fans kedua tim lewat aksi koreografi serta yel-yel kebencian dan caci maki. Tak terkecuali laga nanti, suporter Juve selalu punya cara tersendiri untuk menyampaikan rasa sakit hati karena tak terima gelar scudetto-nya “direbut” Inter akibat skandal calciopoli sedangkan fans Inter membalasnya dengan rasa bangga karena tim kesayangannya menjadi satu-satunya tim Serie A yang belum pernah merasakan pahitnya berlaga di Serie B. Kita tunggu saja suporter siapa yang akan tertawa di akhir laga, Juventus atau Internazionale.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE