Jelang Kick Off Pernikahan

Sebelum peluit kick off pernikahan dibunyikan oleh penghulu beserta wali dan saksi nikah yang Insya Allah akan dilaksanakan tak lama lagi (ciyee), ada prosesi lamaran yang merupakan ajang pemanasan sekaligus sebagai sesi perkenalan dua keluarga sebelum akhirnya menyatu dalam ikatan kekeluargaan yang hakiki. Sejatinya lamaran itu bukan hanya sekadar saling mengenal namun di acara itu kedua keluarga akan coba menyatukan persepsi, berkolaborasi, dan menyepakati segala macam rangkaian acara yang akan digelar mulai dari akad nikah hingga resepsi atau perjamuan. Setiap daerah punya prosesi lamaran yang berbeda-beda mengikuti adat istiadat dan kebiasaan nenek moyang, namun inti dari acar itu tetaplah sama sebagai ajang perkenalan bagi dua keluarga sebelum melanjutkan ke acara sakral yaitu pernikahan.

Ibarat dalam sepak bola, sebelum menggelar pertandingan resmi apalagi laga yang bertajuk partai final yang mempertemukan dua tim raksasa dan masing-masing punya pendukung yang banyak, persiapan sebelum melangsungkan pertandingan wajib dilakukan oleh sang tuan rumah. Menata rumput lapangan, merenovasi fasilitas stadion hingga meningkatkan kualitas pelayanan bagi penonton yang akan hadir menyaksikan serunya laga. Begitupun dengan sebuah pernikahan, meski melibatkan dua keluarga namun tujuan mereka bukan untuk berduel atau bersaing menjadi yang terbaik, tapi dua keluarga tersebut akan bersatu, bekerja sama sebagai sebuah tim yang solid agar seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik.

Ujian pertama sebelum menuju ke acara puncak (akad nikah) tentu ada prosesi lamaran. Keluarga dari pihak laki-laki berkunjung ke kediaman perempuan untuk bersilaturahmi, saling mengenal sehingga terjalin keakraban yang erat. Acara lamaran sebenarnya merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya yaitu perwakilan dari keluarga laki-laki untuk menyampaikan niat baik bahwa sang laki-laki ingin melamar sang perempuan, setelah keluarga dari pihak perempuan setuju menerima lamaran itu maka dilanjutkan ke acara lamaran yang melibatkan seluruh keluarga dari kedua calon pengantin. Terdengar simpel namun pelaksanaan di lapangan selalu penuh dengan “kejutan” yang tidak terduga.

Jelang kick off pernikahan banyak hal yang harus diselesaikan, sepanjang malam pikiran menerawang ke mana-mana membuat hal yang semestinya sederhana menjadi rumit hingga terlelap menjadi sulit. Mungkin itu sebagian dari latihan agar dua sejoli itu benar-benar tangguh saat menyelami lika-liku kehidupan berumah tangga, seperti pemain bola yang melakukan pemanasan sebelum berlaga pada sebuah pertandingan agar tampil prima dan terhindar dari cedera. Laga krusial itu bernama pernikahan yang akan menentukan langkah dua manusia agar bisa berlanjut ke fase berikutnya, jika ingin mencapai final kehidupan yang bahagia tentu persiapan matang mutlak dilakukan jangan sampai tergelincir dan didiskualifikasi di tengah jalan. 

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE