Inter vs Juventus, Saatnya Tuan Rumah Menang

053984700_1431680165-intermilan-vs-juventus-logo-ari-150516b

Giornata delapan Serie A mempertemukan Inter dan Juventus yang akan digelar di Giuseppe Meazza. Inter yang sudah melewatkan dua laga terakhir Serie A tanpa kemenangan saat diberondong empat gol kala bertemu Fiorentina dan bermain imbang 1-1 ketika bersua Sampdoria tentu ingin tampil trengginas, skuat Biru Hitam harus tampil ofensif demi mengamankan tiga angka agar tetap nyaman di papan atas.

Nerazzurri kini bertengger di peringkat dua dengan koleksi 16 poin, sedangkan Juventus meski dua pekan lalu mengalahkan Bologna 3-1 namun hasil itu belum mampu mendongkrak posisi si Nyonya Tua di table klasemen, Bianconeri masih tertahan di urutan 12 dengan delapan poin atau terpaut 10 poin dari pemuncak klasemen sementara, Fiorentina.

Laga Inter kontra Juventus yang dikenal juga dengan derby d’Italia meski belakangan ini Interisti tak setuju jika laga tersebut dijuluki derby d’Italia mengingat duel dua raksasa Italia tersebut hanya menyisakan Inter sebagai satu-satunya peserta liga Serie A yang belum terdegradasi ke Serie B.

Sebagai catatan Juventus merasakan atmosfer liga kasta kedua di daratan Italia ketika dinyatakan bersalah atas skandal pengaturan skor (calciopoli) pada tahun 2006 silam, meski hingga kini kasus tersebut masih sering diperdebatkan. Skandal calciopoli pun digadang-gadang sebagai penyebab utama merosotnya pamor Serie A sehingga sulit bersaing dengan liga-liga top Eropa, semisal EPL, Liga Spanyol bahkan Liga Jerman.

Jumlah penonton yang menurun drastis, berkurangnya nilai sponsor dan hak siar membuat pemain-pemain bintang harus berpikir dua kali untuk berkarier di negeri mode tersebut. Hal itu membuat klub-klub Italia tak mampu berbicara banyak di pentas Eropa jika hanya mengandalkan pemain asli Italia atau pemain binaan yang minim jam terbang.

Terakhir kali klub Italia berjaya di Eropa sejak calciopoli mencuat yaitu pada musim 2009/2010 ketika Inter merengkuh trofi Liga Champions. Juventus yang menjadi finalis Liga Champions musim lalu berpeluang mengembalikan kejayaan Italia namun sayang anak asuhan Massimiliano Allegri kalah 3-1 dari Barcelona.

Terlepas dari segala kontroversi, duel Inter vs Juventus tetap layak ditunggu oleh jutaan pasang mata khususnya suporter kedua tim yang akan memadati stadion Giuseppe Meazza pada Minggu (18/10/2015). Menilik statistik pertemuan kedua tim di Serie A yang sudah digelar sebanyak 191 kali, La Beneamata hanya menang 57 kali dan 48 di antaranya berakhir imbang.

Bahkan sejak November 2012 Mauro Icardi dkk sudah kalah tiga kali dan dua lainnya berakhir imbang. Jadi tak heran jika Roberto Mancini menganggap pertemuan dengan Juventus kali ini selain untuk mengamankan tiga poin juga memupus dominasi Bianconeri yang selalu menyulitkan perjalanan Inter di jalur scudetto.

308839_derby-milan-berakhir-imbang_663_382

Mauro Icardi andalan Inter di lini depan (Foto: viva.co.id)

Inter masih mengandalkan sang kapter Mauro Icardi sebagai ujung tombak di lini depan yang kemungkinan besar diapit oleh Stevan Jovetic yang mulai pulih dari cedera serta Ivan Perisic yang pekan lalu mengantarkan timnas Kroasia lolos ke Piala Eropa 2016. Di lini tengah Felipe Melo, Fredy Guarin, dan Kondogbia akan mengatur ritme permainan Inter. Sedangkan di lini belakang duet Murillo dan Miranda akan ditopang oleh Telles dan Devide Santon sebagai wingback kanan dan kiri.

Kedua tim akan tampil menyerang demi meraih kemenangan, meski rekor pertemuan masih memihak sang tamu namun hal itu tak menyurutkan semangat tuan rumah untuk mengamankan tiga angka, dengan dukungan puluhan ribu suporter fanatik diharapkan permainan Inter bisa lebih menarik demi hasil positif dan memperbaiki statistik pertemuan agar lebih baik. Forza INTER.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE