Inter Mencari Celah Untuk Bangkit

244931-800

Selebrasi gol pemain Inter kala kontra Capri (inter.it)

Laju impresif Inter sejak awal musim 2015/2016 membuat Mauro Icardi dkk sempat merasakan hangatnya puncak klasemen selama empat pekan, namun hingga paruh kedua Serie A bergulir performa La Beneamata perlahan semakin kendur, bahkan mulai tercecer dari persaingan gelar scudetto musim ini.

Target klub milik pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir ini memang bukan mengejar trofi juara tapi minimal finish di posisi tiga yang berarti tiket berlaga di Liga Champions yang beberapa musim terakhir hanya menjadi sebuah mimpi.

Berbekal skuat yang mumpuni dan dihuni pemain-pamain berkualitas serta penampilan yang mengesankan di awal musim, lima kemenangan beruntun dicatat Inter salah satunya saat mengalahkan rival sekota AC Milan dengan skor 1-0 menjadikan skuat Biru Hitam sebagai tim favorit juara.

Memasuki giornata 22 tim asuhan Roberto Mancini masih konsisten di papan atas, meski kini posisinya turun ke peringkat empat dengan koleksi 41 poin. Setelah sukses menghentikan perlawan Napoli 0-2 di perempat final Coppa Italia, laju positif Inter tertahan di lanjutan Serie A ketika Nerazzurri diimbangi tim penghuni zona degradasi Carpi 1-1. Alhasil Inter hanya menang tiga kali dari delapan pertandingan terakhir.

Situasi tersebut tentu menjadi beban buat sang Allenatore, Mancio dituntun untuk segera mengembalikan performa anak asuhnya ke level terbaik. Meski menyatakan sikap tenang dan berjanji untuk segera membawa Inter keluar dari periode buruk, namun hasil-hasil minor yang ditorehkan Ular Raksasa belakangan ini memunculkan beragam spekulasi jika masa bakti Mancini menukangi Inter akan berujung pemecatan.

244945-800

Roberto Mancini (inter.it)

Juventus Vs Inter, 1 Leg Coppa Italia

Misi Inter untuk bangkit diadang Juventus saat kedua tim bertarung di ajang semifinal Coppa Italia, leg pertama akan digelar di Juventus Stadium sedangkan leg kedua akan berlangsung di Giuseppe Meazza pada 3 Maret mendatang.

Juventus yang awal musim sempat tertatih kini perlahan bangkit, sebelas kemenangan beruntun diraih Bianconeri membuat Paul Pogba dkk kini duduk manis di posisi dua klasemen, hanya berjarak dua poin dari pemuncak klasemen sementara, Napoli.

Coppa Italia menjadi ajang ideal bagi Inter untuk meraih trofi andai tak bisa mengunci gelar scudetto musim ini, mengingat persaingan Serie A begitu ketat dan hanya tim yang bermental juara dan tampil konsisten yang bisa meraih titel prestisius di ranah Italy tersebut.

Berkaca dari penampilan Inter kala ditahan imbang Carpi, banyak yang pro dan kontra tentang strategi yang diterapkan pelatih Roberto Mancini yang tak memiliki skema formasi yang baku. Hampir di setiap laga Mancio selalu menurunkan skuat dan formasi yang berbeda, alih-alih membuat permainan sullit ditebak oleh tim lawan. Strategi tersebut malah menimbulkan inkonsistensi permainan, pemain jadi sulit mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena tak tampil reguler.

Laga kontra Juventus tengah pekan ini bisa dipastikan Mancini akan kembali merombak skuat, nama-nama yang tak diturunkan pada laga melawan Capri seperti Juao Miranda, Gary Medel, Geoffrey Kondogbia diyakini akan mengisi starting line up. Sedangkan nama-nama pemain inti seperti Samir Handanovic, Jeison Murillo, Alex Telles, Perisic, dan Ljajic akan tetap menjadi andalah Mancini pada laga nanti.

Melawan Juventus yang mendominasi scudetto empat musim berturut-turut tak membuat Inter gentar, motivasi pemain skuat Biru Hitam saat berhadapan dengan tim-tim besar bahkan semakin meningkat. Lihat saja saat mengalahkan Milan dan Roma dengan skor 1-0 di liga Serie A, menyingkirkan Napoli 0-2 dari Coppa Italia menjadi bukti jika mental Nerazzurri cukup meyakinkan ketika bersua tim-tim mapan.

Namun perlu dicatat, Inter kadang kerepotan meladeni permainan lawan yang kerap bermain defensif dan mengandalkan serangan balik, terbukti saat Inter ditahan imbang Carpi, Atalanta, Palermo. Melawan Juventus yang tak ingin malu saat tampil di kandang, tentu inisiatif penyerangan akan diperagakan oleh tuan rumah, bisa jadi kali ini Inter yang dipaksa bermain bertahan dan sesekali melakukan serangan balik cepat.

Apapun itu laga Juventus vs Inter akan menyajikan permainan seru dan aksi adu skiil menawan dari pemain kedua tim, Inter yang sedang mencari celah untuk bangkit akan menargetkan Juventus sebagai korban pertama. Forza Inter.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE