Inter Main Menyerang Dan Menang

291395-800

selebrasi gol Icardi (inter.it)

Inter meneruskan tren positif di lanjutan Serie A setelah menekuk Lazio tiga gol tanpa balas.

Ini menjadi kemenangan ketiga beruntun bagi Inter di kancah Serie A setelah sebelumnya menang 2-0 atas Genoa, unggul tipis 1-0 dari Sassuolo dan dini hari tadi mengandaskan perlawan si Elang 3-0 di Stadion Giuseppe Meazza. Giornata 18 yang mempertemukan Lazio dan Inter menjadi laga panas tengah pekan ini, masing-masing tim bertekad menang guna memperbaiki posisi di tangga klasemen.

Tim asuhan Simone Inzaghi musim ini tampil cukup oke dengan menempati peringkat empat dengan koleksi 34 poin hasil dari 10 kali menang, 4 imbang, dan 3 kali kalah. Tambahan tiga angka membuat Ciro Immobile dan kawan-kawan naik keperingkat tiga menggeser Napoli andai mampu mengalahkan Inter. Di kubu tuan rumah, Nerazzurri coba menjaga mementum setelah tiga laga sebelumnya meraih kemenangan. Satu laga di Liga Europa ketika menang 2-1 atas Sparta Prague.

Main Menyerang dan Menang

Di babak pertama La Beneamata turun dengan formasi 4-2-3-1 mengandalkan Mauro Icardi sebagai target man ditopang trio Ivan Perisic, Ever Banega, dan Antonio Candreva sedikit tertekan dengan permainan ofensif Lazio, beberapa kali serangan Lazio membahayakan gawang Samir Handanovic. Hingga berakhir babak pertama skor masih imbang 0-0.

Dibabak kedua Inter coba tampil lebih menyerang, pergerakan pemain yang lebih dinamis ditambah dengan opera-operan pendek dan cepat membuat lini pertahanan Lazio kerepotan. Puncaknya di menit 54 sepakan keras dan terukur Ever Banega di pojok kiri atas gawang Federico Marchetti membuat Inter unggul 1-0, dua menit berselang giliran Mauro Icardi menambah keunggulan La Beneamata jadi 2-0 setelah menyambut tendangan sudut Banega.

Pada menit 65 dari dituasi set piece yang lagi-lagi dilakukan Ever Banega berhasil dimaksimalkan Mauro Icardi menjadi gol yang membuat striket asal Argentina ini makin kokoh di puncak daftar top scorer Serie A dengan 14 gol. Bahkan suami dari model cantik Wanda Nara tersebuh hampir saja mencatatkan hattrick di menit 82 andai sepakannya tak membentur mistar gawang.

Sejauh ini Inter di bawah polesan Stefano Pioli tampil cukup impresif, meski diawal penunjukannya sebagai allenatore menggantikan Frank De Boer nada pesimis terlontar dari sebagian pengamat dan pendukung Il Biscione. Apa lagi kalau bukan kerier kepelatihan pria asal Italia tersebut selama ini hanya berkutat pada tim-tim bawah, hanya Lazio tim besar yang pernah menggunakan jasa pria 51 tahun dan mampu membawa Biancocelesti finish di posisi tiga pada musim 2014/15.

Sudah delapan laga dilalui Inter bersama Pioli hasilnya lima kali menang, sekali imbang, dan dua kali kalah cukup lumayan untuk seorang pelatih baru dengan track record yang biasa-biasa saja.

5 Menit Berharga Untuk Gabigol

291429-800

Gabigol (inter.it)

Laga Inter vs Lazio menjadi sangat spesial bagi Gabriel Barbosa, lima menit menjelang akhir babak kedua Stefano Pioli memasukkannya menggantikan Antonio Candreva di sisi kanan. Ini merupakan penampilan kedua beruntun bagi pemain asal Brasil tersebut setelah akhir pekan lalu ia juga dimainkan sebagai pemain pengganti melawan Sassuolo. Masa depan Gabigol akhir-akhir ini sedang dispekulasi bakal meninggalkan Inter pada Januari 2017, minimnya jam terbang jadi alasan kuat buat sang pemain hengkang.

Namun Stefano Pioli berjanji akan sering memainkan Gabigol mengingat talenta yang dimiliki pemuda berusia 20 tahun tersebut tak perlu diragukan lagi, namun sang pemain masih butuh waktu untuk unjuk gigi meski Pioli cukup antusias melihat penampilan Gabigol kala kontra Lazio yang dinilainya “spektakuler”.

Meski bermain singkat, Gabigol mampu memaksimalkannya dengan penampilan yang menjanjikan. Kontrol bola dan pergerakannya mengingatkan fans pada sosok Ronaldo Luiz Nazario De Lima eks pemain Inter yang juga berasal dari Brasil. Di laga Inter kontra Lazio Gabigol beroperasi di sisi kanan dan melakukan tusukan ke sisi kiri lini pertahanan Lazio, beberapa kali pergerakannya mampu mengecok barisan belakang tim biru langit.

Besar harapan pendukung Inter untuk melihat permainan Gabigol lebih lama di atas lapangan, anggota skuat Brasil peraih emas Olimpiade Rio 2016 tersebut digadang-gadang sebagai pemain masa depan Brasil bersama Neymar dan Coutinho namun hingga kini belum mampu berkontribusi maksimal untuk tim yang dibelanya. Semoga di tangan Pioli nasib Gabigol lebih baik dan tak hanya jadi penghangat bangku cadangan semata.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE