Inter Gagal (Lagi) Berlaga Di UCL

icardi-inter-vs-chievo

Mauro Icardi

Interisti harus lebih bersabar lagi melihat tim kesayangannya berlaga di UCL, kompetisi termegah dan terelit di daratan Eropa.

Kekalahan 2-0 dari Lazio dini hari menutup peluang Inter berlaga di Liga Champions musim depan, yang berarti prestasi terbaik Inter sejak musim 2009/10 hingga 2015/16 yakni meraih treble winners musim 2009/2010 dan runner up musim 2010/11. Sudah lima musim berlalu, Nerazzurri tak lagi merasakan gegap gempita kompetisi terakbar antarklub di Benua Biru, terlebih lagi gelar scudetto yang hingga sekarang masih sebatas mimpi untuk diraih.

Sungguh ironis klub besar dengan limpahan gelar dan deretan pemain berkualitas hanya berkutat di liga domestik dan tak mampu berbicara banyak di kompetisi kasta kedua sekelas Liga Eropa UEFA, apalagi di Liga Champions yang dihuni oleh tim-tim seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, dan tim hebat lainnya.

Namun patut disyukuri musim ini jadi pencapaian terbaik Inter selama lima musim terakhir dengan finish diempat besar itupun jika mampu meraih hasil maksimal didua laga sisa sebelum liga Seria A berakhir, dan Mauro Icardi dkk harus puas berlaga di Europa League (lagi) setelah musim lalu sempat absen.

Ada apa dengan Inter? Setelah berganti kepemilikan saham mayoritas yang kini dikuasai oleh Erick Thohir pengusaha asal Indonesia, prestasi La Beneamata tak juga membaik. Pergantian di kursi pelatih pun sudah dilakukan dengan menempatkan Roberto Mancini yang sukses membawa Inter meraih tiga gelar scudetto, dua trophy Coppa Italia, dan dua kali juara Supercoppa Italia saat menukangin Inter di musim 2005/06 hingga 2007/08.

Musim ini di tangan Mancio performa Inter sejatinya tak jelek-jelek amat, di awal musim sempat menggebrak dengan meraih lima kemenangan beruntun dan memuncaki tabel klasemen sementara, namun harus diakui penampilan Inter jauh dari konsisten. Puncaknya saat memasuki paruh kedua musim ini, skuat Biru Hitam mulai tercecer dari perburuan gelar juara dan lebih fokus mengejar targer finish ditiga besar. Namun sayang posisi tiga pun akhirnya melayang karena Inter tak juga bisa move on dari inkonsisten.

Kabar ingin yang menyebutkan Inter akan kedatangan investor baru asal Taiwan memberi harapan bagi suporter yang menginginkan perubahan. Investor baru berarti ada dana segar yang akan digelontorkan manajemen Nerazzurri untuk mendatangkan pemain ataupun pelatih baru, masih menurut kabar angin para suporter ingin manajemen Inter memberi kado pelatih baru jika sebagian saham Inter resmi dimiliki oleh investor asal Taiwan itu.

Diego Simeone menjadi allenatore  yang paling diharapkan oleh Interisti untuk menggantikan posisi Mancio, racikan strateginya sudah terbukti andal di Atletico Madrid. Empat gelar sudah ia persembahkan salah satunya trophy La Liga di tahun 2014 sekaligus merecoki dominasi Real Madrid dan Barcelona yang selama delapan musim silih berganti dua klub tersebut menjadi raja di tanah Spanyol.

Musim ini pun Atletico Madrid masih konsisten bersaing di jalur juara La Liga bahkan partisipasi Fernando Tores dkk di Liga Champion sudah sampai ke babak semifinal, jadi tak heran jika pengamat dan penggemar Inter memimpikan Diego Simeone sebagai pelatih Inter di masa depan. Forza Inter.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE