Inter Champione D’Europa

Penantian Interisti selama 45 tahun akhirnya membuahkan hasil yang istimewa, setelah terakhir kali menjuarai Piala Champion (sekarang bernama Liga Champion) 1964 dan 1965. Kemarin tanggal 22 Mei 2010 Inter Milan menasbihkan diri sebagai tim penguasa Eropa dengan menjuarai titel bergengsi Benua Biru Liga Champion, setelah di final menghempaskan perlawanan Bayern Muenchen 2-0 tanpa balas. Gelar tersebut melengkapi dua gelar sebelumnya yang telah diraih Javier Zanetti.cs yaitu Scudetto ke-18 dan Coppa Italia. I Nerazzurri (julukan Inter) resmi meraih Treble Winners (tiga gelar dalam semusim), raihan yang akan menjadi sejarah bagi skuad asuhan Jose Mourinho karena menjadikan Inter sebagai Tim pertama Italia yang meraih Treble. “Ini hasil perjuangan anak-anak sepanjang musim ini. Saya pikir mereka layak mendapatkan ini semua.” Kata lelaki parlente asal Portugal itu. Gelar Eropa ini sekaligus membungkam semua kritik tentang status Inter sebagai tim elit yang hanya jago di tingkat domestik saja, raihan empat Scudetto Seri-A beruntun seakan hampa tanpa kehadiran gelar Eropa.

Pencapaian Inter musim ini tak lepas dari racikan sang Maestro Jose Mourinho. Pelatih kebangsaan Portugal yang menyebut dirinya “The Special One” memang jenius. Setelah di datangkan dua tahun lalu menggantikan Roberto Mancini (pelatih Inter kala itu), Mou telah mempersembahkan gelar Scudetto dan piala Super Italia. Musim berikutnya, Jose Mourinho lebih spesial lagi dengan menyumbangkan Treble buat Inter Milan (Scudetto, Coppa Italia, dan Liga Champion) gelar yang terakhir adalah gelar Eropa setelah penantian selama empat setengah dasawarsa (45 tahun). Gelar ini sekaligus mengantar Jose sebagai pelatih yang mampu merajai Eropa dengan dua klub yang berbeda, setelah trofi pertama diraih bersama FC. Porto pada musim 2003/2004.

Namun euforia kemenangan Inter Milan dan Interisti di seluruh punjuru dunia terusik dengan isu kepindahan Jose Mourinho ke Real Madrid. Kabar itu kian santer terdengar setelah sang pelatih sendiri mengungkapkan keinginannya mencari tentangan baru di tempat lain dan menganggap tugasnya di Inter telah selesai. Menurut beberapa pengamat dunia, obsesi Mou adalah wajar mengingat sekarang dia adalah pelatih kelas dunia. Setelah menaklukkan liga Portugal bersama Porto, kisah suksesnya berlanjut di tanah Ellizabeth Inggris dengan menukangi Chelsea dan membawanya menjadi jawara Premier League, setelah itu giliran Italy dia taklukkan bersama Internazionale dengan Scudetto Serie-A. Tentu bagi seluruh awak Inter Milan yang mengagumi sosok Jose Mourinho, tentu tak ingin kehilangan sang maestro. Namun jika itu terjadi pantaslah nama Jose Mourinho menjadi sejarah dalam kisah sukses perjalanan Il Biscione.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE