Ikhlas Berkurban


6 Nopember 2011 bertepatan dengan hari raya Idul Adha atau hari raya kurban yang tiap tahun diperingati oleh umat Islam diseluruh dunia. Hari dimana manusia belajar keikhlasan untuk mengorbankan sesuatu yang dimiliki dan disayangi, seperti yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail. Manusia dianjurkan untuk tidak terlalu cinta pada apa yang dimiliki, toh semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan Allah SWT. Manusia hanya diberi hak guna pakai dengan jangka waktu tertentu, bukan memiliki selamanya.

Hari raya Idul Adha tahun ini memiliki makna yang lebih spesial buat saya, selain bisa merayakannya bersama keluarga juga karena kehadiran orang yang special ditengah-tengah keluarga kecil saya. Sebenarnya ini di luar rencana dan tak pernah terbesit sedikitpun untuk memanfaatkan momen yang indah ini, tapi syukurlah semua bisa berjalan dengan lancar dan meninggalkan kesan yang sangat mendalam. Langkah ini terbilang ‘nekat’ dan terlihat seperti tanpa rencana, namun itulah hidup selalu penuh dengan kejutan.

Kembali ke makna Idul Adha yang mengajarkan kita untuk tidak mencintai sesuatu secara berlebihan, entah itu barang kesayangan atau pun dengan orang yang kita sayangi melebihi rasa cinta kita pada Allah SWT kita harus ikhlas jika apa yang kita sayangi itu diambil oleh pemiliknya. Tak perlu kita sombong dengan apa yang kita punya, toh itu semua hanya titipan. Terlepas dari semua itu kita harusnya bersyukur dengan apa yang telah kita raih sekarang, banyak-banyaklah bersyukur niscaya Allah akan menambahkan nikmat-Nya.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE