Icardi: Performa Menukik, Paceklik Gol, Ban Kapten Ditarik

Nama Icardi kini jadi perbincangan, tak lain karena ban kapten yang diembannya sejak musim 2015-2016 tiba-tiba berpindah ke Hamir Handanovic

Tak hanya itu, gonjang-ganjing masa depan pemain asal Argentina itu sudah terendus beberapa bulan terakhir dan sudah jadi rahasia umum jika menjelang jendela transfer pemain, agen Icardi yang sekaligus istrinya, Wanda Nara berulang kali melempar isu soal perpanjangan kontrak suaminya dan ketertarikan tim-tim besar yang ingin membelinya.

Musim ini sepertinya jadi puncak kekesalan manajemen Inter dalam menyikapi masalah Mauro Icardi. Di luar dari performanya yang menurun, tak lagi mencetak gol lewat permainan terbuka sejak 12 Desember lalu kala itu satu gol Icardi membawa Inter bermain imbang 1-1 dengan PSV Eindhoven di Liga Champions. Setelah itu dalam sepuluh laga disemua kompetisi, pemain berusia 25 tahun itu hanya mencetak tiga gol yang semuanya lahir dari titik putih.

Performa menurun Icardi berdampak pada permainan Inter yang juga ikut melempem, kemenangan tipis 1-0 saat melawan Parma akhir pekan lalu menghentikan tiga laga beruntun Nerazzurri yang berakhir dengan kekalahan. Kini skuad Biru Hitam tak bisa santai karena tim-tim yang ada di bawahnya sedang on fire dan siap merebut posisi tiga yang kini ditempati Inter dengan koleksi 43 poin.

Jelang Leg Pertama babak 32 besar Liga Europa, kejutan pun muncul saat tak ada nama Mauro Icardi di line up penggawa Inter yang akan dibawa saat bertandang ke markas Rapid Vienna. Kabarnya sang pemain sendiri yang tak ingin ikut dalam lawatan Inter ke Austria dan banyak kalangan yang mengaitkan keengganan top skor musim lalu itu dengan pencopotan ban kaptennya beberapa hari lalu.

Tanpa Icardi tentu saja Inter berharap banyak pada Lautaro Martinez, kompatriot Icardi di Timnas Argentina berusia 21 tahun itu memang baru bergabung di musim ini. Namun kontribusinya yang sudah mengemas enam gol bukanlah torehan yang buruk, untuk sekaliber pemain yang baru merasakan kerasnya Serie A tentu pencapaian pemain bernomor 10 itu cukup memuaskan. Apalagi menit bermain yang ia peroleh masih minim dan tak jarang gol-gol yang ia lahirkan jadi penentu kemenangan Inter.

Kehilangan bomber sekelas Mauro Icardi memang bukan hal mudah bagi Inter dan sejauh ini pundi-pundi gol Nerazzurri dalam beberapa musim terakhir selalu bertumpu pada pemain berusia 25 tahun itu, tak heran jika tim-tim besar seperti MU, Arsenal, bahkan Real Madrid dikabarkan tertarik merekrut jebolan akademi Barcelona itu di setiap jeda transfer pemain.

Mengambinghitamkan seorang Mauro Icardi terhadap performa jeblok Inter memang tak adil, mengingat skuad Biru Hitam adalah sebuah tim yang solid dan sudah memenangkan banyak gelar bergengsi. Namun sikap kurang profesional yang ia tunjukkan sebagai seorang kapten memang menimbulkan kritik khususnya di kalangan suporter garis keras. Tak jarang karena sikapnya itu membuat ia berselisih paham dengan Interisti.

Bahkan sebagai seorang kapten ia pun dianggap kurang berpengaruh terutama saat di ruang ganti yang kabarnya kurang kondusif saat Inter meraih hasil mengecewakan. Sikap seperti itu tentu berbanding terbalik dengan legenda Inter yang dulu juga bertindak sebagai kapten, Javier Zanetti.

Sosok pemain yang mendedikasikan hidupnya hanya untuk Inter, bahkan hingga di akhir-akhir kariernya sebagai pemain tak pernah terdengar kabar perselisihannya dengan manajemen Inter baik itu soal gaji ataupun niatnya untuk pergi dari Giuseppe Meazza. Semoga kapten baru Inter yang kini dijabat Samir Handanovic bisa membawa La Beneamata mengakhiri musim lebih baik dari musim lalu. Forza Inter.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE