Ibra Dan Misi Mematahkan Mitos Liga Champions

ibra

Zlatan Ibrahimovic

Tak ada yang meragukan kehebatan Zlatan Ibrahimovic sebagai striker yang komplit. Seperti yang dikatakan Coach Timo Scheunemann dalam tulisannya berjudul “Menganalisa Kehebatan Zlatan Ibrahimovic“, postur yang tinggi dan kekar membuatnya ampuh di udara. Skill individu yang luar biasa membuatnya mematikan di darat, lengkap!

Dengan torehan gol dan sederet prestasi yang dibawanya bersama klub yang ia bela. Sosok Zlatan yang kadang menuai kontroversi baik di dalam dan di luar lapangan tak menyurutkan minat klub-klub top Eropa untuk merekrutnya, Kini di usia yang tak lagi muda (34 tahun) pesona Ibra tak lantas memudar. Bahkan semakin cemerlang berkat penampilan impresifnya bersama Paris Saint Germain.

Saya dulu penggemar berat Ibra saat Inter merekrutnya dari Juventus pada musim 2006/07, Pemain asal Swedia itu ogah berlaga di Seri B bersama Si Nyonya Tua akibat skandal Calciopoli atau pengaturan skor yang melibatkan beberapa klub dan pemain liga Italia. Inter bergerak cepat mengamankan jasa Ibra yang kala itu ditebus dengan banderol 22 juta pounds, hasilnya pun tidak sia-sia. Raihan tiga gelar scudetto dan dua gelar Super Coppa Italia dia persembahkan untuk La Beneamata menjadikannya sebagai pujaan baru di stadion Giuseppe Meazza.

Romantika Ibrahimovic berseragam Biru Hitam tak berlangsung lama, Inter yang kala itu selalu gagal di pentas Liga Champions menjadi salah satu faktor yang membuat sang striker ingin mencari petualangan baru bersama klub yang memiliki tradisi kuat di level Eropa. Barcelona menjadi pelabuhan baru pria pemegang sabuk hitam Taekwondo itu, sekaligus memecahkan rekor transfer yang pernah dilakukan Inter senilai 61 juta pounds. Dalam paket transfer ada Samuel Eto’o yang belakangan ternyata berperan besar saat membawa Il Nerazzurri meraih treble winner musim 2009/10.

Selama berkarier sebagai pesepakbola profesional, hanya trofi Liga Champions yang belum Ibra koleksi. Total sudah 11 kali ia merengkuh gelar juara dalam 12 tahun berkarier di dunia sepakbola, namanya selalu menjadi garansi kesuksesan sebuah klub namun masih berkutat pada level domestik. Untuk level Eropa, Ibra masih menemui yang namanya mitos. Setiap klub yang dia bela selama ini selalu gagal saat berlaga di Liga Champions (dulu bernama Piala Eropa), mulai dari Juventus, Inter, Barcelona, Milan, dan PSG.

PSG klub yang sekarang diperkuat Ibra belum sekalipun merengkuh titel juara Liga Champions, musim ini jadi moment yang tepat untuk mematah mitos tersebut. PSG yang sudah berada di perempatfinal tinggal beberapa langkah lagi untuk bisa mewujudkan mimpi Ibracadabra merasakan juara Liga Champions Eropa perdananya. Namun langkah PSG menuju titel juara tidaklah mudah, di leg pertama perempatfinal yang di gelar di stadion Parc des Princes, PSG ditahan imbang Manchester City 2-2.

Tentu hasil tersebut bukanlah yang diharapkan Laurent Blanc, juru taktik asal Prancis itu menginginkan Ibra dan kawan-kawan bisa menang di kandang agar langkah selanjutnya bisa lebih mudah saat bertandang ke Etihad Stadium pekan depan. Kun Aguero dkk cukup memaksa hasil imbang tak lebih dari 1-1 untuk mengamankan satu tiket ke babak semifinal, sekaligus menambah catatan kelam Ibra yang seakan tak berjodoh dengan klub yang dibelanya dan selalu gagal kala berlaga di pentas Eropa.

Musim ini bisa jadi kesempatan terakhir Ibra membawa PSG sukses di kompetisi tertinggi Eropa, meski klub tujuan ibra selanjutnya masih menjadi tanda tanya setidaknya performa impresif Ibra selama berkostum PSG musim ini masih oke dengan torehan 39 gol dari 42 penampilan. Namun musim depan usia Ibra sudah 35 tahun, untuk ukuran seorang striker usia tersebut sudah termasuk veteran. Kondisi fisik yang rentan cedera serta stamina yang tak sebugar saat usia 20-30 tahun tentu menjadi tantangan tersendiri.

Di leg kedua nanti menjadi kesempatan Ibra untuk mematahkan mitos bahwa klub yang dibelanya selalu gagal di Liga Champions, andai bisa menaklukkan perlawanan Manchester City tentu tinggal selangkah lagi Zlatan menorehkan sejarah bagi PSG dan memuaskan rasa penasarannya mengangkat trofi si Kuping Besar.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE