Hujan dan Genangan

Memasuki musim penghujan beberapa kawasan kini mulai tergenang bahkan sampai masuk ke dalam pemukiman warga. Sudah seminggu lebih Makassar mulai sering diguyur hujan, kandang dengan intensitas rendah namun tak jarang hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang kota Angingmammiri.

Beberapa ruas jalan pun ikut tergenang akibat aliran drainase yang tersumbat entah itu karena sampah, atau pun karena memang sudah tak layak lagi digunakan sebagai saluran air. Fenomena ini tak hanya terjadi di Makassar bahkan hampir di kota-kota besar di tanah air mengalami permasalahan yang sama saat musim hujan tiba.

Sebagian orang menyalahkan pemerintah setempat yang tak becus mengatasi banjir dan seolah sudah menjadi langganan warga setiap musim penghujan, namun tak sedikit pula yang mengeluhkan kesadaran warga yang rendah terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Banyaknya tumpukan sampah khususnya di saluran drainase membuat tumpahan air tak bisa mengalir dengan semestinya, selain itu bangunan-bangunan semisal ruko, perumahan, serta gedung-gedung yang tidak memerhatikan drainase turut andil menyebabkan terjadinya genangan.

Awas, Banjir Bandang

Saya teringat beberapa tahun lalu saat merantau di Gorontalo. Memasuki musim hujan di kota tersebut saya jarang temui genangan air, hanya di beberapa ruas jalan air meluber itu pun tak sampai memenuhi badan jalan. Namun tengah malam, kira-kira jam satu dini hari, air tiba-tiba masuk ke dalam kamar. Saat itu saya tinggal di sebuah mes yang terletak agak jauh dari kota. Air yang cukup deras seketika memenuhi seluruh ruang kamar, saya panik dan segera keluar dengan ketinggian air sudah mencapai lutut.

Ternyata perumahan yang ada di sekitar mes juga kebanjiran, seperti banjir bandang yang tiba-tiba saja datang menerjang. Bahkan orang-orang yang masih berada dalam rumah harus dievakuasi dengan perahu karet oleh tim SAR. Pengalaman yang sangat menegangkan, sebisa mungkin saya harus menyelamatkan barang-barang berharga di tengah kepungan air yang terus meninggi.

Kabarnya saat itu tanggul yang ada di sepanjang alirang sungai yang tak jauh dari tempat tinggal saya tak mampu menahan debit air ketika hujan lebat, tanggul pun jebol dan terjadilah banjir bandang. Saya dan penghuni mes beserta warga lainnya terpaksa mengungsi ke rumah salah satu warga yang tak terkena dampak banjir, memang ada beberapa dataran tinggi di daerah tersebut sehingga luput dari terjangan banjir.

Baca kisahnya di sini : Firasat

 

Kejadian tersebut membuat saya sedikit trauma, baru kali ini mengalami sendiri bencana banjir bandang. Kejadiannya begitu cepat dan saat jam-jam tidur pula, tapi syukurlah tak sampai memakan korban jiwa. Sejak itu saya memutuskan mencari tempat tinggal yang berada di pusat kota dan aman dari banjir.

Waspada Musim Hujan

Memang saat musim hujan tiba sangat rawan terjadi banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya. Kewaspadaan harus terus dijaga terutama bagi anda yang mobile dan menghabiskan banyak waktu di jalan. Sikap awas juga harus ditanamkan saat berada di rumah, musim hujan kerap mengakibatkan genangan di sekitar rumah. Sebisa mungkin menjaga drainase tetap lancar dan jauh dari tumpukan sampah serta benda-benda yang bisa menghambat laju aliran air.

Mengatasi banjir tak hanya jadi tanggung jawab pemerintah, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal juga patut menjadi perhatian. Buanglah sampah pada tempatnya, jangan ikut-ikut jadi penyebab datangnya banjir dengan sikap tak peduli dengan kebersihan terutama di sekitar rumah dan tempat tinggal. Semoga musim hujan tak selalu jadi momok bagi sebagian orang, selalu tanggap terhadap banjir bisa menjadi solusi serta meminimalisir dampak yang ditimbulkannya.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE