HOOQ Dan Wanita Di Kedai Kopi

Pagi itu di sebuah kedai kopi dengan koneksi wifi yang cukup gegas, seorang wanita duduk di sudut ruangan yang tak jauh dari meja kasir. Ditemani secangkir minuman yang mengepul sembari menatap layar smartphone, wanita itu seolah hanyut bersama smartphonenya. Entah apa yang dilihat, pandangannya seperti enggan berpaling meski hanya sekadar untuk memastikan apakah minumannya masih utuh atau sudah habis.

Satu jam berlalu dan wanita itu masih asyik dengan smartphonenya, rasa penasaran pun bergerilya dalam benak saya. Apa yang ditonton wanita itu, semenenarik apakah tontonannya sampai ia tak peduli dengan yang terjadi di sekitarnya.

Tiba-tiba waiter kafe ini menghampirinya, entah ia mengobrolkan apa. Tatapan wanita itu tetap terpaku di layar smartphone berwarna rose gold, ukurannya saya prediksi tak lebih dari lima inci. Tak berapa lama waiter itu pergi dan si wanita tetap bergeming masih setia menatap layar smartphone.

Saya lumayan sering ke kedai kopi ini, biasanya untuk mengisi waktu luang atau menyelesaikan beberapa pekerjaan sehingga saya cukup mengenal siapa-siapa pelanggan setia kedai ini, namun untuk wanita itu saya baru pertama kali melihatnya.

Orang-orang yang berkunjung ke kedai kopi ini sebagian besar membawa laptop atau tablet untuk menikmati beragam sajian kopi sembari berselancar di alam maya, karena tentu saja lebih nyaman browsing, bermain game online, atau nonton Youtube di layar yang lebih lega.

Kecuali wanita itu, ya wanita yang sudah hampir dua jam bercengkerama dengan smartphone merah jambunya membuat mood ngeblog saya tiba-tiba hilang, ide tulisan yang awalnya meluap-luap kini menguap lalu menghilang. Tak ada cara lain untuk tahu apa yang sedang ditonton wanita itu selain menghampirinya dan bertanya,  tapi “apakah kamu berani? Tak malu dibilangi cowok kepo?” perang batin pun mulai bergejolak.

Tiba-tiba wanita itu beranjak dari kursi, berjalan ke arah belakang setelah sebelumnya bertanya pada waiter, ternyata ia ingin ke toilet. Nah sekarang saatnya, saya lalu mengemasi perlengkapan kerja yang masih berserakan di meja setelah itu saya menuju meja kasir. Sembari menunggu struk pesanan dari si kasir, saya berusaha mendekat ke meja wanita itu dan mendapati smartphonenya tergeletak di atas meja dengan layar yang masih menyala. Saya pun menemukan tulisan HOOQ.

*****

Tiba di rumah, saya lalu mencari tahu apa itu HOOQ. Ternyata HOOQ adalah penyedia layanan berupa konten video yang memiliki lebih dari 10.000 judul film. Dan menariknya tak hanya berisi film luar negeri tapi juga film-film lokal asli Indonesia mulai dari era terdahulu hingga terkini.

Wajar saja kalau wanita di kedai kopi itu tampak asyik dengan tontonan di smartphonenya, ternyata dia sedang menikmati konten video dari HOOQ.

Tampilan HooQ di smartphone

Saya pun iseng mencari film yang sudah cukup lama release tapi belum sempat menontonnya, dan akhirnya saya menemukan Filosofi Kopi. Film yang diangkat dari novel karya Dewi Lestari yang cukup populer dan sebagai penyuka kopi sepertinya belum lengkap jika belum menyaksikan film yang dibintangi Chicco Jerikho, Rio Dewanto, dan Julie Estelle itu. Namun sebelum saya nonton film tersebut tentu saja saya harus memastikan kalau kuota internet saya cukup.

Nonton film secara online tentu saja tak ramah dengan kuota internet yang bakal cepat terkuras, itu salah satu kekhawatiran saya ketika ingin nonton secara online. Tapi bagi pelanggan HOOQ cukup membeli paket khusus untuk menikmati semua layanan yang disediakan tanpa mengurangi kuota utama. Jadi kuota internet yang digunakan memang khusus diperuntukkan untuk menikmati film-film yang ada di HOOQ.

Dan kebetulan setiap saya membeli atau memperpanjang paket internet salah satu operator, saya selalu mendapat gratis kuota data ekstra khusus layanan HOOQ. Jadi ketika santai dan ingin menonton film favorit bisa dilakukan dengan nyaman tanpa perlu takut kehabisan kuota.

Selain dinikmati secara online, film-film yang ada di HOOQ bisa juga dinikmati secara offline, syaratnya video lebih dulu di download ke aplikasi HOOQ sehingga pelanggan bisa tetap menontonnya meski tak terkoneksi dengan internet.

Masih banyak keunggulan HOOQ yang membuat saya akhir-akhir ini keranjingan nonton film via smartphone, mulai dari film action luar negeri hingga film komedi Indonesia jadi santapan saya kala senggang seperti hari libur dan sebelum tidur. Bahkan saat sibuk sekali pun seperti mengejar deadline tulisan dan belum dapat ide, saya menyempatkan diri nonton koleksi film di HOOQ.

Tak jarang saya mendapat inspirasi tulisan dari film-film yang saya tonton, dan yang lebih penting tak perlu ribet bawa laptop atau tablet cukup menenteng smartphone dan koneksi internet saya bisa nonton film dimana saja dan kapan saja.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE