Hati-Hati Menggunakan Kartu Kredit Virtual

entropay.com

Kecanggihan teknologi ibarat pisau bermata dua, sebaiknya digunakan secara bijak kalau tidak ingin merasa dipalak.

Perkembangan teknologi mengubah gaya hidup penggunanya, lebih modern, efisien, dan tentu saja membawa banyak kemudahan. Namun di sisi lain teknologi juga menyimpan beragam jebakan yang dapat merugikan penggunannya jika tidak mengerti dan memahami aturan main yang dimiliki si empu teknologi tersebut, seperti penggunaan kartu kredit virtual atau VCC (Virtual Credit Card).

Semacam kartu kredit yang diterbitkan oleh penyedia jasa online seperti Entropay, Neteller, Paypal, dan masih banyak lagi. Untuk pebisnis dan online shopper tentu tidak asing dengan istilah tersebut. Fungsinya untuk memudahkan pengguna yang ingin bertransaksi online namun tidak atau belum memiliki kartu kredit, dengan akun VCC (Virtual Credit Card) yang sudah terisi saldo pengguna bisa melakukan pembayaran di toko-toko online yang biasanya hanya menyediakan metode pembayaran dengan kartu kredit.

Sistem kerja VCC hampir sama dengan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank-bank pada umumnya, jika kartu kredit konvensional dibuat dengan saldo rekening yang sudah ada sedangkan VCC lebih ke prepaid card yakni pemilik akun wajib mengisi saldo VCC lebih dulu dengan metode top up langsung dari rekening atau kartu kredit pengguna, dan bisa juga dengan cara transfer antar bank.

Cara membuat akun VCC dan mengisi saldonya bisa googling, banyak artikel yang membahas tema tersebut. Setelah memiliki akun VCC dengan saldo yang juga sudah terisi apakah pengguna bisa langsung menggunakan untuk bertransaksi online? Ini yang perlu diperhatikan oleh pengguna kartu kredit online.

Secara teori akun VCC memang memudahkan penggunanya untuk bertransaksi online, secara fisik kartu kredit online tersebut menyerupai kartu kredit konvensional. Ada nomor kartu, tanggal kadaluarsa, dan tiga nomor rahasia yang menjadi kunci kartu tersebut. Namun apakah penggunaannya semudah kartu kredit konvensional? Berikut ini pengalamanan teman saya yang menggunakan Entropay sebagai VCC untuk belanja online.

*****

Awalnya teman saya itu ingin belanja online di Banggood.com salah satu e-commerce asal China yang sering digunakan orang-orang yang ingin punya gadget terkini namun tidak atau belum masuk secara resmi di Indonesia, barang-barang yang ada di Banggood pun dibanderol lebih murah jika dibandingkan membeli di toko-toko online tanah air. Setelah hunting barang yang dia inginkan ternyata memang harganya selisih hampir 300 ribu dengan produk sejenis yang dijual di Indonesia.

Namun sistem pembayaran di Banggood hanya menyediakan Paypal dan kartu kredit, teman saya itu tidak punya akun Paypal dan kartu kredit. Setelah browsing sana sini akhirnya dia menemukan artikel kartu kredit online sekaligus cara membuat akun dan mengisi saldo kartu VCC tersebut. Dia membuat akun di EntroPay, dan dalam waktu singkat ia sudah punya akun di Entropay dengan saldo $84. Barang incarannya itu berharga $83.29.

Langsung saja ia melanjutkan proses pembayaran di Banggood menggunakan kartu kredit online, dari balasan pihak Banggood via email mereka membutuhkan minimal satu hari kerja untuk meninjau transaksi kartu kredit secara manual. Dan keesokan harinya pihak Banggood menginformasikan via email bahwa transaksi teman saya itu ditolak dengan alasan keamanan, mereka tidak mendapatkan otorisasi dari bank yang menerbitkan kartu kredit online tersebut.

Kebingungan pun melanda teman saya, terlebih lagi sisa saldo di akun Entropay-nya tinggal $0.42, artinya dana tersebut berkurang tapi belum diakui oleh Banggood sebagai pembayaran yang sah. Setelah googgling sana sini pun hasilnya nihil, belum ada artikel yang membahas soal kenapa VCC Entropay tidak bisa digunakan belanja online. Jalan terakhir, teman saya pun menghubungi support Centre Entropay dan mengadukan permasalahan yang ia alami.

Proses Otorisasi Kartu Yang Lama

Ternyata transaksi teman saya itu ditunda, pengguna VCC Entropay harus menunggu 30-31 hari atau yang disebut pra-otorisasi untuk menyelesaikan proses transaksi. Kebijakan itu diberlakukan oleh VISA sebagai provider yang digunakan bank untuk menerbitkan kartu kredit, jadi bukan kebijakan Entropay.

Menurut penjelasan Entropay, ketika pemilik kartu VCC melakukan pembayaran online maka pedagang atau pemilik toko online akan melakukan pra-otorisasi jumlah transaksi pada kartu VCC dan selanjutnya menetapkan biayanya di kemudian hari. Maka dari itu saldo Entropay berkurang namun status transaksinya tertunda, dengan kata lain pedagang tersebut mencadangkan dana dari kartu VCC tersebut dan harus menghubungi Entropay untuk melanjutkan transaksi ke tahap selanjutnya hingga dinyatakan berhasil.

Jika pedagang tersebut tidak melanjutkan proses transaksi (dalam kasus ini pihak Banggood meragukan keabsahan pemilik kartu) maka dana akan otomatis dikembalikan ke rekening VCC pemiliknya setelah masa pra-otorisasi berakhir, yang memakan waktu 30 hari sesuai dengan peraturan VISA dan tidak bisa dipercepat. Hal tersebut di luar kendali Entropay sebagai penyedia jasa kartu kredit online.

Proses Pengembalian Dana Juga Lama

Ketimbang menunggu selama sebulan, teman saya berinisiatif untuk mengembalikan saldo yang ada di akun Entropay ke rekening pribadinya. Namun ternyata ketentuan dari Entropay dana yang bisa dikembalikan haruslah berusia 12 bulan, jadi hanya saldo yang sudah tersimpan selama 12 bulan saja yang bisa dikembalikan oleh Entropay. Itu pun harus berasal dari kartu kredit atau kartu debit yang sama saat pertama kali digunakan melakukan top up.

Selain itu Entropay hanya memproses pengembalian dana untuk kartu yang belum diperpanjang (sekadar info masa berlaku kartu kredit online hanya satu tahun) dan belum pernah diberbarui dengan cara apapun. Namun kabar baiknya pihak Entropay tidak membatasi jumlah penarikan dana dari akun VCC ke rekening awal meski dikenakan biaya pada setiap jumlah transaksi penarikan.

*****

Alangkah baiknya untuk memerhatikan persyaratan umum atau peraturan yang dimiliki oleh penyedia jasa kartu kredit online sebelum memutuskan untuk menggunakannya, jangan sampai setelah ada permasalahan yang berkaitan dengan kartu tersebut berulah pengguna merasa dirugikan.

Jika lebih memungkinkan sebaiknya menggunakan sistem pembayaran yang umum dan sudah jelas terms and conditions-nya seperti Paypal atau fasilitas yang disediakan oleh bank-bank resmi, meski sedikit ribet prosedur aktivasinya namun jaminan keamanan dan kenyamanan bertransaksi merupakan hal yang patut diperhatikan.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE