Harapan Dimas

“Maaf Mas, aku gak bisa jadi pacar kamu. Maaf bila aku menyampaikannya lewat BBM karena jujur aku gak punya keberanian untuk mengatakan langsung.”
“Iya, gak apa-apa kok.” balas Dimas.
Seketika jantung Dimas berdegup kencang, terasa menyesakkan dan menyakitkan memang karena waktu sebulan tak cukup membuat Dimas kuat untuk tahu jawaban galau itu. Menunggu jawaban memang bikin galau apalagi ditolak bikin hati makin galau. Sebulan yang lalu Dimas nembak cewek namanya Fina. Cewek berbadan sedang, rambut sebahu dan murah senyum itu bukanlah sosok asing dalam kehidupan Dimas. Mereka bersahabat udah sekitar tiga tahunan, saling curhat, saling bercanda, saling menyemangati adalah kenangan-kenangan yang membuat mereka dekat.

Dimas masih tak percaya dengan jawaban Fina, apakah itu murni jawaban dari dalam hatinya? atau ada hal lain sehingga membuat Fina enggan bertemu Dimas untuk membicarakan ini semua. Pertemuan yang dulunya adalah hal yang biasa dan menyenangkan bagi mereka kini menjadi hal yang langka sejak Dimas nembak Fina. Fina seakan menjauh dari Dimas, sms dan telpon pun seperti menjadi barang mahal bagi mereka hingga membuat Dimas semakin bingung dan tak tahu harus berbuat apa.

Banyak harapan dan impian yang ingin di wujudkan Dimas bila Fina menerima cintanya namun jawaban itu bukan yang diharapkan Dimas. Dimas berharap ingin membawa hubungan mereka menuju ikatan pernikahan mengingat mereka sudah saling mengenal dan keluara Fina pun sudah menganggap Dimas sebagai keluarga sendiri. Dimas pun berencana untuk mengenalkan Fina ke Ayah dan Ibunya. Orang tua Dimas sangat ingin melihat Dimas segera menikah dan sudah memberi restu pada Fina meski mereka belum bertemu langsung dan hanya mengenal Fina dari cerita dan kisah Dimas. Namun setelah penolakan itu Dimas menjadi rapuh, entah bagaimana menjelaskan semua ini pada Ayah dan Ibunya. Pastilah orang tuanya akan sedih karena rencana pernikahan itu akan batal.

“Sekali lagi aku minta maaf.” Pesan BBM dari Fina memecah keheningan.
“Aku ngerti kok, tapi kita masih bisa kembali berteman kan?”
“Iya..”
Itulah pesan terakhir Fina hingga saat ini mereka menjadi seperti orang asing yang butuh waktu yang lama untuk kembali saling mengenal. Kini Fina hilang entah kemana dan tak ada kabar lagi darinya sejak kejadian itu, Dimas berusaha menerima kenyataan pahit itu dengan ketegaran yang rapuh. Dimas kehilangan sahabat dan kekasih terhebat yang membuatnya kuat menghadapi segala masalah dan cobaan hidup.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE