Guruku Pahlawanku

Setelah 22 tahun berlalu, akhirnya aku kembali ke tempat di mana pertama kali aku mengenal arti bermain, belajar, berteman dan tumbuh menjadi anak-anak yang penuh semangat. Ya, untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki kembali di sekolah Taman Kanak-Kanak Semen Tonasa, sekolah ini terletak di lingkungan pabrik Semen Tonasa Kab. Pangkep. Aku lahir dan besar di sini bersama teman-teman sebaya yang kini sudah beranjak dewasa. Pandanganku liar mengelilingi halaman sekolah yang rindang, warna daun yang berwana coklat akibat debu-debu hasil pembuangan semen yang tersembur dari corong pabrik, warga kompleks di sini sudah akrab dengan debu semen apalagi saat musim kemarau seperti sekarang ini membuat warga harus lebih ekstra dalam hal kebersihan rumah.

Aku mengantar ponakanku si Adly ke sekolahnya yang dulu sekolahku juga, sesampainya di depan gerbang sekolah, Adly tidak langsung masuk, padahal pesan ibunya “turunin aja depan gerbang sekolah, Adly berani kok masuk sendiri” Tapi hari ini dia bilang “mau diantar om Di’ sampai kelas” Aku pun menurutinya dan mengantarnya masuk sampai kelas. Di halaman sekolah, murid-murid yang lain sudah berkumpul dan melakukan olahraga pagi yang dipandu oleh ibu guru, Aku pun kaget saat melihat salah seorang guru yang sibuk mengatur barisan murid-murid, ibu Rut namanya beliau dulu yang juga mengajar aku waktu masih TK. Ingatanku pun kembali ke masa puluhan tahun yang lalu saat ibu Rut memperkenalkanku angka-angka dan huruf-huruf, mengajarkan aku menggambar pemandangan, hewan ternak dan masih banyak lagi.

Menjalani profesi guru hingga puluhan tahun adalah bentuk pengabdian yang tulus dari hati. Karena peran seorang gurulah hingga banyak melahirkan orang-orang sukses di dunia, guru yang selalu mengajarkan kita sesuatu yang dulu tak kita mengerti menjadi sesuatu yang kita pahami, guru adalah pembimbing dan orangtua kedua setelah orangtua kandung kita. Begitu besarnya jasa guru dalam kehidupan kita jadi tidak salah jika guru dikenal dengan sebutan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.”

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to Lumbah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE