Guru dan Murid Zaman Now

Tak ada yang membantah jika guru merupakan profesi yang sangat mulia, bahkan gelar pahlawan tanpa tanda jasa pun tersemat padanya. Namun sekarang, profesi guru seakan dianggap sebelah mata hingga sikap hormat dan wibawanya tergerus oleh arus perkembangan zaman.

Pagi ini saya dikejutkan berita seorang guru yang dianiaya oleh wali murid yang tak terima anaknya dibilang nakal, wali murid tersebut memukulkan meja kaca sehingga menyebabkan guru yang juga kepala sekolah di SMP Negeri 4 Lolak, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara mengalami luka serius di bagian kepala.

Entah apa yang ada dipikiran wali murid yang tega berbuat demikian, sikapnya yang arogan juga melukai hati guru-guru lain yang selama ini menjadi orangtua kedua dengan peran serta tanggung jawab yang tak kalah berat di banding para orangtua mereka di rumah. Mendidik siswa-siswi dengan beragam perbedaan karakter tentu bukanlah pekerjaan mudah. Mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kebersamaan dengan keluarga harus dilakukan demi keberhasilan anak didik mereka kelak.

Belum lekang diingatan kita seorang guru yang harus meregang nyawa setelah dianiaya oleh siswanya sendiri, kabarnya siswa tersebut tak terima diberi sanksi karena mengganggu temannya yang lain saat jam belajar berlangsung. Lalu ada juga siswa yang berani menantang kepala sekolahnya berkelahi yang videonya viral baru-baru ini, dan banyak lagi rentetan kejadian yang menjadikan guru sebagai objek derita.

Peran Orangtua

Sikap anak tercermin dari cara orangtua mendidik dan menanamkan etika serta watak yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat. Peran orangtua sangat penting dalam tumbuh kembang anak terlebih lagi di era kebebasan teknologi dan informasi seperti saat ini, orangtua tak hanya sebagai CCTV tapi juga sebagai alat peraga yang semua gerak-geriknya akan menjadi contoh dalam kehidupan mereka.

Tak bisa dipungkiri sikap anak yang katanya ‘zaman now’ ini telah terpapar radiasi teknologi yang berdampak pada perilaku mereka yang sulit dikontrol. Kebebasan mengakses informasi yang tak sesuai dengan usia mereka kadang membuat hasrat keingintahuannya sulit dibendung, sehingga tak membutuhkan logika saat mereka terdorong untuk melakukan hal-hal yang dilarang.

Orangtua yang super sibuk kadang menganggap teknologi adalah guru terbaik yang bisa menggantikan peran guru yang sebenarnya, jadi tak heran jika anak zaman sekarang bahkan yang belum cukup umur dibekali beragam gadget dengan harapan bisa mengganti peran guru dalam hal penyampaian informasi. Pengenalan teknologi pada anak bukan hal yang salah, bahkan dianjurkan namun pada waktu dan tempat yang tepat.

Tak jarang orangtua dihadapkan pada pilihan sulit antara membiarkan anak bermain gadget agar dia tenang atau melarang yang bisa membuat sang anak marah. Keduanya tentu bukan pilihan yang bijak jika kita sebagai orangtua yang melek terhadap teknologi dan ingin memperkenalkan teknologi pada anak.

Kebutuhan informasi di era internet sekarang ini adalah sebuah keniscayaan jika tak ingin menjadi orang yang gaptek dan tertinggal dalam hal informasi terkini. Namun sebaiknya orangtua mengawasi dan membatasi penggunaan gadget pada anak agar mereka tak kebablasan mengakses konten-konten yang seharusnya terlarang untuk usia mereka.

Peran Pemerintah

Guru masih menjadi tulang punggung dalam membentuk generasi-generasi penerus bangsa yang sepatutnya mendapat perlakuan khusus dari pemerintah, kasus-kasus kekerasan yang akhir-akhir ini terjadi dan penanganannya yang terkesan lambat membuat orang prihatin dengan nasib guru di masa yang akan datang. Begitu mudahnya wali murid dan siswa berbuat tidak sopan, anarkis, bahkan brutal dengan menghilangkan nyawa seseorang yang disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Pemerintah harus memberi perlindungan lebih pada profesi guru dari segala bentuk penindasan, pelecehan, dan perlakuan diskriminatif yang belakangan ini sering menjadi tajuk berita. Anak zaman old pasti tahu betul bagaimana cara menghargai seorang guru, guru yang dihormati tak hanya sebagai pendidik tapi juga sebagai orangtua yang perannya tak kalah penting dari orangtua di rumah. Semoga tak ada lagi kasus-kasus kekerasan yang melibatkan guru dan dunia pendidikan Indonesia semakin baik ke depannya.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE