Game Over, Pioli

photo by Getty Images

Akhirnya selesai sudah masa bakti Stefano Pioli sebagai juru taktik Inter Milan, pria asal Italia itu resmi dibebastugaskan oleh klub berjuluk Ular Raksasa.

Kursi panas pelatih Inter goyah sejak Mauro Icardi dkk tak pernah menang dilima laga terakhir pentas Serie A, kabarnya nasib Stefano Pioli ditentukan saat I Nerazzurri menjamu Napoli yang wajib mengamankan tiga angka demi menjaga peluang lolos ke Liga Europa musim depan. Namun hasilnya sangat jauh dari harapan, Inter malah keok 0-1 di depan puluhan ribu pendukungnya dan juga disaksikan langsung Zhang Jidong, orang nomor satu di Suning yang kini menjadi penguasa di Inter Milan.

Tapi napas Pioli masih bertahan hingga laga selanjutnya kala bertandang ke markas Genoa, namun sayang hasilnya pun sama. Inter dipaksa pulang dengan tangan hampa setelah mantan pemainnya, Goran Pandev menjebol gawang Samir Handanovic dan skor 1-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Inter kini mengukir tujuh rentetan laga tanpa kemenangan dengan hanya meraih dua poin, tim Biru Hitam pun kini tertahan di peringkat tujuh dengan koleksi 56 poin. Berjarak tiga poin dari AC Milan yang secara matematis punya peluang lebih besar mengamankan tiket Liga Europa musim depan, meski mengawalinya dengan babak kualifikasi.

Untuk sementara Inter dilatih Stefano Vecchi yang sebelumnya menukangi tim Primavera, manajemen Inter memberi kewenangan penuh pada Stefano Vecchi hingga akhir musim yang berarti masih ada tiga laga yang menentukan nasib La Beneamata untuk musim depan. Apakah berhasil meraih tiket ke Eropa atau tidak.

Di Alam Lain, Juventus berhasil melangkah ke final Liga Champions setelah mengatasi perlawanan AS Monaco dengan agregat 4-1. Kemenangan 2-0 di Stade Lois II kandang Monako jadi modal berharga Juventus kala balik menjamu wakil Prancis itu di Juventus Stadium pada leg kedua Liga Champions, hasilnya memang sudah diprediksi banyak orang.

Radamel Falcao dan kawan-kawan kesulitan mengembangkan permainan di tengah kerumunan suporter lawan, skor 2-1 untuk kemenangan tim tuan rumah melengkapi langkah sempurna Si Nyonya Tua ke final Liga Champions musim ini. Hasil ini juga menjadi catatan manis buat Bianconeri di liga paling elit Benua Biru tersebut.

Final Liga Champions yang akan digelar 7 Juni mendatang di Stadion Mellenium Cardiff akan menjadi laga final keenam Juventus sejak format kompetisi berganti nama jadi Liga Champions tepatnya tahun 1996, 1997, 1998, 2003, dan 2015. Namun jika ditotal saat format liga masih bernama Piala Champions, Juve sudah ke final sebanyak sembilan kali.

Sebagai pendukung Inter yang merupakan rival berat Juventus, pencapaian tim Zembra musim ini cukup spektakuler namun tak membuat saya sampai terkagum-kagum. Langkan Juve hampir sama dengan laju Inter pada musim 2009/2010 yang berakhir dengan raihan treble winner, musim ini pun Juve sedang berada di jalur treble.

Hanya menyisakan tiga laga lagi bagi Juventus untuk memastikan tiga gelar prestisius itu berada dalam lemari penyimpakan piala mereka. Yang pertama laga kontra Roma dilanjutan Serie A giornata 36, hasil imbang sudah cukup memastikan Juve untuk merayakan scudetto. Laga kedua final Coppa Italia yang dihelat 17 Mei, jika mampu menaklukkan Lazio maka gelar juara Coppa Italia bisa membawa Juve sedikit lebih dekat ke jalur treble.

Dan laga terakhir kala menghadapi pemenang antara Atletico Madrid atau Real Madrid di final Liga Champions, (saya lebih mengunggulkan Real Madrid) jika mampu mengalahkah pemenang dari duel tim kota Madrid itu maka lengkaplah musim terindah Juventus dengan raihan treble winner. Apakah mereka mampu mengikuti jejak Inter Milan yang saat ini masih menjadi satu-satunya tim Italia yang berhasil meraih treble winner? Kita tunggu saja.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE