Front Rotterdam Bukti Perjuangan yang Tak Pernah Padam

Liburan sekolah telah tiba, tentu banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan bersama teman, sahabat atau keluarga untuk mengisi liburan. Kegiatan yang sangat menarik dan tentunya punya segudang manfaat khususnya untuk pelajar sekolah yaitu mengisi liburan sambil belajar dan menambah pengetahuan tentang sejarah dan budaya tanah air. Mengingat perkembangan dunia yang makin modern, seakan mengikis budaya peninggalan nenek moyang yang menjadi identitas kita sebagai bangsa yang memiliki nilai peradaban sejarah tinggi. Di kota Makassar, banyak sekali tempat-tempat pariwisata serta bangunan-bangunan bersejarah peninggalan para pahlawan yang bisa dikunjungi, salah satunya Benteng Fort Rotterdam.

Patung Sultan Hasanuddin
Suasana Kompleks Benteng Fort Rotterdam

Benteng Fort Rotterdam dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi kallonna. Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang, biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua (Penyu) karena jika dilihat dari atas bentuk bangunannya seperti Penyu, yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa.

Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda.

Pada saat Belanda menempati benteng ini, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman yang merupakan Gubernur Hindia Belanda pada saat itu, sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur (Sumber: Wikipedia ).

Fort Rotterdam pada Tahun 1923

Di dalam benteng Fort Rotterdam terdapat Museum La Galigo yang menyimpan banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Benteng Fort Rotterdam telah banyak mengalami perubahan namun tetap mempertahankan bentuk asli bangunan yang menjadi tonggak sejarah lahirnya perjuangan rakyat Sulawesi Selatan dalam mempertahankan tanah kelahiran mereka dari para penjajah.

Banyak pelajaran yang bisa kita petik jika kita mengelilingi area kompleks bangunan tersebut. Salah satunya kemampuan orang-orang terdahulu membangun benteng yang megah dan kokoh, tentu mereka banyak belajar dari para penjajah yang pengetahuannya lebih maju dan berkembang. Sepatutnya peninggalan bersejarah ini harus selalu kita jaga agar identitas bangsa tidak ikut lenyap karena tergerus oleh peradaban dunia yang semakin modern.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE