Facebook Vs Instan Messaging

Sumber : http://www.btk.pte.hu

Facebook masih menjadi situs jejaring sosial terbesar di dunia menyingkirkan Friendster dan Myspace yang sempat menjadi primadona di sekitar tahun 90-an, kini keduanya punah diterjang derasnya laju perkembangan teknologi bernama Facebook. Kesuksesan Fecebook merajai situs media sosial tak lepas dari kejeniusan Mark Zuckerberg yang awalnya menciptakan Facebook sebagai jejaring sosial skala kecil untuk lingkungan sekolah dan kampus. Ternyata respon pengguna Facebook yang dulunya bernama The Facebook itu sangat luar biasa sehingga mengantarkan Mark Zuckerberg sebagai salah satu miliarder termuda di jagat raya.

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat membuat Facebook semakin melesat jauh meninggalkan pesaing-pesaingnya di ranah situs jejaring sosial. Sejak tahun 2008 hingga sekarang belum ada situs jejaring sosial yang mampu menandingi kedigdayaan Facebook, namun tak ada gading yang tak retak dan tak ada ranting yg tak patah perlahan tapi pasti Facebook mulai menghadapi tantangan berat untuk menjaga eksistensinya sebagai penguasa media sosial.

Tak dipungkiri, Facebook masih menjadi primadona di kalangan anak-anak usia sekolah dan remaja usia produktif yang menggunakan Facebook sebagai wadah sosial agar mereka selalu terhubung dengan teman, sahabat, kolega serta keluarga. Pengguna Facebook yang dulunya didominasi oleh anak-anak dan remaja, kini merambah ke orang-orang yang lebih tua seperti ayah, ibu atau keluarga yang lebih dewasa. Privasi mereka seakan terusik ketika postingan status mereka dikomentari oleh orangtua atau keluarga dan merasa risih ketika orang-orang yang lebih dewasa itu muncul di dinding pesan (wall) mereka.

Rasa ketergantungan privasi yang mulai terusik menyebabkan mereka mulai mencari wahana sosial media yang baru, dan perkembangan teknologi pun merespon dengan hadirnya media interaksi sosial yang lebih personal semisal aplikasi chatting dan instan messaging. Eksodus pengguna Facebook ke layanan instan messaging sudah bisa diprediksi ketika menjamurnya aplikasi chatting yang bertebaran di jagad maya. Kehadiran KakaoTalk dan WeChat yang menjadi pionir lahirnya aplikasi messaging pada perangkat mobile ikut memicu laju perkembangan pesan singkat sebagai alternatif dari media sosial yang tak lagi personal.

Respon pasar yang positif memaksa lahirnya kompetitor aplikasi messaging sejenis seperti WhatsApp, Line dan BBM (kini lintas platform) yang mencoba peruntungan dari pelarian besar-besaran pengguna Facebook. Chief Financial Officer Facebook, David Ebersman mengatakan “Kami menemukan fakta bahwa jumlah pengguna Facebook setiap harinya mengalami penurunan, terutama di kalangan anak muda,” keluhnya. Terbukti dengan banyaknya aplikasi messaging yang bermunculan, secara perlahan mulai menggerogoti eksistensi Facebook sebagai penguasa sosial media selama lebih lima tahun.

Aplikasi messaging patut menjadi ancaman serius bagi Facebook, mengingat layanan yang diberikan merupakan kebutuhan bagi anak muda yang menginginkan privasi, kenyamanan dan kemudahan penggunaan serta beragam fitur unik seperti emotion, stiker dan game yang mampu menjadikan instan messaging sebagai aplikasi wajid yang tertanam di ponsel mereka. Facebook pun menyadari ancaman itu tapi menurut mereka, Facebook dan instan messaging punya segmentasi pasar yang berbeda. Facebook masih akan tetap mendominasi jejaring sosial tanpa terpengaruh oleh agresivitas instan messaging. Kita tunggu saja.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE