Dua Laga ‘Final’ Menanti Inter

Giornata 36 Serie A hadirkan kejutan, bukan saja karena hasil pertandingan Napoli kontra Torino yang harus berakhir imbang 2-2 dan semakin memuluskan langkah Juventus untuk merengkuh scudetto ketujuh beruntun setelah mengalahkan Bologna 3-1. Namun hasil imbang 1-1 antara Lazio dan Atalanta menjadikan persaingan di zona Liga Champions jadi semakin sengit.

Inter yang diuntungkan dengan hasil imbang Lazio tentu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Undinese pun digebuk 4-0 shingga selisih kedua tim peringkat emat dan lima itu kini hanya dua poin. Masih ada enam poin yang harus diperebutkan salah satunya saat Inter bertamu ke markas Lazio pada pekan ke-38.

Belajar Dari Napoli

Pesta dini Napoli saat mengalahkan Juventus 0-1 di Allianz Stadium bisa menjadi salah satu penyebab gagalnya Partenopei merusak dominasi Bianconeri merengkuh scudetto ketujuh beruntunnya. Terlalu berpuas diri, merasa jarak yang saat itu tinggal satu angka terlalu mudah bagi Napoli untuk diraih.

Padahal empat laga sisa yang harus dilakoni Napoli yakni lawan Fiorentina, Torino, Sampdoria, dan FC Crotone di atas kertas bukanlah sebuah masalah besar. Namun kenyataannya pasukan Maurizio Sarri terkapar 3-0 di tangan Fiorentina dan hanya bermain imbang 2-2 dengan Torino.

Sedangkan Juventus menang 2-3 atas Inter meski dengan banyak kejadian kontroversi lalu di pekan berikutnya melibas Bologna 3-1 menjadikan jarak poin keduanya kini jadi enam angka. Dengan dua pertandingan sisa bisa dibilang peluang Napoli meraih scudetto sudah tertutup.

Tentu sangat disayangkan padahal sepanjang musim ini Napoli tampil konsisten dan menjadi satu-satunya tim yang dianggap mampu menghentikan dominasi Juventus di liga tertinggi Italia musim ini.

Nasib Inter sebenarnya tak jauh beda dengan Napoli, saat tim di atasnya seperti AS Roma dan Lazio bermain buruk dan gagal meraih poin sempurna, Inter malah tak mampu memanfaatkannya dengan permainan terbaik dan meraup poin lebih banyak. Hasilnya tentu saja posisi La Beneamata yang susah move on dari peringkat lima.

Kini peluang Mauro Icardi dkk untuk tampil di Liga Champions musim depan sudah ada di depan mata. Syaratnya, pasukan Biru Hitam wajib menyapu bersih dua laga “final” termasuk di antaranya saat bertemu Lazio di pekan terakhir Serie A.

Icardi yang On Fire

Inter tentu berharap banyak dari sang kapten Mauro Icardi yang kini telah mengoleksi 28 gol, hanya terpaut satu gol saja dari Ciro Immobile dengan 29 gol untuk mewujudkan misi tersebut. Membawa Inter tampil di Liga Champions tentu menjadi pencapaian terbaik pemain 25 tahun itu selama berseragam Nerazzurri.

Inter terakhir merasakan gemerlap ajang bergengsi antar klub Benua Biru tersebut yakni pada musim 2011/2012. Tentu kerinduan pemain dan fans melihat tim kebanggannya berlaga di Liga Champions sudah tak tertahankan lagi.

Misi pertama tentu saja mengatasi perlawanan Sassuolo pada 13 Mei mendatang, kemenangan jadi harga mati bagi pasukan Luciano Spalletti jika ingin menjaga asa lolos ke Liga Champions dan berharap Lazio tergelincir saat bertandang ke markas tim papan bawah FC Crotone.

Di atas kertas laga kontra Sassuolo bukanlah laga yang sulit bagi Inter, namun faktanya pada pertemuan pertama di Mapei Stadium, Inter hanya bisa menang tipis 1-0 lewat gol Mauro Icardi menit ke-49.

Di pertemuan kedua dini hari nanti yang berlangsung di Giuseppe Meazza faktor tuan rumah seharusnya jadi modal penting bagi Inter untuk meraih tiga poin. Ketajaman Mauro Icardi diharapkan terus terjaga dan performa pemain lain pun tetap berada pada level terbaik. Hasil imbang apalagi kalah akan menutup peluang Inter berlaga di Liga Champions musim depan.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE