Dilema Bonus Kuota Video

Harga paket internet yang dikeluarkan operator saat ini bisa dengan mudah dibeli di pinggir-pinggir jalan, harganya pun cukup murah dengan besaran kuota yang bervariasi.

Namun jangan senang dulu bila mendapati paket internet dengan kuota besar berharga murah, karena bisa saja di dalamnya terdapat ketentuan dan syarat yang harus diikuti bila ingin menikmati kuota besar tersebut. Para operator memang berlomba-lomba menjual kartu perdana internet murah dengan iming-iming kuota besar, tentu saja untuk menarik minat pengguna internet meski kadang informasi tentang pembagian paket beserta bonus-bonusnya kurang jelas.

Jadi tak heran bila banyak pengguna yang terjebak dengan iming-iming kartu perdana internet dengan kuota besar dan murah, padahal di dalam paket tersebut terdapat banyak pembagian. Seperti kuota yang hanya berlaku di jam-jam tertentu, kuota khusus media sosial, messanger, dan video. Kebutuhan pengguna internet yang berbeda-beda memang mengharuskan operator kreatif dan jeli melihat peluang, namun tentu saja harus dengan informasi yang jelas agar pengguna tak merasa dikadalin.

Seperti salah satu operator yang menjual kartu internet dengan kuota sebesar 30 GB seharga Rp 50.000, tentu saja sangat menggiurkan jika dibandingkan membeli kuota via aplikasi atau langsung mengakses kode di smartphone. Tapi setelah saya membeli kuota 30 GB yang ternyata terbagi-bagi yakni paket data 2 GB + 5GB untuk jaringan 4G yang bisa digunakan 24 jam, lalu ada kuota 13 GB pada jam 00-07, dan kuota video yang besarnya mencapai 10 GB.

Bayangkan kuota video 10 GB, buat saya yang kurang suka nonton video di smartphone cukup menyayangkan kuota sebesar itu hanya digunakan untuk nonton. Bagaimana jika paket internet 30 GB itu digunakan oleh orang tua yang berusia lanjut, yang lebih butuh akses data yang bisa dipakai 24 jam. Tentu sisa kuota 13 GB di jam-jam tidur serta 10 GB untuk video akan percuma.

Dan uniknya lagi, kuota video yang hanya bisa digunakan pada aplikasi video streaming semisal HOOQ dan VIU bila pengguna berlangganan di aplikasi tersebut. Artinya jika masa trial 30 hari telah lewat maka pengguna tidak bisa menonton video atau film yang ada di aplikasi tersebut meskipun kuota video di kartu internet masih ada. Pengguna harus berlangganan yang artinya membayar lagi hanya untuk menghabiskan bonus kuota video.

Sebelumnya saya memang pernah membeli kartu internet yang juga punya bonus kuota video dan saat itu bisa digunakan karena di aplikasi HOOQ masih dalam masa trial, artinya belum lewat 30 hari sejak kali pertama di instal. Namun saat saya ingin nonton lagi di aplikasi yang sama muncul pemberitahuan jika saya harus langganan agar bisa memutar film yang diinginkan.

Setelah saya adukan ke costumer service operator tersebut memang mengatakan jika melebihi 30 hari maka disarankan untuk berlangganan terlebih dahulu seharga SGD 8.98 atau sekitar Rp 88.000. Saya pun tak berniat untuk berlangganan aplikasi tersebut dan lebih memilih kuota video 10 GB terbuang sia-sia.

Sudah saatnya pengguna internet lebih jeli memilih paket internet yang ditawarkan operator, biasanya penjual kartu internet di pinggir-pinggir jalan menuliskan pembagian kuota internat yang mereka jual meski kadang infonya pun kadang absurb. Sebaiknya tanyakan dulu pembagian kartu internet pada penjual sedetail-detailnya agar konsumen atau pengguna tak merasa dijebak dengan iming-iming kuota besar dan murah namun tak sesuai dengan kebutuhan.

 

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE