Diimbangi Lazio, Inter Gagal Naik Peringkat

(foto: inter.it)

Rentetan lima laga tanpa kemenangan Inter di Serie A (dua laga kala Inter masih ditangani Walter Mazzarri dan tiga laga dilakoni Nerazzurri bersama Roberto Mancini) terhenti pada giornata ke 15 ketika skuat Biru Hitam menang atas Chievo Verona 0-2 di Marc Antonio Bentegodi, dua gol yang dicetak Mateo Kovacic dan sang kapten Andrea Ranocchia membuat allenatore Roberto Mancini sedikit lega. Pasalnya, sejak Mancio ditunjuk sebagai juru taktik Inter pada 14 November lalu, tiga laga di pentas Serie A dilaluinya tanpa pernah merasakan kemenangan. Bermain imbang 1-1 saat menghadapi Milan kemudian takluk 1-2 dari Roma lalu ditekuk Udinese 1-2 dan yang terakhir Mauro Icardi dan kawan-kawan diimbangi Lazio 2-2 pada giornata 16 di Giuseppe Meazza, hasil tersebut membuat posisi Inter di tabel klasemen tertahan di peringkat 11 dengan koleksi 21 poin.

Inter gagal menjaga momentum kemenangan setelah pekan lalu membawa pulang tiga poin dari kandang Chievo Verona, pekan ini di depan puluhan ribu pendukung setia Nerazzurri nyaris kalah dari Lazio setelah tertinggal dua gol yang diborong oleh Felipe Anderson di menit 2 dan 37 babak pertama, namun setelah turun minum Inter mampu bangkit dan membalas lewat gol spektakuler Matteo Kovacic pada menit 66 serta gol Rodrigo Palacio di menit 80 yang menyelamatkan Inter dari kekalahan. Hasil imbang tersebut menjadi kado penutup tahun yang pahit bagi Interisti, raihan tiga poin seharusnya bisa mengangkat posisi La Beneamata di tabel klasemen andai bisa memetik kemenangan atas Lazio, namun inkonsistensi permainan yang kerap dialami oleh Andrea Ranocchia dan kawan-kawan seakan tak pernah bisa diatasi.

Sejak meraih sukses besar di musim 2009/10 dengan meraih treble winner di bawah komando Jose Mourinho, kini performa Nerazzurri terus menurun dan puncaknya ketika musim 2012/13 Inter absen berlaga di Eropa karena finish di posisi Sembilan liga Serie A. Musim ini Inter kembali tampil di Eropa meski hanya di Liga Europa, liga kasta kedua setelah Liga Champions. La Beneamata yang sudah lolos ke babak 32 besar pun menargetkan juara untuk meraih tiket berlaga di Liga Champions untuk musim depan meski peluang finish di peringkat tiga (batas akhir tiket Liga Champions) di Serie A masih terbuka lebar, namum melihat performa si Ular Raksasa yang kerap tampil inkonsesten membuat manajemen dan Interisti cukup was-was, apalagi pemain masih harus menyesuaikan diri dengan skema taktik dari pola tiga bek ala Walter Mazzarri kepola empat bek racikan Roberto Mancini.

Inter berusaha mengembalikan citranya sebagai tim raksasa dengan raihan koleksi gelar juara, sudah tiga musim tim yang dipimpin oleh Erick Thohir pengusaha asal Indonesia ini puasa gelar. Jangankan berprestasi di level Eropa, bersaing di papan atas Liga Italia saja Nerazzurri keteteran. Kebijakan transfer pemain hingga penerapan taktik dan strategi di lapangan yang kurang pas dengan skuat yang ada menjadi rumor dari keterpurukan Inter dalam tiga musim belakangan. Jendela transfer bulan Januari akan segera dibuka, rumor beberapa pemain incaran sudah mulai berhembus di media. Banyak lini yang harus dibenahi oleh allenatore Inter Roberto Mancini agar target di akhir musim bisa tercapai, jangan sampai kebijakan manajemen perihal jual beli pemain malah menjadi blunder yang merugikan tim sehingga sulit bersaing dengan tim-tim lain.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE