Derby Milan Harusnya Milik Inter

Inter benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai tim kuat peraih tiket Liga Champions, Milan pun dibuat menderita dengan serangan sporadis Mauro Icardi dan kawan-kawan.

Derby semalam merupakan penampilan terbaik Inter saat berhadapan dengan tim besar Serie A sejak awal tahun 2018 ini, Dibandingkan saat bermain imbang 1-1 melawan AS Roma Januari lalu dan 0-0 saat menjamu Napoli awal April tentu hasil imbang tanpa gol kontra Milan menjadi kerugian bagi Inter mengingat mereka tampil impresif, solid, dan punya beberapa peluang emas mencetak gol.

Meski secara statistik kedua tim menunjukkan hasil yang tak jauh beda seperti penguasaan bola 44% Milan dan 56% Inter, total shoots(on goal) 13(3) dan 14(2), dan jumlah crossing 21 dan 27 tapi faktanya Inter punya peluang mencetak gol lebih besar dibanding Milan.

Menurunkan pemain dan formasi yang sama dengan pekan lalu, Luciano Spalletti cukup percaya diri menerapkan permainan menyerang sejak kick off. Mauro Icardi sebagai target man didukung trio Ivan Perisic, Rafinha, dan Antonio Candreva sukses membuat lini pertahanan Milan kocar-kacir. Lini belakang Nerazzurri pun cukup solid dengan duet Joao Miranda dan Milan Skriniar yang ditemani Joao Cancelo dan Danilo D’Ambrosio sebagai full back yang siap membantu penyerangan.

Milan yang bertindak sebagai tuan rumah tentu ingin meriah hasil terbaik di derby kali ini, maka dari itu formasi 4-3-3 jadi solusi Gennaro Gattuso agar skuatnya mampu menembus pertahanan Inter yang kokoh dan masih perawan diempat laga sebelumnya.

Sejak peluit kick off berbunyi kedua tim bermain sangat hati-hati, Milan dan Inter terlihat berusaha mengandalkan penguasaan bola dan sesekali melakukan serangan. Setelah 15 menit berlalu, tempo permainan meningkat dan menit ke-38 Icardi sempat menjebol gawang Milan dengan sepakan mendatar setelah memanfaatkan umpan Candreva. Namun sayang, gol tersebut dianulir karena kamera VAR menyatakan Icardi dalam posisi offside.

Milan bukannya tanpa perlawanan, di menit 68 Cutrone menjebol gawang Samir Handanovic namun ternyata Cutrone lebih dulu terjebak perangkap offside. Peluang Inter mencetak gol pertama di derby semalam lahir pada menit 55, umpan mendatar Antonio Candreva di sisi kiri pertahanan Milan tak bisa dimaksimalkan Icardi padahal ia sudah berdiri bebas di depan gawang Milan. Selanjutnya di masa injury time, lagi-lagi peluang emas gagal dimanfaatkan Icardi jadi gol, skor imbang 0-0 pun bertahan hingga laga usai. Tentu hasil ini jadi kerugian besar bagi Inter untuk menjauhi perolehan poin Milan.

Derby Milan memang selalu hadirkan kejutan, permainan bagus tak serta merta menjadikan sebuah tim bisa menang dengan mudah. Ada sedikit sentuhan keberuntungan yang berperan dan mengubah jalannya laga sehingga jadi lebih menarik untuk disaksikan, derby semalam harusnya jadi milik Inter. Kedua tim sudah menunjukkan karakter permainan layaknya sebuah derby, yang tak hanya membutuhkan determinasi tinggi namun juga ada faktor teknis yang bisa menjadi penentu hasil akhir. Forza Inter.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE