De Boer Dan Skuat Yang Belum Siap Tempur

37097B8600000578-3731078-image-a-60_1470756692750Di bawah arahan pelatih anyar Frank de Boer, Inter mengawali Serie A dengan kekalahan 2-0 di kandang Chievo, dan pekan berikutnya ditahan Palermo 1-1 di Giuseppe Meazza. Alhasil La Beneamata harus puas duduk di peringkat 17 tabel klasemen sementara dengan raihan satu poin, tentu ini bukan awal yang bagus mengingat Inter sudah mendatangkan beberapa pemain baru yang diharapkan mampu mengangkat level permainan dan mental bertanding tim dibanding musim lalu.

Dari segi prestasi kepelatihan, sang allenatore memang belum sekinclong Roberto Mancini yang dipecat saat laga kompetitif Serie A tinggal menyisakan dua pekan lagi, namun visi misi dan karakter permainan pelatih asal Belanda tersebut dianggap cocok menukangi tim sekelas Inter. Walau keputusan petinggi Inter menunjuk De Boer sebagai suksesor Mancini patut dipertanyakan mengingat Mancio sejatinya cukup berhasil membawa Nerazzurri musim lalu finish di peringkat empat.

Di dua laga awal Serie A permainan Mauro Icardi dkk memang terlihat lebih agresif, dengan mengutamakan pressing ketat dan penguasaan bola lebih baik dibanding era Mancini. Namun hasil akhir belum seapik permainan yang ditunjukkan anak asuh pelatih 46 tahun tersebut. Inter masih belum optimal dalam bertahan, hal tersebut terbukti saat gawang Samir Handanovic dijebol dua kali oleh Valter Birsa (Chievo) betapa lemah dan kurang koordinasinya lini belakang. Meski menurut catatan Whoscored Inter di laga itu membukukan penguasaan bola hingga 67 persen.

Menimpakan kesalahan hanya pada seorang pelatih terhadap performa tim yang kurang memuaskan di awal kompetisi tentu tak fair, banyak faktor yang membuat penampilan sebuah tim jauh dari harapan meskipun telah mendatangkan pemain baru dan menggelar sejumlah laga ujicoba. Seperti yang dikeluhkan Samir Handanovic setelah kekalahan dari Chievo, kondisi kebugaran yang belum 100 persen akibat jadwal pramusim yang padat dan tak ter-manaj dengan baik membuat pemain dilanda keletihan, ujarnya.

Hal senada diamini sang pelatih yang membawa Ajax Amsterdam juara Eredivisie empat musim berturut-turut, ia mengakui bahwa timnya belum siap tempur untuk menghadapi musim baru. Para pamain harus beradaptasi dengan taktik De Boer yang ofensif sedangkan kesempatan untuk menerapkan skema permainan tersebut di laga pramusim sangatlah minim. Inter di tangan De Boer hanya melakoni satu laga ujicoba kala bersua Celtic, sedangkan pada friendly match sebelumnya saat menghadapai klub Jerman Borrussia Moenchengladbach harus dibatalkan karena hujan.

Sejatinya Inter sudah memenuhi prasyarat sebagai tim yang kompetitif untuk bersaing dengan tim-tim besar Serie A dalam memperebutkan scudetto, bergabungnya pemain-pemain anyar semisal Ever Banega, Antonio Candreva, Cristian Ansaldi, Caner Erkin meski nama yang terakhir disebut-sebut akan dipinjamkan ke klub lain, dan menyusul Gabriel Barbosa serta bintang timas Portugal Joao Mario semakin melengkapi skuat Nerazzurri musim ini.

Mengharapkan prestasi instan untuk sebuah tim yang diarsiteki oleh pelatih yang baru pertama kali merasakan kerasnya liga Italia dan kerja sama antar pemain yang tentunya membutuhkan waktu dan proses merupakan hal yang sulit terwujud dalam waktu dekat. Frank de Boer sendiri bahkan menjajikan permainan Inter yang sebenarnya pada empat bulan mendatang, so kita nantikan saja ledakan performa Inter di tangan sang Meneer.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE