Curhatnya Interisti

Musim 2011/2012 Inter Milan mengalami performa bak roller couster. Inter yang kala itu diarsiteki Gian Piero Gasperini mengawali musim kompetisi dengan empat kekalahan dalam lima partai resmi hingga Inter menduduki papan bawah klasemen dan berada di zona degradasi, zona yang tak layak untuk tim sekaliber Inter. Pemilik Inter Massimo Moratti pun segera mengambil langkah sigap dengan memecat Gasperini dan menunjuk Claudio Ranieri sebagai suksesor. The Thinkerman (julukan Ranieri) segera menata mental armada skuadnya yang saat itu berada dititik nadir, dia ingin membawa La Beneamata kembali ke habitatnya sebagai tim raksasa.

Perlahan tapi pasti kini Inter telah kembali ke papan atas, dengan kemenangan tujuh kali berturu-turut di serie-A asa untuk ikut bersaing memperebutkan Scudetto pun seakan menjadi warning buat rival-rivalnya. Namun pertengahan musim ini grafik penampilan Inter kembali menurun dengan menderita empat kekalahan dan satu hasil imbang membuat kans Inter untuk ikut meramaikan perburuan gelar juara semakin menipis. Skuad Inter kehilangan taji dan mental juara seperti yang mereka tunjukkan saat meraih Treble Winner 2010, namun dukungan dari pemilik klub dan fans tak pernah berhenti mengalir moga saja itu bisa menjadi penyemangat untuk terus meraih hasil yang maksimal. Forza INTER

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE