Cuma Uang Lewat

money-is-energy-2Hujan mulai sering turun di kota Makassar bahkan hampir setiap hari dengan durasi yang cukup lama, sebagai pengguna motor mau tidak mau saya selalu menyiapkan jas hujan, sandal jepit dan kantong pelastik yang tersimpan dalam tas ransel. Kadang pagi cuaca hanya mendung namun sesekali matahari bersinar meski samar, namun siangnya berlanjut sore hujan deras sampai malam hingga subuh tak pernah berhenti. Suatu sore menjelang petang, saya dan Inha dalam perjalanan pulang ke rumah naik motor. Hujan sudah menyambut sejak kami berangkat dari kantor, semakin lama hujan semakin deras. Jas hujan yang saya pakai tak cukup melindungi istri dari terjangan hujan, saya kemudian memutuskan untuk menepi di salah satu penjual jas hujan yang banyak berjejer di pinggir jalan.

“Sepertinya yang itu bagus,” kata Inha sambil membanding-bandingkan dengan model yang lain. “Yang gini berapaan, pak?” tanyaku. “125ribu rupiah,” sahut bapak itu. Inha masih memilah-milah warna dan jenis jas hujan yang memang beragam, mulai dari yang model jubah hingga model lengkap dengan celana. Setelah memilih jas hujan yang Inha inginkan dan membayarnya pada bapak itu, segera saja Inha memakai jas hujan berwarna hijau muda cerah sambil nyeletuk, “Uangnya bapak banyak ya,” “Ini cuma uang lewat nak, sebentar lagi akan bapak berikan pada pemilik kios ini.” Ucap bapak itu. Ternyata bapak itu ditugasi untuk menjaga kios yang menjual beragam aksesoris pengguna kendaraan bermotor, ada helem, kacamata, sarung tangan, dan tentu saja aneka macam jas hujan.

Setelah Inha selesai memakai jas hujan, kami lalu melanjutkan perjalanan yang sejak tadi basah oleh hujan yang tak kunjung reda. Dalam perjalanan saya memikirkan kata-kata bapak tadi kalau uang yang kita simpan dalam dompet, tabungan ataupun di bawah bantal sebenarnya bukan milik kita, uang itu hanya mampir sejenak kemudian akan berpindah ke tempat lain atau akan berubah bentuk menjadi sebuah barang. Ibaratnya uang itu cuma titipan dari Allah dan akan berkurang bahkan tak tersisa sama sekali, bukan cuma uang tapi seluruh apa yang kita anggap sebagai milik kita sesungguhnya bukanlah milik kita. Allah hanya menitipkannya pada manusia untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, jadi jangan takut kehilangan uang atau barang berharga karena itu semua hanya titipan dari Allah SWT.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE