“Creative Writing”, Buku Rujukan Bagi Penulis Cerpen dan Novel

Menulis adalah cara mengakrabkan diri dengan ingatan. Otak memiliki daya ingat yang terbatas dan salah satu cara untuk mengikat jejak ingatan adalah dengan menulis. Bahkan Seno Gumira Ajidarma mengatakan “Menulis itu sama seperti bernapas” bisakah manusia hidup tanpa bernapas? Itu hanya ungkapan bagi sebagian orang yang menganggap menulis adalah rutinitas penting dalam hidupnya. Menulis ibarat mengurai kisah masa lalu yang berserakan kemudian menatanya ke dalam sebuah cerita sehingga nyaman untuk dibaca, cobalah untuk mengabadikan kenangan dan pengalaman hidup dengan menulisnya di mana saja agar kenangan itu tak berlalu dan terlupakan oleh waktu.

Beragam bentuk tulisan bisa digunakan untuk mengikat ingatan, bisa berupa cerpen, novel, artikel, puisi, fiksi, non fiksi dan lain sebagainya. Bahkan tulisan remeh-temeh yang dianggap biasa jika dikemas dengan kalimat yang tepat dan menggunakan pilihan kata yang sesuai maka tulisan akan menjadi hasil karya yang luar biasa. Bagaimana cara membuat tulisan yang baik dan mampu memikat hati para pembaca? A.S. Laksana coba berbagi tip dan strategi menulis cerpen dan novel lewat bukunya “Creative Writing.”

A.S. Laksana adalah seorang kritikus sastra, ia juga aktif menulis cerpen di berbagai media cetak nasional di Indonesia. Tiga cerpennya yaitu “Seorang Ibu yang Menunggu (1996)”, “Menggambar Ayah (1998)” dan “Dua Perempuan di Satu Rumah (2010)” terpilih dalam kumpulan cerpen terbaik Kompas. A.S. Laksana juga telah melahirkan buku kumpulan cerpen seperti “Bidadari yang Mengembara” dan “Murjangkung”. Ia juga menulis skenario untuk sinetron serial Laksamana Cheng Ho (Episode di Tanah Jawa).

Dalam buku “Creative Writing” yang berisi tip dan strategi menulis cerpen dan novel, A.S. Laksana memberi kiat-kiat khusus bagi para penulis pemula dalam meningkatkan kemampuan menulis cerpen dan novel. Buku ini merangkum 24 tip panduan menulis, bagaimana membuat adegan yang menarik, memilih sudut pandang pencerita, mengatur alur cerita agar pembaca dituntun ke arah penyelesaian, pemilihan karakter yang menjadi roh sebuah cerita agar lebih hidup, dan masih banyak lagi tip serta strategi menulis cerpen dan novel yang diulas tuntas oleh A.S Laksana.

Pada setiap pembahasan, A.S. Laksana melengkapinya dengan contoh kutipan cerpen atau novel sehingga memudahkan pembaca dalam memahami penjelasan pada setiap bab. Seperti bagaimana cara menyusun dialog yang baik, salah satu tip yang dituliskan A.S Laksana adalah jangan membuat dialog seperti menyalin percakapan sehari-hari, itu membosankan. Sedangkan pada pembahasan Sudut Cerita (Point of View), A.S. Laksana memberi contoh sudut pencerita yang paling sering digunakan yakni pencerita orang pertama, orang kedua, orang ketiga, objektif. Sudut orang ketiga dengan filter dari satu karakter dan lain sebagainya.

Buku ini sangat cocok bagi para penulis pemula yang punya passion menulis cerpen atau novel. Dalam dunia tulis menulis dibutuhkan proses kreatif dalam menciptakan sebuah hasil karya yang mampu menarik perhatian para pembaca. Menurut A.S. Laksana jika anda ingin mengembangkan kreativitas maka dekatkan tangan anda dengan otak anda, beri kesempatan tangan anda menulis apa saja sesuai dengan keinginan hati. Jangan biarkan tangan ada jadi penganggur, berikan ia pena, biarkan jemari anda menari-nari di atas keyboard komputer atau laptop. Anda hanya perlu action meski tanpa ide, anda harus tetap menulis.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE