Cinta Segitiga

Semua berjalan seperti air, tapi bukan air kolam yang tak mengalir, namun air sungai yang terus mencari hilir yang indah. Waktu berjalan begitu cepat, saking cepatnya kita kadang tertinggal oleh impian dan khayalan. Kadang kita telah berjalan jauh, mendaki gunung, menyusuri lembah, dan menyebrangi sungai untuk mencari sekeping hati yang hilang, namun tanpa disadari sekeping hati itu ada di dekat kita. Bahkan sedekat urat nadi yang tak pernah dijamah oleh dokter bedah, dan dikuliti saat Idul Kurban. Dia memang indah seindah taman bunga yang baru berumur 17 tahun. Pandangan dia terlihat anggun dengan ukiran gadis feminim yang sederhana. Namun sayang keindahannya itu telah dimiliki oleh orang lain.

Aku merasa dia adalah sekeping hati yang selama ini aku cari, dengan seluruh perjuangan jiwa dan raga menelusuri jauhnya pulau, dan mengorbankan perasaan penasaran demi mencari cinta sejati. Perkenalan yang tak kenal basa-basi membuat kita semakin dekat, sifat dan kerakter kita adalah cerminan diri masing-masing. Sungguh aneh, mengingat aku tak pernah mengenal dia sebelumnya, namun kedekatan yang terjalin mengisyaratkan kalau kita sudah saling mengenal selama puluhan tahun. Tak ada yang bisa menjawabnya, kenapa itu bisa terjadi? Bahkan dia atau pun aku sendiri tak tahu jawabannya.

Namun semua tak semudah yang dibayangkan, dan tak seindah yang diharapkan. Rumit adalah kata yang cocok untuk menggambarkan apa yang terjadi. Kisah ini bak kisah telenovela yang entah tak tahu akan berakhir sedih atau bahagia. Kisah ini menguras pikiran dan perasaan, bahkan mengorbankan kenangan yang telah lama teruntai indah. Bunga indah itu telah dimilik oleh orang lain selama 5 tahun, rentang waktu yang tak singkat dan penuh dengan kenangan. Walaupun aku tahu selama itu dia tak merasakan arti kebahagiaan yang sejati, dia terlalu sering terluka, sedih, dan kecewa. Awalnya aku hanya prihatin dan berusaha menghibur hatinya kala sedih, namun lambat-laun ada perasaan lain yang menggelayuti hati ini, mengingat kita sangat mengerti dengan keinginan masing-masing. Tak ada yang perlu diragukan, dan cinta itu akhirnya timbul dengan sendirinya. Kita sama-sama saling cocok, dan berharap ini bisa berakhir bahagia.

Aku berada diantara kalian, membuat suasana hatinya semakin ragu dan bimbang. Bunga indah itu mulai menemukan kabahagiaannya tapi bukan dengan orang itu, tapi dengan aku. Bunga itu kembali bersinar dan tersenyum, tapi bukan dengan orang itu, tapi dengan aku. Sungguh perang batin yang tak terelakkan, mengingat tak mudah melepas kenangan 5 tahun bersama orang itu. Aku kadang merasakan sakit hati yang teramat sangat, ketika melihat dia sedang bersama orang itu, namun aku hanya diam karena aku sadar bahwa aku hanya bayang-bayang dalam hubungan mereka, aku ibarat benalu yang membuat keadaan semakin sulit. Aku hanya berdoa seandainya dia memang jodohku maka dekatkanlah ya Tuhan.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE