Chile, Jawara Di Rumah Sendiri

CJHjITSWsAAvg4v.jpg large

Chile Juara Copa America 2015 (image by juara.net)

Penantian Chile selama 99 tahun berakhir manis dengan menjuarai Copa America 2015 setelah mengandaskan perlawanan tim tangguh Argentina lewat drama adu penalti 4-1. Bagi Argentina kekalahan tersebut menambah panjang puasa gelar mereka di kancah internasional selama hampir 20 tahun.

Final Copa America 2015 mempertemukan tuan rumah Chile dan Argentina yang berlangsung di Stadion Nacional Julio Martinez Pradanos, Santiago, Chile. Stadion berkapasitas 80.000 tersebut menjadi saksi sejarah bagi kedua tim yang sama-sama ingin memutus hasil minor diberbagai ajang internasional.

Chile yang menyandang status sebagai tuan rumah tentu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk merasakan gelar perdana Copa America, sejak pertama kali turnamen ini digelar pada tahun 1916 prestasi tertinggi Chile hanya mencapai semifinal yakni pada 1916, 1917, 1919, dan 1920 kala itu turnamen tertua di dunia tersebut bernama Kejuaraan Sepak Bola Amerika Selatan.

Setelah berganti nama menjadi Copa America, Chile pernah dua kali mencapai final pada tahun 1979 dan 1987 namun  belum pernah sekalipun Chile merasakan gelar juara hingga akhirnya penantian Gery Medel dkk berakhir manis setelah Chile memupus harapan Argentina meraih gelar ke-15 di turnamen empat tahunan tersebut dengan mengangkat trofi Copa America 2015 di depan puluhan ribu pendukung yang memadati Stadion Nacional Julio Martinez Pradanos.

Bagi Argentina, kekalahan di final Copa America 2015 menambah panjang penantian mereka untuk merasakan gelar juara setelah pada 1993 Tim Tango sukses menjuarai Copa America. Bahkan masih segar dari ingatan para suporter ketika Messi cs gagal merengkuh trofi Piala Dunia 2014 di Brasil setelah kalah 0-1 dari Jerman di laga final. Kekalahan Argentina di dua final turnamen bergengsi tersebut menjadikan mereka sebagai tim Amerika Latin pertama yang takluk di dua laga final secara beruntun.

*****

Sejak kick off babak pertama berbunyi kubu tuan rumah langsung menggebrak lini pertahanan sang tamu, duet penyerang Chile Eduardo Vargas dan Alexis Sanchez diharapkan mampu mencetak gol cepat dan meruntuhkan mental pemain lawan. Namun Argentina bukan tim kemarin sore yang mudah terjebak dengan permainan terbuka Chile, anak asuh Gerardo Martino terlihat lebih sabar dan memilih menunggu untuk melakukan serangan balik cepat lewat trio striker mereka Messi, Aguero, dan Di Maria. Hingga babak pertama usai skor masih imbang 0-0.

Usai turun minum, Argentina bermain lebih ofensif dan memaksa pemain-pemain Chile melakukan pressing ketat, pelanggaran demi pelanggaran pun terjadi sehingga membuat skema permainan Argentina tak berjalan mulus. Ditariknya Angel Di Maria akibat cedera pada menit ke-28 membuat permainan Argentina sedikit pincang, Ezequiel Lavezzi seakan belum mampu menggantikan peran Di Maria dalam formasi 4-3-3 yang diterapkan Martino.

Alhasil hingga akhir babak kedua skor imbang 0-0 masih bertahan dan dilanjutkan dengan ekstra time 2X15 menit gol yang dinanti kedua tim tak kunjung tiba. Pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti, Lionel Messi sukses menjadi eksekutor pertama Argentina namun Gonzalo Higuain dan Ever Banega yang manjadi algojo selanjutnya gagal menjebol gawang Chile yang dikawal Claudio Bravo. Sedangkan empat eksekutor Chile Matias Fernandez, Vidal, Aranguiz, dan Sanches berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Lionel Messi menjadi sosok yang paling disorot pada laga final kali ini, pemain yang sukses bergelimang gelar bersama klub Barcelona seakan tak berkutik saat membela timnas Argentina, magic Messi yang berkilau kala mengantarkan Barca meraih treble winners musim lalu seakan meredup ketika La Pulga berkostum Tim Tango. Wajar jika pendukung Argentina kecewa mengingat bagaimana peran krusial pemain terbaik dunia empat kali bersama Barcelona belum mampu menularkan kesuksesannya di timnas Argentina, dan sepertinya suporter Argentina harus lebih bersabar lagi menunggu tuah sang pemain merengkuh gelar juara bersama Argentina.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE