Cemburulah Pada Hantu

Rasa yang terlahir bersama cinta yang telah lalu namun masih menyisakan riak rindu yang menderu. Ingin melupakan kisah indah masa lalu tapi ternyata itu tak semudah kata yang terucap pilu. Di mana ada rindu maka di situ pula bersemayam cemburu entah saat hati masih menyatu ataupun dikala hati terpisah dan menjauh, itulah cinta yang sebenarnya sanggup meluluhkan sekat ragu dan meruntuhkan tembok angkuh. Cinta sejati yang tak pernah mati meski yang terkasih pergi dan tak lagi kembali, rasa cemburu selalu menghantu seperti wajahmu yang menerawang dalam mimpi dan mengisyaratkan senyum terkulum rindu. Ketika saat bersama, banyak kenangan yang tercurah dalam canda hingga kita larut dalam kisah nostalgia indah penuh makna, sekejap saja hadirmu melenyapkan gundah seperti hantu yang wujudnya tak bisa diterka.

Cemburulah pada hantu karena kita tak perlu memaksakan hati agar dia tahu, biarkan rasa itu mengalir tanpa tahu ke mana cemburu itu harus berlabuh. Rasa yang semakin ditepis malah semakin kokoh mencengkeram hati yang seharusnya dilupakan, cintanya kini telah menjadi milik jiwa yang lain dan ikhlas adalah penawar rasa cemburu meski tak benar-benar membunuh. Cemburulah pada hantu agar tak membuatmu jadi seperti mayat hidup karena banyangan wajahnya bisa melumat rasio akal sehat, dan membuat hati bergejolak penuh emosi yang membuncah. Pejamkanlah mata, rasakan kebahagiaan mereka hingga kenangan masa lalu pun sirna, ikhlaskanlah belahan jiwa itu menikmati cerita hidupnya berbaur dengan kebebasan yang dulu hilang.

Cemburu itu adalah rindu yang surut hingga membuat mata sayu, cemburu itu terlalu mudah dikatakan, semudah merasakan kehilangan cinta hingga tak pernah mudah untuk merelakan. Cemburu itu adalah senyuman rahasia yang menepis rindu dan membuat batin tersedu-sedu, cemburu membuat siapa saja tak punya kekuatan untuk melaju hingga akhirnya rapuh dan jatuh. Hanya ikhlas yang mampu menjadi suplemen yang menegarkan, ikhlas yang berasal dari tulusnya hati tanpa mengorbankan perasaan yang halus. Ikhlas dan tersenyumlah dalam rasa rindu yang menggebu meski pada hati yang tak lagi menganggap cinta itu milik kita tapi milik mereka. Jika kau tak mampu, lebih baik cemburulah pada hantu.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE