Catatan Kaki Buat F8 Makassar 2017

Makassar International Eight Festival & Forum (F8) resmi berakhir pada 10 September 2017. Ada sedikit catatan dari saya sebagai pengunjung yang hanya sekali melihat event yang dimeriahkan 24 negara itu.

Bertempat di anjungan Pantai Losari yang merupakan ikon kota Makassar, gelaran F8 berlangsung meriah. Sepanjang pelataran anjungan pantai terdapat stand-stand peserta seperti stand kedutaan negara-negara asing, stand kota/kabupaten se-Indonesia, stand sponsorship, dan beberapa stand yang menjajakan beragam jenis dagangan, mulai dari kuliner, fashion, hingga pernak-pernik khas yang bisa dibeli oleh pengunjung.

Menurut Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang dikutip Antara Sulsel. Gelaran F8 akan menjadi ajang kolaborasi seniman lokal bersama Pemerintah Kota Makassar, event ini juga menjadi panggung akbar bagi sineas lokal dan mancanegara untuk memperkenalkan karya sinematografi kepada publik dunia.

Dengan kolaborasi tersebut diharapkan lahir karya-karya berkualitas yang tak hanya mampu berbicara di tingkat domestik namun juga bisa berjaya di level internasional. Mengingat potensi seniman-seniman lokal masih sangat potensial untuk digarap dan dikembangkan, sehingga mampu membawa Makassar menjadi kota yang sejajar bahkan lebih maju dari kota-kota lain.

Usaha pemkot Makassar menggelar event bertaraf internasional patut diapresiasi, selain untuk memperkenalkan kota Makassar di mata dunia. Hajatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan branding kota Anging Mammiri untuk memikat wisatawan domestik dan asing mengingat pontensi wisata dan budaya yang beragam serta pertumbuhan sarana dan prasarana yang terus meningkat.

Namun ada beberapa catatan kecil yang menurut saya harus diperhatikan oleh panitia penyelenggara agar di event-event selanjutnya pengunjung bisa menikmati beragam acara dengan nyaman.

Besarnya animo masyarakat untuk ikut meramaikan F8 tersebut memang menyisakan permasalahan di lapangan, khususnya untuk lalu lintas jalan dan area parkir. Sepanjang jalan Penghibur tampat digelarnya F8 terkenal dengan kawasan padat yang berdiri hotel-hotel dan restoran, di hari biasa kawasan tersebut merupakan langganan macet apalagi saat ada acara yang mengambil venue di sepanjang Anjungan Pantai Losari.

Jauh hari sebelum F8 digelar, pihak-pihak terkait sudah menginformasikan ruas-ruas jalan yang ditutup serta area parkir resmi yang bisa digunakan oleh pengunjung. Namun jumlah pengunjung yang membludak khususnya pada malam minggu dan hari libur membuat area sekitar Pantai menjadi sangat padat.

Saya dan keluarga baru sempat ke F8 pada malam minggu, saya sudah prediksi tempat tersebut bakal ramai oleh pengunjung. Namun jauh sebelum tiba di tempat acara, kendaraan sudah mulai tersendat. Bila saya tetap memaksa untuk parkir di dekat atau sekitaran anjungan pantai Losari pasti kondisinya lebih parah lagi. Maka saya pun memutuskan untuk parkir agak jauh dari pantai Losari, kira-kira satu kilometer dari tempat acara.

Lalu lintas yang padat dan semrawut  membuat jalan kaki jadi pilihan yang tepat, jalan yang sebelumnya bisa dilalui dua arah kini menyempit akibat banyak kendaraan yang parkir di bahu-bahu jalan. Parkir liar pun bertebaran di sudut dan tepi jalan dan anehnya personel polisi yang terlihat mengatur lalu lintas hanya segelintir.

Suasana F8 Makassar 2017

Mendekati tempat acara lautan manusia mulai terlihat, jalan Penghibur yang menjadi jalan poros gelaran F8 dipenuhi oleh warga yang ingin menyaksikan event akbar tersebut. Saya dan puluhan ribu orang harus berdesak-desakan untuk bisa masuk ke lokasi acara tepatnya di Anjungan City of Makassar hingga Toraja dan Mandar. Saya yang saat itu membawa anak usia dua tahun harus ekstra waspada dari impitan orang-orang.

Saat tiba di lokasi, niat ingin berkeliling untuk melihat-lihat stand peserta atau sekadar mencicipi sajian kuliner yang dijajakan terpaksa saya urungkan setelah melihat kerumunan orang-orang memadati jalan sepanjang stand-stand perserta. Saya pun memutuskan untuk langsung pulang tanpa sempat menikmati sajian tarian dan pertujukan seni yang saat itu sedang berlangsung.

*****

Anjungan Pantai Losari memang merupakan ikon kota Makassar, tempat yang strategis menyelenggarakan event bertaraf internasional sekelas F8. Namun kesiapan pihak penyelenggara mengatisipasi jumlah pengunjung saya rasa masih kurang, okelah di hari-hari biasa dan saat pagi hingga sore jumlah pengunjung tak sebanyak ketika malam jadi lebih mudah mengaturnya agar lebih tertib.

Seharusnya pihak penyelenggara lebih sigap mengatur lalu lintas pengunjung khususnya di pintu masuk dan pintu keluar, terlebih lagi saat jumlah pengunjung mencapai puncak keramaian, Saya tak bisa membayangkan jika dalam kerumunan orang yang berdesak-desakan itu ada yang terjatuh dan saling dorong pun tak bisa terhindarkan. Tapi syukurlah F8 berlangsung sukses dan menjadi ajang internasional yang patut dibanggakan oleh warga Makassar.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE