Buku Cetak Zaman Sekarang, Masih Laku?

Mungkin itu pertanyaan yang sering melayang-layang dalam pikiran saya. Saat smartphone menawarkan paket komplit berupa ragam bacaan, foto, dan video membuat orang enggan berpaling ke media lain.

Hari ini diperingati sebagai Hari Buku Nasional yang awalnya diperingati sebagai hari jadi Perpustakaan Nasional yang berdiri sejak 1980. Pemerintah punya misi untuk terus meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat, di tengah gempuran arus globalisasi teknologi yang begitu pesat. Tantangannya tentu saja gaya hidup manusia modern yang semakin lekat dengan perangkat mobile dan internet yang menawarkan beragam kemudahan tak terkecuali bahan bacaan yang kini sudah tersedia secara online.

Saya pun merasakan sulitnya menumbuhkan minat baca pada buku, kalau pun disaat tertentu keinginan membaca buku itu muncul namun hanya bertahan beberapa menit saja. Bandingkan dulu sebelum era internet booming seperti sekarang ini, jika libur atau ada waktu luang kadang saya habiskan dengan membaca buku, bahkan bisa berjam-jam.

Begitu juga dengan rutinitas membeli buku, dalam sebulan saya alokasikan dana khusus untuk membeli satu atau dua judul buku yang sesuai dengan passion saya. Yakni dunia tulis-menulis dan teknologi, atau kadang buku yang bersinggungan dengan pendidikan juga tak luput dari target buruan. Tapi itu dulu saat harga kuota 1 GB harus ditebus dengan nominal uang 100 ribu rupiah, tentu lebih baik uang sebesar itu saya belikan buku.

Namun sekarang saat kuota internet semakin murah, meski tak murah-murah amat. Ketika akses internet semakin mudah membuat minat baca pun jadi ikut rendah khususnya pada buku-buku yang diterbitkan secara resmi, apa yang ingin kita baca cukup cari di Google dan beragam artikel pun seketika terpampang. Tinggal pilih sesuai kebutuhan.

Apakah itu salah? Menurut saya sah-sah saja jika masyarakat modern memanfaatkan teknologi seperti internet dengan membaca beragam bacaan seperti artikel, berita, atau blog. Namun sesering apa pengguna smartphone masa kini menggunakan perangkatnya untuk membaca dibanding berinteraksi di media sosial atau betukar pesan di instant messenger.

 

Mungkin hanya anda yang bisa menghitung dan menjawabnya. Buat saya pribadi meluangkan waktu untuk membaca artikel atau berita via smartphone tak sebanyak ketika saya mengecek status FB, menjelajah lini masa Twitter, atau melihat foto dan video di Instagram. Hampir semua waktu saya bersama smartphone habis di media social dan instant messenger, membaca buku pun jadi aktivitas yang mulai langka dan bahkan bisa-bisa berujung pada kepunahan jika tak segera diselamatkan.

Menurut data UNESCO, Indonesia berada di ututan ke-60 dari 61 negara yang tergabung dalam Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Internasional yang berada dalam naungan PBB itu. Masih data dari UNESCO, dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa lebih persentase minat baca penduduknya haya 0,001 persen. Jadi hanya ada sekitar 250 ribu penduduk Indonesia saja yang gemar membaca.

Tentu hal ini sangat disayangkan, terlebih lagi di era digital dan jaringan telekomunikasi yang memudahkan orang-orang untuk banyak tahu tanpa perlu mencari tahu di toko buku. Sebenarnya menumbuhkan minat baca itu bisa di mana saja, kapan saja, dan membaca apa saja, baik itu di media cetak atau elektronik karena yang terpenting adalah bacaan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembacanya.

Bagi saya buku apapun itu selama memberi inspirasi dan manfaat mau ditulis secara online atau dicetak dalam bentuk buku pun tak menjadi masalah, mereka punya peminat masing-masing. Buktinya semakin banyak penulis-penulis produktif yang rutin menelurkan buku dan tetap eksis sampai sekarang. Menjamurnya tulisan-tulisan berformat elektronik pun tak serta merta mematikan tulisan yang dicetak karena mereka punya penggemar masing-masing, seperti saya yang tetap suka baca buku cetak dan buku elektronik. Kalau anda?

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE