Bius Harry Potter

Secuel film Harry Potter telah rilis, dan sudah bisa disaksikan di bioskop kesayangan anda. loh? (bukan promosi ya?..hehehe). Saya bukan penggemar berat film ini, tapi saya senang mengikuti kisahnya mulai dari awal hingga sekarang. Saya dan bahkan jutaan mata penduduk dunia kini sedang terbius dengan film bergenre horor action yang diangkat dari novel karya JK Rowling, dan film ini telah sampai ke edisi 7. Bayangkan saja, pemeran utama film ini yang dulu masih kecil kini telah beranjak dewasa, apa lagi penontonnya? mungkin ada yang sudah kawin, bahkan sudah kakek-nenek. Saking fenomenalnya film ini dan selalu dinanti para penikmat film dunia.

Kemarin saya sempat nonton film ini, itu juga berkat tiket gratis dari teman. Secara pribadi saya gak suka antri bahkan berdesak-desakan hanya untuk melihat film, mending antri sembako atau BLT lebih ada manfaatnya..hehehe. Tapi mungkin bagi sebagian orang atau penggemar berat film ini, antri dan berdesak-desakan adalah hal yang biasa demi menyaksikan aktor dan aktis pujaan. Saya lebih senang menunggu sebulan atau dua bulan, agar animo masyarakat sedikit berkurang dan tak perlu antri untuk melihat film yang telah sukses meraih banyak penghargaan diajang festival film dunia.


Setelah menyaksikan film Harry Potter edisi The Deathly Hallows Part I dan merupakan edisi terakhir dari kisah perjalanan 3 sahabat di dunia sihir. Saya semakin takjub dengan alur cerita yang dibawakan, sang penulis berhasil membawa penonton ikut larut dalam halusinasi dan bermimpi sekaligus mengasah otak. Karena tokoh-tokoh yang digambarkan kadang memiliki dua karakter bahkan lebih dan itu cukup membingungkan bagi orang yang ber-IQ kurang (termasuk saya..hehe). Dari film itu kita bisa belajar banyak hal, salah satunya tentang arti persahabatan. Setiap manusia pasti butuh sahabat, sahabat akan memberi motivasi kala kita sedang terpuruk.

Sahabat tak akan melihat hanya dari sisi kelebihan kita, tapi sahabat akan menerima kekurangan kita dan menuntun kita kejalan yang benar. Film ini mengajarkan kita bersikap mandiri, tak selalu bergantung pada orang lain. Apa yang bisa kita kerjakan sendiri sebaiknya kerjakan dengan sebaik-baiknya dengan kemampuan yang kita miliki, kalaupun kita butuh bantuan sahabat lakukanlah secara bersama-sama karena dengan bersatu tentu kita pasti bisa (bukan kampanye,,ya? hehehe.)

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE